29. dress dan jas

129 22 6
                                        

Hari ini Jeffrey mengajak Anna pergi ke toko pakaian untuk mencari dress dan jas yang akan mereka pakai di acara kantor nanti malam, Jeffrey yang biasanya simpel dalam hal berpakaian, merasa ini akan jadi tugas yang melelahkan, tapi Anna tampak sangat bersemangat, ada banyak pilihan dress cantik, dan itu membuat Anna bingung

Penampilan Anna hari ini tidak terlalu mencolok, gadis itu hanya menggunakan polesan make up yang tipis, pakaiannya yang panjang sebatas lutut, dan itu membuat Jeffrey tidak malu

"Kita mulai dari jas dulu" kata Anna sambil menggandeng lengan Jeffrey menuju bagian pakaian pria "biar kamu enggak terlihat seperti orang tua di acara nanti"

Jeffrey mendengus sebal lalu menepis tangan Anna dari lengannya "asal lo tau, gue tau cara berpakaian, Anna"

"Tapi kamu enggak tau cara terlihat keren, aku mau kamu kelihatan keren" balas Anna

"Jadi selama ini gue enggak keren?" tanya Jeffrey mendelik tajam ke arah Anna

Anna menghela lalu menunjuk salah satu jas di rak "biar keliatan lebih keren, kamu coba deh jas warna navy ini, kayaknya bakal cocok sama kamu" kata Anna

Jeffrey mengangkat alis nya "navy? yang bener aja? enggak terlalu gelap buat gue?"

"Justru itu, lebih fresh, jangan hitam melulu, kamu kayak bapak-bapak kalau pakai hitam terus" balas Anna sambil mengambil jas itu dan memberikannya pada Jeffrey

Jeffrey mendesah, tapi tetap mengikuti, laki-laki itu masuk ke ruang ganti dan keluar beberapa menit kemudian dengan jas navy yang dipilihkan oleh Anna

Tampan, satu kata yang mendeskripsikan Jeffrey, dan Anna akui bahwa Jeffrey itu tampan, wanita mana coba yang tidak terpesona dengan keindahan wajah itu?

Anna melipat tangan di dada, menatap Jeffrey dari ujung kepala sampai ujung kaki "hmmm... not bad, tapi, aku rasa kamu butuh dasi yang matching!"

Staf butik langsung membawa beberapa pilihan dasi, Jeffrey hanya bisa diam pasrah, sementara Anna dengan antusias memilihkan dasi yang pas

"Aku pilih yang ini!" kata Anna sambil menyerahkan dasi warna silver dengan motif garis tipis kepada Jeffrey "pasti bikin kamu kelihatan lebih keren banget deh!"

"Gue emang keren dari lahir!"

"Udah cepetan cobain!"

Jeffrey mencoba dasi itu dan melihat dirinya di cermin, setelah selesai ia menoleh ke arah Anna "gimana? ganteng enggak?" tanya nya

Anna tersenyum puas "keren! percaya deh sama aku, kamu enggak bakal biasa-biasa aja di acara malam ini, kalau aku yang milih, pasti sempurna di kamu!"

"Menurut lo, keren gue atau Mario?" tanya Jeffrey menaikan sebelah alis nya

Anna diam sejenak, sementara Jeffrey menatapnya begitu intens seolah meminta jawaban lebih cepat, tapi mulut Anna terasa bungkam, ia tidak bisa menjawab soal ini

"Gimana, Anna?" tanya Jeffrey lagi

"Kalian berdua sama-sama keren"

Jeffrey mendelik "gue nanya, keren gue atau Mario, bukan semuanya"

"Jeff, aku enggak bisa menilai, disini cuma ada kamu, enggak ada Mario"

"Berarti kerenan gue?" tebak Jeffrey, Anna tidak langsung menjawab, gadis itu malah melirik saku celana Jeffrey, handphone milik laki-laki itu berdering di saku celananya

"Hape kamu bunyi, ada yang nelpon"

Jeffrey segera merogoh saku nya, ia melihat siapa yang menelpon, tak lama ia menatap Anna "gue angkat telepon dulu, lo boleh duluan pilih dress, ntar gue samperin"

6 MONTH 182 DAYSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang