Part 9

57 4 0
                                        














"Besok agak siangan aja bisa? Jam 11an lah, gue pengen ngebo dulu."

Keduanya berjalan beriringan di koridor. Kondisi sekolah masih cukup ramai terlebih hampir semua ekstrakurikuler di lakukan pada hari sabtu.

"Siangan yah.."
"Duh gue harus ke toko nyokap dulu kalau agak siangan. Emang lo gak keberatan kalau mampir ke sana dulu?"

Masalahnya sang mamah pasti akan menyuruhnya ini itu di weekend yang cerah besok. Apalagi saat tahu ia akan main siang harinya. Udah di babuin tuh pasti dia, nyuruh anter pesenan kue sama catering.

"Nyokap lo punya toko?"

"Toko kue biasa." Balasnya seadanya.

"Boleh deh. Gue juga gak masalah, lo nanti jemput gue aja nanti gue Sherlock."

Nindi mengangguk. "Lo suka kue apa? Biar gue bungkusin nanti."

Geby menelan ludahnya kasar. Giman yah dia jelasinnya? Niatnya kan cuman nganter Nindi doang gak lebih. Dia juga gak ada niatan buat mampir, bukannya apa yah tapi Geby tak enak hati.

Melihat gelagat tak biasa dari teman barunya Nindi bertanya. "Kenapa? Lo gak suka kue?"

Geby menggeleng panik. "Bukan gue bukan gak suka kue Nin."

"Duh gue minta maaf yah tapi gue alergi susu jadi yah you know lah." Ia tersenyum paksa. Sumpah gue gak enak banget sama Nindi. Tu anak udah berbaik hati nawarin kue sama gue. Coba aja kalau gue gak punya alergi sialan itu. Batinnya menggerutu.

Nindi tersenyum maklum ia kira apa. "Bagus deh."

"Hah?" Geby ngeblank seketika. Menatap Nindi tak mengerti.

"Lo ngasih tahu gue di awal jadi kan gue gak melakukan hal bodoh."

"Alergi bukan masalah sepele loh." Serunya.

"Sorry yah Nin." Ujarnya tak enak.

"Yaelah santai aja kali. Ah ya giman kalau besok kita ke cafe, nongkrong aja di sana. Gue punya banyak rekomend buat lo. Tenang gak ada unsur susu sedikit pun. Gimana?" Nindi dengan 1001 cara miliknya bisa mencairkan suasana. Dia gadis yang supel sekali~

Geby mengangguk antusias. "Sebelum ke cafe kita nonton dulu gimana? Biar enakkan pas sore kita nongkrongnya."

"Ayok. Gue juga punya list buat kita nonton nanti."

Keduanya nampak antusias dengan apa yang mereka rencanakan besok. Ini kali pertama untuk keduanya bermain bersama seorang teman.

Sesuai janji keduanya tepat pada pukul 11.00 wib. Geby siap dengan setelan santainya. Celana pendek levis dengan tanktop putih yang di lapisi jaket oversize tak lupa tas selempang rajut miliknya. Entah ini sudah pilihan terakhirnya dari puluhan baju yang ia pilih.

Saking bingung dirinya Geby hampir menggeledah semua lemari miliknya. Mengeluarkan koleksi bajunya hingga kamarnya berantakan. Ia mendadak ngeblank entah karna apa.

Apa mungkin karena ini pertama kalinya ia bermain bersama seseorang? Geby sendiri bertanya-tanya.

Tak butuh waktu lama untuknya Geby turun ke bawah sembari mengikat rambutnya asal. Riasan tipis menghiasi wajah cantiknya dengan sedikit polesan bibir berwarna merah muda.

Wajahnya terlihat cerah dengan binar bahagia di matanya. Geby amat sangat antusias dengan ascaea jalan-jalannya kali ini.

"Pagi abang." Sapanya saat melihat Vano yang berjalan membawa segelas kopi.

Hi, Liebling!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang