Randy POV
"Randy?"
"Iya?"
"Harus kah kau benar2 pergi meninggalkan ku sendiri??" Ucap anna sambil berkaca2,,
Pertanyaan itu mengingat kan aku pada luna,"Iyah anna,maaf aku menyesal sekali karena aku harus pergi secepatnya"
"Tapi kemana randy? Apakah jauh dari sini? Kalo dekat aku akan mengunjungi mu setiap hari..,tolong jangan tinggalkan aku randy..jangan... hiks..hikss..hikks"
airmata mulai membanjiri pipinya..
Aku menghapus airmatanya.. walaupun airmatanya tak kunjung surut..
Aku tidak tega melihatnya menangis.. dia seperti anak kecil yg kehilangan permen nya.."Tenang saja anna aku akan mengirim surat untuk mu..jadi kau jngan sedih ya, karena aku tidak akan pernah meninggalkan mu..,aku janji akan slalu merindukanmu.."
ucapku sambil memeluknya.."Haaa.. randyy..... hiks..hikss..hikss..jangann.." ucapnya lirih ,tangisnya pun makin menjadi jadi..
"Aku menyesal anna, maafkan aku.." lirih ku..
"Ke-keenaapa.. kau tii-tinnggalkan a-aaku?" Ucapnya sambil sesenggukan..
"Karena aku sangat menyayangimu anna.."
Anna pun melepaskan pelukanya dan memandangku..
"Apa hubungan nya?!! Kalau kau menyayangi ku kenapa kau harus pergi?!! KENAPA?!!!"
Tanya nya dengan nada tinggi sambil terus melototiku ku, tp akhirnya mata nya kembali mengeluarkan airmata sambil terus menatapku meminta jawaban.."Kau tidak mengerti anna" jawabku mengalihkan pandangan dari mata nya
"Aku mengerti.. jelas2 kau akan tinggalkan aku sendiri.. dan alasanmu karena kau menyayangiku..!?! Kau sama saja seperti yg lain..!! Kau tidak pernah menyayangi ku!"
Ucap anna kemudian dia berdiri lalu pergi..
"Anna?! Tunggu.." aku membuntutinya..
Dan dia pun berbalik badan..
"Jangan ganggu aku!" Ucapnya dengan mata yg tajam..lalu kembali berjalan menjauh..
"Tapi anna??" Aku mencoba menghentikan anna.. tapi dia terus menjauh..
Yg ada di hatiku hanya penyesalan..
Kalo tau akhirnya begini, aku tidak akan pernah membuat anna senyaman ini bersamaku..
"aku benar2 menyesal meninggalkannya!!"
Aku berteriak mencoba melepaskan semua gangguan di pikiran ku..Mungkin anna akan mengerti setelah aku pergi..
Aku kembali masuk keruangan renna membereskan barang2 ku lalu memasukannya kedalan tas,
Aku tau di alam sana aku tidak akan membutuhkan ini,jadi ini bisa kusimpan dibawah bangku, di belakang pohon besar,atau menguburnya di dekat danau.Sebelum aku pergi aku meninggalkan surat beserta kunci mobilku di sebelah tempat tidur renna laluku kecup kening renna, yaa ini sebagai tanda selamat tinggal ku kepadanya..
Dengan berat hati ku langkahkan kaki ku keluar dari ruangan..
"Aku berjanji akan slalu merindukan mu"
Aku pun berjalan keluar rumah sakit..,"Randyyyyy tunggu....."
Teriak seseorang dibelakang ku..
Ternyata anna.. aku pun tersenyum ke arahnya..kemudian ia berlari ke arah ku..
Aku merasa lega karena dia tampak lebih ceria dibanding tadi.."Maafkan aku,Aku juga akan slalu merindukanmu"
Bisiknya sambil memeluk ku..
Aku masih ingin berlama2 dipeluknya.. tapi dia sudah melepaskannya..
"Kau sudah bisa merelakan aku?"
"Iyah.." senyum nya kembali terpancar dari wajahnya.."Randy kau harus berjanji akan slalu memberi kabar kepadaku.." ucapnya sambil mengangkat jari keliking nya..
"Aku berjanji anna" ucapku sambil menyatukan jari kelingking ku dan anna..Dia tersenyum..
Entah tersenyum senang atau sedih..
Raut muka nya menandakan bahwa dia sedang tersenyum senang..
Tapi matanya tidak terlalu meyakinkan bahwa dia sedang senang.."Baiklah.. ini saja yg mungkin bisa kau ingat dari ku"
Dia memberikan kartu bergambar hati..
Iyah aku sering sekali bermain kartu hati ini dengan nya.., disitu kita slalu bertukar hati dan kita slalu berlomba-lomba memperbanyak jumlah kartu hati kita..,
Bagiku itu sangat sulit dilupakan.."Terimakasih anna.." ucapku tersenyum..
Dia pun ikut tersenyum..
"Pergilah randy.. nanti kau ketinggalan kereta" ucapnya sambil melambaikan tangan ..Mungkin dia belum membaca suratnya..
