Kesadaran Hinata berangsur-angsur membaik walaupun luka di titik fital nya masih memerlukan waktu untuk pulih total , entah sejak kapan seorang laki-laki paruh duduk di samping pembaringan nya.
Mata kabur nya sesekali menelisik ke arah mana tatapan lelaki itu tertuju. Yak, raganya memang saat ini berada di tempat ini, tapi jiwanya entah melayang ke arah mana, setelah cukup lama duduk di samping nya , seperti nya iya bosan menunggu putri nya sadar dengan sempurna.
Walaupun penglihatan Hinata masih samar² tapi telinga nya masih dengan jelas mendengar derap langkah kaki yang semakin menjauh. Derap langkah yang Hinata yakini adalah suara langkah Hiashi ayahnya, karena sejak tadi dapat dirasakannya helaan nafas halus dari Hiashi , sebelum beranjak dari tempat duduknya. Hiashi bangun dan berjalan keluar dari kamar putri kecilnya.
POV Hinata
Mataku seakan enggan untuk terbuka ,, aku kalah oleh rasa sakit disekujur tubuhku. Hal ini justru membuat ku terbaring cukup lama di tempat tidur .
Sudah dua hari sejak aku terbaring di tempat tidur akibat pertarungan dengan Neji - niisan . Hari ini aku , ayah dan beberapa pelayan wanita dan anggota klan bunke ( cabang ) sedang dalam perjalanan menuju sunagakure ( negara dengan julukan pasir ) .
Perjalanan menuju suna adalah perjalanan pertama ku sebagai seorang pewaris atau pemimpin klan Hyuga berikutnya. Perjalanan ini membutuhkan waktu 4 hari lamanya sebelum sampai ke sana, lumayan lama menurut ku . Aku yang terbiasa tidak pernah melakukan perjalanan jauh sangat kewalahan dan merasakan lelah yang amat kerasa.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan panjang yang melelahkan akhirnya rombongan kami tiba di depan gerbang masuk desa sunagakure , terlihat dari depan gerbang yang terbuat dari pasir gurun, sekelompok jounin tengah berjaga-jaga, ada yang sibuk mengawasi dari atas gerbang maupun dari bawah nya. Belum memasuki gerbang masuk desa suna , sudah dapat ku rasakan hawa yang tidak mengenakkan , puluhan pasang mata telah mengawasi rombongan kami sejak kami melewati batas antara desa Konohagakure dan sunagakure. Walaupun tadi tidak sedang mengaktifkan byakugan , tapi hal itu terlihat cukup jelas untukku.
Setelah melakukan percakapan Yang singkat dengan para jounin desa suna akhirnya, perwakilan dari klan terkemuka di suna datang dan membawa kami menuju ke kediamannya.
Rasanya sangat membosankan berada di tempat panas dan gersang di suna. Hinata yang bisanya melihat pemandangan hijau dari hutan milik keluarga klan Hyuga dan hutan Konoha. Kini hanya bisa menatap gunung - gunung pasir , ke manapun matanya menghadap tak sedikitpun pohon hijau yang terlihat dari bangunan tempatnya menginap dari kemarin.
POV Gaara
Suara dentuman keras terdengar dari sudut kota suna, terlihat seorang anak laki-laki kecil yang sekiranya berusia 5 tahun tengah mengamuk dan menghancurkan sekelilingnya.
Bocah dengan Surai berwarna merah darah dan tanpa alis , tunggu bukan bocah melainkan monster. Setengah bagian Tubuh nya telah berubah menjadi monster . Matanya hitam nya menatap ke setiap arah mencari pelampiasan dari kemarahannya.
Beberapa jounin dari suna ikut serta mengamankan beberapa warga suna dan menolong mereka yang terluka. Tidak banyak yang bisa para jounin itu lakukan karena sudah pasti mereka akan kalah telak melawan monster dari desa suna itu.
" Lihatlah hari ini , puluhan warga suna mati tanpa perlawanan. Lalu besok siapa ? . Siapa lagi yang akan menjadi korban Monster itu ?."
" Monster itu, harus dibunuh. Demi desa suna, demi warga sunagakure dan demi kemakmuran sunagakure demi masa depan sunagakure "
" Gaara ... Gaara- sama hentikan lah , jangan biarkan iblis itu mengalahkan mu . Jangan biarkan monster itu mengendalikan mu. " Suara dari maid kesayangan ku tergiang dalam otakku. Sekuat tenaga aku mengehentikan kekuatan monster itu yang meronta-ronta untuk mengendalikan ku.
Setelah sadar akan apa yang terjadi semuanya, sudah terlambat. Banyak warga sunagakure yang terluka Bahkan ada yang meninggal semuanya akibat diriku yang tidak mampu mengontrol monster yang ditanam dalam diriku pada saat aku masih kecil .
Ini bukanlah kejadian pertama akibat ulah monster yang bersemayam di dalam tubuhku. Sudah puluhan kali bahkan ribuan kali ,, aku menyakiti warga suna , menghancurkan desa suna dan bahkan aku telah membunuh pelayan sekaligus orang tua ku . Aku melakukannya saat tubuhku dikuasai oleh monster sukaku.
Aku pikir dengan menjadi kuat , aku akan mendapatkan perlakuan yang istimewa dari semua orang tetapi semuanya justru malah sebaliknya. Kekuatan yang mereka harapkan untuk melindungi suna kini malah berbalik menyerang desa suna dan seisinya.
Bangun yang tadinya menjulang tinggi, tapi sekarang sudah rata dengan tanah. Hampir sebagian besar sudut suna yang sebelah kanan hancur tak tersisa. Mayat bergelimpang dari setiap sudut rumah yang porak poranda akibat ulah monster sukaku yang berada di dalam tubuhku.
Hiks.. hiks suara Isakan tangis samar - samar terdengar dari entah darimana. Mataku mencari sosok manusia yang tengah menangis sekarang. Menelisik ke segala penjuru desa suna.
Cantik, gadis manis dengan rambut berwarna lavender, kulitnya putih pucat seperti kedua bola matanya. Gadis kecil yang kurasa seusia ku tengah menangis di bawah sana. Rasanya ingin ku temui gadis manis itu, untuk sekedar memenangkannya.
Terbesit sedikit keraguan saat akan ku langkahkan kakiku, aku takut mendapatkan penolakan lagi, bagaimana jika gadis itu juga menolak? Bagaimana jika dia juga bersikap seperti anak-anak yang lainnya ?. Bagaimana jika dia takut dan memilih lari nantinya ?.
" Kenapa kau menangis ? "
Gadis itu mendongakkan kepalanya ke atas , beberapa detik kami bersitatap muka. Antara takut dan ragu gadis itu berdiri mensejajarkan dirinya dengan ku. Perlahan bibirnya mulai terbuka ,
" Aku tersesat, aku tidak tahu jalan kembali ke tempat penginapan. " Ujarnya
" Dimana? Wilayah mana ? Apa namanya? " Pertanyaan beruntun terlontar dariku.
Setelah mengetahui tempat nya . Aku berjalan beriringan dengan nya menuju tempat penginapan. Di sepanjang jalan iya terus mengusap bekas air matanya yang sudah mengalir deras tadi .
Baru beberapa langkah gadis itu terdiam diposisi nya , matanya tertuju pada taman yang sore ini sudah penuh dengan anak-anak desa suna. Tangan kecilnya meraih tangan ku dan menariknya masuk kedalam.
Anak-anak yang tengah sibuk bermain permainan nya masing-masing kini telah berhamburan keluar dari taman bermain, setelah melihat ku masuk ke dalam. Mereka pasti takut kepada ku, takut aku akan melukainya .
Kini hanya ada aku dan Hinata yang berada di dalam taman. Hinata yang sedari tadi memperhatikan anak-anak yang takut ,takut dan memilih pulang ke rumahnya masing-masing.
" Mau kemana mereka, bukankah ini masih sore . ? Kenapa cepat sekali pulang. Ah ini tidak seru ! ." Ujarnya nya sambil duduk di ayunan.
" Mereka takut pada monster. ".
" Monster yang ada dalam diriku, mereka takut akan terluka oleh ku. Makanya mereka semuanya menghindar dariku . Kekuatan monster yang berasal dari tubuh ku pasti membuat mereka takut. " Sahutku.
" Kenapa? Bukankah menjadi kuat itu menyenangkan.? Kau bisa melindungi orang yang kau sayangi. Menjadi seorang yang dapat diandalkan nantinya. Kau bisa melindungi diri sendiri. "
" Ah... Aku sangat iri padamu. Kau kuat , kau bisa melindungi orang-orang dengan kekuatan mu. Kau bisa di andalkan di masa depan. Kau bisa dipandang dengan segan oleh orang disekitar mu. "
" Apanya yang melindungi? Siapa Yang akan dilindungi. ? Aku hanya monster pembunuh bagi suna . "
" Keberadaan ku hanya menjadi penyebab kematian banyak orang di suna . Banyak orang yang mati karena keberadaan ku. Mereka semuanya takut akan monster yang ada di dalam tubuhku."
" Hinata aku , aku akan melindungi... Di masa depan aku akan melindungi mu. Hinata mau kah kau menjadi temanku,, maukah kau bermain setiap hari dengan ku.... "
KAMU SEDANG MEMBACA
Hyuga Hinata
FantasiaSiapa yang tidak kenal dengan Hyuga Hinata, putri sulung dari Hyuga hiasi . Hinata merupakan salah satu penerus dari klan terkemuka di Konoha. Tapi sangat disayangkan posisi dan kemampuan nya tidak sebanding. Hinata dianggap tidak layak menjadi pene...
