[ SUDAH TERBIT DI ETERNITY PUBLISHING ]
.
.
.
"Bisa-bisanya aku nerima tawaran menikah sama laki-laki cerewet kayak dia!?"
Anna menerima tawaran Jeffrey tanpa banyak pilihan, laki-laki itu melunasi hutang mendiang orang tuanya dengan syarat sederhan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
Jeffrey berdiri di dapur menyelesaikan masakannya, aroma sup hangat yang gurih memenuhi ruangan, di meja makan sana, ada Mario duduk sambil ngobrol santai dengan Anna, interaksi keduanya terlihat begitu asik, apalagi Anna yang begitu semangat bercerita dengan Mario
Ada rasa kesal bagi Jeffrey, ketika dirinya sibuk memasak, Anna dan Mario malah asik mengobrol di meja makan sana, hati Jeffrey terasa bergemuruh, emosinya tertahan
Jeffrey melirik sekilas ke arah mereka, lalu kembali fokus ke panci supnya "sup nya udah jadi, kalau mau makan ambil sendiri, jangan manja minta ambilin!" katanya sambil mematikan kompor
Mendengar itu, Anna berdiri dari kursinya dan berjalan ke dapur meninggalkan Mario yang terduduk sendiri, tanpa basa-basi Anna mengambil dua mangkuk, menuangkan sup di kedua mangkuk itu yang membuat Jeffrey melenguh kesal, tidak tau karena apa?
"Buat Mario satunya?" tanya nya
Anna mengangguk "iya, Jeff"
"Dia kan bisa ambil sendiri, kenapa harus diambilin?" tanya Jeffrey lagi
"Dia tamu, Jeff.." balas Anna
Jeffrey diam sejenak, menatap wajah Anna, ada rasa aneh di dadanya, tapi dia menahannya, mencoba untuk tetap tenang "jadi kalau tamu harus banget di ambilin?" gumamnya pelan, tapi cukup terdengar
Anna menyengir tanpa dosa "kamu mau aku ambilin juga sup nya?"
Jeffrey menggeleng menolak, meski matanya sesekali melirik ke arah Mario yang sudah tersenyum lebar menunggu supnya
Setelah mengisi dua mangkuk sup, Anna pun berjalan ke meja makan, ia meletakkan mangkuk sup di depan Mario, mereka melanjutkan obrolan sambil tertawa-tawa
Sementara Jeffrey menuangkan sup ke dalam mangkuk nya sendiri, tanpa sempat duduk, ia malah berdiri di depan counter dapur sambil menikmati sup hangat yang baru saja dibuat, hanya ada satu sendok, dan rasa sup itu membuatnya lupa diri
"Jeffrey sini!" terdengar suara Anna memanggil dengan lembut dari meja makan, Jeffrey pun menoleh, Anna nampak melambaikan tangannya kepada Jeffrey
"Apa?"
"Sini gabung!" ajak Anna
"Iya Jeff, ayo duduk sini, jangan makan sendiri di dapur, supnya kan enak, makan nya bareng-bareng aja" timpal Mario
Jeffrey sedikit terdiam, sendok yang baru diambilnya masih berada di tangannya, ada rasa kesal yang entah kenapa muncul, meski laki-laki itu berusaha tak menunjukkan nya
"Gue disini aja" balas Jeffrey
"Kaki mu enggak pegel?"
"Gue udah biasa, Anna"
Anna menggertakan giginya, ia beranjak lalu menghampiri Jeffrey dan menarik tangan laki-laki itu untuk ikut bergabung menikmati sup di meja makan
"Kan kalau makan sambil duduk enak dilihat, daripada sambil berdiri" ujar Anna