Aku pun membalas lambaiannya.. lalu segera pergi,
Anna POV
~Flash back~
Aku menghela nafas aku jg tidak benar2 pergi dari ruangan renna.., aku tidak tega melihatnya..
Aku bersembunyi dibalik tembok diujung lorong.. aku tau dia sangat menyesal.. sampai2 dia berteriak...,
Aku mengintip dari balik tembok ternyata dia sudah masuk.. aku mendekati ruangan nya dan kembali mengintip nya, dia sedang membereskan barang2nya.. dann apa itu??
Spertinya dia menulis surat..?! Apa isi suratnya ya..
Ah sudah selesai ya cepat sekali.. aku harus cari tempat sembunyi..
Aku pun berlari ke belakang pot besar.. mudah2han dia tdk melihatku..Begitu dia keluar..aku langsung masuk dan membuka isi suratnya.. ada kunci mobil nya juga? Dia tidak menggunakan mobilnya yah??
Aku langsung membuka surat nya..Anna maafkan aku,jika slama ini aku tidak bisa membahagian kan mu..
Maafkan aku juga karena aku harus pergi sangat jauh untuk slamanya..
Aku pergi karna, aku benar-benar menyayangimu.. jadi aku relakan apapun demi mu sekalipun itu nyawaku..Kau masih ingatkan mahluk menyeramkan itu?
Mahluk itu sebenarnya tidak suka karena aku dekat denganmu, karena dulunya ia adalah perempuan penolong hidupku,disini dia menyamar sebagai frisca,wakil ketua geng itu.
Waktu dulu ia telah tiada karena sebuah tragedi yg disebabkan olehku, tapi sekarang dia memintaku untuk kembali padanya.. jika tidak maka penggantinya kau,
Tentu saja aku tidak menginginkan hal itu terjadi padamu, jadi aku berjanji akan kembali padanya..
Semoga kau mengerti dan tidak kecewa ataupun marah kepadaku, :)
Aku akan slalu menyayangimu dan merindukan mu..Selamat tinggal
Randy
Air mata ku terjatuh,membuat surat itu basah..
ku genggam surat itu dan memeluknya,..
Lalu aku membuka-buka kembali isi amplopnya.."Ada catatan nya juga??" Aku membuka kertas kecil yg terselip dengan sedikit gemetar..
Catatan :
Setelah aku pergi tolong cek kembali matamu.., semoga mata mu menjadi warna kesukaan ku kembali.. :)
Kau tidak usah takut kembali ke sekolah lagi.. karena geng itu tidak akan mungkin menyakitimu lagi..*Kau akan slalu dihatiku..
Tangisku pecah.. aku begitu menyesal telah pergi meninggalkan nya..
Aku menghapus airmataku, kemudian berlari keluar mengerjarnya untuk yg terakhir kalinya, aku mencoba menahan airmata sampai dia benar2 tidak melihatku, karena aku tidak mau saat dia pergi dia melihat keadaan ku sperti ini..
Aku mencoba seceria mungkin untuk membuat hatinya merasa tenang..~flash back off~
Saat aku melambaikan tangan ke arah randy..
Randy pun membalas lambainku dengan senyuman hangatnya..Saat randy menghilang dari pandangan ku..
Airmata ku mulai jatuh dan membanjiri pipiku aku tidak kuat menahannya untuk berpura2 bahagia di hadapannya saat dia pergi..Aku berlari keruangan renna..
Disana aku menangis sekencang-kencang nya..
Aku tau aku sudah besar tapi aku tetap saja tidak bisa merelakan org yg kusayangi pergi untuk selamanya..
"Haaa... randyyyyyy....... hikss..hikss.."
Aku menutup mukaku dengan bantal.."Aku tidak bisa membiarkan diriku hanyut dalam kesedihan" ucapku sambil menghapus airmata..
aku harus menenangkan diriku sebisa mungkin..
"Randy.. terimakasih untuk semuanya,aku mencintaimu"
ucapku dalam hati.. semoga dia mendengarnya.. akupun tersenyum..lalu berjalan keluar ruangan..aku juga tak lupa mengambil cermin kecil untuk melihat mataku,"Aku harus tenangkan diriku.. tapi kemana??"
"Umm.. danau dan kursi kayu berlumut itu boleh juga.."
Hai readersss...;)
Chapter ini gmn???? Gjelasss.. yahhhh..;'(
Coba pahami ya readerss.. maklumin authornya :)Ok dont forget leave vote n comment..
Thx jg nihh.. yg udah ngasih vote n comments nya..;*Open request readerss for all story..
Karena cerita ini udah hampir mau selesai jadi yg mau ngusulin tentang tema atau judul cerita yg kalian suka boleh ko..
Boleh di comment or inboxnya ..;)
Enggk jg gpp ko ;v wkwk..Thx S.A

KAMU SEDANG MEMBACA
I Miss You, Please Keep Me Here!
Horroraku kan mengingat nama itu terus..sampai maut menjemputku! mmmm.. atau mungkin sudah:)