Sejak saat itu, Hinata dan Gaara menjadi teman yang tidak terpisahkan. Mereka saling peduli dan selalu berada di samping satu sama lain. Hinata merasa bahwa ia telah menemukan seseorang yang pantas untuk dijaga dan Gaara merasa bahwa ia telah menemukan seseorang yang selalu mengerti perasaannya.
Walaupun keduanya tidak bersikap akrab di hadapan orang-orang, mereka ternyata cukup berpengalaman dalam menyembunyikan pertemanan tersebut. Suatu kali, ketika mereka berlatih bersama untuk ujian Chunin terakhir yang akan diadakan pada minggu depan, keduanya tidak menarik perhatian sekitarnya. Bahkan, mereka terlihat semakin rapat dan solid dalam bekerja sama untuk menghadapi ujian tersebut.
Minggu depan....
Hinata Hyuga berdiri tegak di hadapan para juri, menanti permohonan meraka untuk memulai ujian. Ia gelisah, karena ia adalah salah satu ninja termuda dalam ujian ini, dan telah menunggu kesempatan nya untuk menguji kemampuan fight-nya. Sudah cukup lama sejak pertarungan terakhir nya , ujian terakhir ini menjadi penentu dari latihan nya selama ini.
Apakah latihannya bersama Gaara beberapa hari yang lalu membuahkan hasil, sesuai dengan keinginan nya. Ini kesempatan bagus untuknya guna menunjukkan kepada seluruh desa bahwa dirinya tidak selemah yang mereka pikirkan.
Mereka melangkah ke dalam arena, tatami luas di tengah-tengah stadion yang dikelilingi oleh penonton. Hinata memperhatikan mantan rekannya, aburame Shino dan inuzuka kiba, keduanya tampak senang melihat ia maju ke arena.
Pertarungan dimulai, dan Hinata menunjukkan kemampuannya. Gaya bertarungnya yang halus dan gerakan yang cepat membuat musuhnya kewalahan. Ia menunjukkan keahliannya dalam taijutsu, ninjutsu dan genjutsu, membingungkan dan menyerang musuh dengan satu gerakan yang sangat cepat.
Ketika ia berhasil menyelesaikan tantangan akhir, para juri kagum dengan lika likunya dan percikan cahaya yang keluar dari tubuhnya ketika ia meluncurkan serangan terakhirnya. Mereka melihat sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya dalam bentuk seorang ninja yang begitu anggun dan kuat.
Namun, ada satu penonton yang tidak senang dengan penampilan Hinata. Seorang ninja dari desa lain telah meremehkannya sejak awal. Ia menganggap Hinata sebagai ninja terlemah dan tidak berbahaya di antara ninja-ninja lainnya.
Tetapi, ketika ia melihat Hinata melewati tantangan terakhir dengan sempurna dan menyelesaikan pertarungan dengan kecepatan yang belum pernah ia lihat, ia menjadi terkejut dan merasa malu sendiri. Ia segera menyadari betapa salah kaprahnya tentang Hinata dan meminta maaf kepadanya atas kesalahan yang telah ia buat.
Hinata melihat ke segala arah penjuru arena, banyak anggota Hyuga yang telah berkumpul mereka takjub dan terkesan, Hinata berhasil lolos sebagai peserta pertama dalam ujian chunin. Ia berjalan keluar arena dengan senyum kecil di wajahnya, merasa sangat senang dan bangga dengan pencapaiannya. Latihan nya membuahkan hasil maksimal sesuai dengan keinginan nya.
Iya juga amat senang karena berkat latihan khusus dari Gaara membuat kemampuan nya jauh lebih baik dari sebelumnya. Sekarang Hinata bisa berjalan dengan kepala terangkat sempurna, ia tidak perlu takut pada siapapun lagi, termasuk ayahnya maupun tetua klan yang selama ini meremehkan nya.
"Hinata,kau luar biasa. Pertarungan pembuka tadi sangat memuaskan. Kau tau semuanya menganga tidak percaya akan hal itu." Seru Naruto sembari menghambur memeluk Hinata sesat sampai di depan hadapan rekan-rekan seangkatan nya.
" Narutooo, menyingkirlah dari Hinata kami!.atau aku dan akamaru akan menggigit dan mengoyak tubuhmu."seru Kiba sambil menarik kerah jaket milik Naruto. "Kau galak sekali,Kiba!"jawab Naruto sepontan.
Hinata mendapatkan banyak pujian dari rekan seangkatan nya dan dari sensei yang ikut hadir hari ini. Mereka bangga dengan kemajuan pesat dari Hinata. Mereka tidak menyangka Hinata, yang merupakan genin termuda dan dianggap terlemah berhasil lulus menjadi chunin di usianya sekarang.
" Gaara, selamat untuk ujian mu. Kau hebat seperti biasanya."seru Hinata sambil mengacungkan jempol nya di hadapan Gaara. Deretan gigi putihnya terlihat jelas berbarengan dengan senyuman lebar di wajah cantik Hinata. Gaara hanya tersenyum tipis,ia lantas berbalik membelakangi Hinata.
" Hinata, kau tidak akan lupa , dengan ku kan? Mari berkirim kabar sampai kita bisa bertemu lagi." Seru Gaara tanpa berbalik menghadap Hinata." Tentu saja tidak, hati-hati dalam perjalanan pulang."
"Hinata, aku tahu bahwa aku selalu menghancurkan banyak hal di hidupmu. Tapi aku ingin kau tahu bahwa aku menghargai dirimu, dan aku akan selalu bersyukur karena kita bertemu dan jadi teman." Kata Gaara dengan suara yang agak bergetar dan pandangan yang sedih saat dia pergi meninggalkan Hinata.
Hari itu menjadi hari perpisahan untuk keduanya, kedepannya mereka akan sangat disibukkan dengan kehidupan masing-masing. Setidaknya baik Hinata maupun Gaara sangat senang bisa menjalin pertemanan yang lumayan singkat itu.Walaupun perpisahan itu sulit, Hinata dan Gaara merasa bersyukur telah bertemu dan menjadi teman. Mereka saling menyemangati untuk terus memperbaiki diri dan menjadi yang terbaik dalam kehidupan masing-masing. Terlepas dari tantangan yang akan dihadapi, mereka percaya bahwa mereka akan terus saling bersinergi dan mempererat ikatan persahabatan mereka bahkan dari jarak jauh.
*******
Hinata berdiri dengan pandangan lurus kedepan. Sepanjang matanya memandang,hanya ada pasir tandus tanpa adanya tumbuhan hijau seperti tempat berdiri nya ini. Hari ini adalah hari melelahkan seperti hari sebelumnya, baru beberapa jam yang lalu ia dan rekan setimnya pergi untuk menjalankan misi dari hokage. Dan sekarang ia sudah kembali dengan selamat sama seperti setiap harinya.
Hari-hari membosankan untuk Hinata, setiap saat setelah menjalankan misi nya ia akan datang ketempat ini berharap bisa bertemu atau sekedar melihat Gaara dari kejauhan mengunakan byakugan miliknya. walaupun keduanya kerap saling berbagi kabar lewat surat tetap saja ia merindukan sosok teman semasa kecilnya itu.
Entah seperti apa Gaara sekarang sudah 6 tahun berlalu sejak ujian chunin mereka. Sejak perpisahan mereka disini Gaara tidak pernah datang ke Konoha sekedar manjakan misi antara dua desa. Hubungan suna dan Konoha semakin baik, kedekatan antara dua desa tersebut membuat banyak desa lain iri, mereka iri dengan desa yang bertolak belakang namun mampu berdiri berdampingan tanpa saling menjatuhkan.
"Hai Hinata, kapan kau kembali dari misi?" Tanya sakura saat keduanya tidak sengaja berpapasan di gang sempit menunju perumahan Hyuga. kembali seperti biasanya Hinata akan menampakkan senyuman manis didepan rekan Shinobi nya. Ia hanya membalas nya dengan senyum manis yang mampu membuat siapa saja menjadi tidak karuan.
Setelah sedikit berbincang dengan sakura tadi Hinata lantas bergegas masuk ke pintu gerbang masuk kedalam perumahan elit milik anggota klan Hyuga. Dari kejauhan ia dapat menangkap sosok adiknya hanabi yang tengah sibuk bertarung dengan sepupunya Neji Hyuga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hyuga Hinata
FantasySiapa yang tidak kenal dengan Hyuga Hinata, putri sulung dari Hyuga hiasi . Hinata merupakan salah satu penerus dari klan terkemuka di Konoha. Tapi sangat disayangkan posisi dan kemampuan nya tidak sebanding. Hinata dianggap tidak layak menjadi pene...
