28. bunga mawar

126 21 2
                                        

Pukul sepuluh pagi Karina memutuskan untuk pulang dan dengan senang hati di antar oleh Jeffrey, suasana rumah kembali terasa sedikit lebih tenang, meskipun ada ketegangan yang masih tersisa. Anna yang sempat terdiam, akhirnya memutuskan untuk duduk di sofa dan mencoba menenangkan dirinya. Meski perasaannya sedikit campur aduk, ada rasa yang tak bisa dia jelaskan-semacam kesenangan yang muncul meski tak diinginkan

"Kenapa ya, aku malah merasa lega?" pikir Anna dalam hati, padahal di luar, ia terlihat biasa saja, seperti biasa, Anna tak ingin terlalu menunjukkan ekspresinya

"Jadi... gimana, Anna?? lo enggak marah, kan?" tanya Jeffrey tiba-tiba, Anna mendongak menatap Jeffrey yang baru pulang mengantar Karina

"Marah kenapa?" tanya Anna

"Karina bermalam di sini" -Jeffrey

Anna tersenyum tipis "enggak, aku baik-baik aja kok, tadi juga enggak ada yang aneh, kan?" jawabnya dengan nada ringan, meskipun matanya sedikit berbinar

Jeffrey menggeleng "enggak ada yang aneh kok, tapi lo enggak marah kan?"

Meskipun Anna tau semuanya hanya formalitas, namun rasa senang itu datang begitu saja-entah karena melihat Jeffrey merasa canggung atau karena Karina yang sebenarnya bukan ancaman bagi dirinya

"Emangnya kamu pikir aku bakal marah karena hal sepele kayak gitu?" Anna melanjutkan dengan tawa kecil "biar aja, kalau Karina memang butuh tempat berteduh, enggak masalah kok"

Jeffrey menghela lega "emang nya lo enggak merasa canggung?" tanyanya lagi

"Enggak, kenapa? kita kan cuma di rumah aja, bukan rapat penting" jawab Anna, mencoba bersikap seolah-olah itu hal biasa, padahal, di dalam hatinya, ia merasa bahagia bisa melihat Jeffrey sedikit kesulitan, meskipun itu bukan keinginannya

Anna tahu bahwa perasaan itu mungkin hanya sementara-sebuah perasaan aneh yang muncul karena situasi yang tak diinginkan. Namun, meskipun ia berusaha untuk menutupinya, ada rasa puas yang sulit untuk dihindari. Anna menyadari bahwa kehadiran Karina memberikan dorongan emosional baginya, walaupun ia tahu ini hanyalah hubungan kontrak yang tidak seharusnya mengundang rasa senang seperti ini, apakah ini Anna cemburu?

"Yaudah kalau gitu gue mau siap-siap berangkat kerja" kata Jeffrey

"Kirain mau libur lagi?" -Anna

Jeffrey terkekeh "lo mau makan apa kalau gue enggak kerja? ada-ada aja"

"Yaudah, kalau gitu aku juga mau ke dapur dulu, ya," kata Anna sambil berdiri, ia melangkah ke arah counter dapur

"Lo mau masak lagi, Anna?"

"Buatin kamu kopi, biar enggak ngantuk di kantor" balas Anna tanpa berbalik

Setelah itu, suasana rumah menjadi hening, Anna pergi membuat segelas kopi untuk Jeffrey di dapur, sementara Jeffrey bersiap-siap di kamarnya, dan meskipun keduanya tidak berbicara banyak, perasaan keduanya mulai terurai dengan cara yang tak terduga, hadirnya Mario kemarin yang membuat Jeffrey cemburu dan kini hadirnya Karina membuat Anna sedikit kesal

.
.
.

Malam hari nya ketika Jeffrey pulang dari bekerja, laki-laki itu tidak mendapati sosok Anna yang biasanya membuat segelas teh hangat di counter dapur ataupun merajut syal, rumah pada malam hari ini nampak sepi dan sunyi, dan Jeffrey yakini bahwa gadis itu berada di kamarnya, entah tengah tidur ataupun melanjutkan rajutannya

"Anna" panggil nya, sembari membawa satu keranjang berisi bunga mawar

Jeffrey melangkah menaiki anak tangga, lalu ia berhenti tepat di depan pintu kamar Anna yang tertutup rapat, hanya ada suara lagu kecil yang mengalun dari dalam

6 MONTH 182 DAYSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang