Adachi berusaha dengan sangat menekan kegugupannya saat ini,menunduk memainkan jemarinya. Berulang kali melihat kearah pintu dimana tadi Kurosawa keluar,Kurosawa mengatakan ijin sebentar untuk memanggil ibunya. Adachi yang ditinggal hanya berdua saja dengan ayah Kurosawa diruang tamu hanya bisa menanti Kurosawa dengan gelisah.
Dan sikap ayah Kurosawa membuat Adachi semakin gugup,karena semenjak mereka ditinggal berdua,beliau hanya diam sembari terus memerhatikan Adachi. Adachi berusaha berbasa-basi namun hanya ditanggapi dengan gumaman,tidak lebih. Ini berkali-kali lipat lebih menegangkan daripada saat bertemu dengan kakak Kurosawa untuk pertama kalinya dulu.
"Tidak perlu gugup sampai seperti itu."
Adachi otomatis mengangkat kepalanya saat mendengar ayah Kurosawa berbicara. Irisnya sedikit membesar,heran dengan perkataan orang yang lebih tua darinya tersebut. Bagaimana bisa ia tidak gugup,jika suasananya sangat mendukung seperti ini,ditambah respon ayah Kurosawa yang minim pada basa-basi Adachi tadi.
"Saat mendengar dari Nee-san mengenai kekasih Yuichi saat ini adalah seorang pria,aku pikir ia sedang bercanda denganku." Ayah Kurosawa mencoba mengingat pembicaraannya dengan putrinya beberapa hari lalu. "Tapi saat mendengar ia yang begitu bersemangat menceritakan tentang dirimu seperti sedang membanggakan kekasihnya sendiri,aku tahu jika hal itu benar, maka selain mendapatkan hati Yuichi kau juga telah memenangkan hati putriku,karena setahuku ia tidak pernah bersikap seperti itu pada kekasih Yuichi sebelumnya." Ayah Kurosawa berhenti berbicara,ia kembali melihat dengan intens kearah Adachi.
"Dan setelah mengkonfirmasi langsung kepada Yuichi, dia tidak menyanggah hal itu.Adachi apa yang membuatmu berpikir bahwa hubungan ini akan berhasil?"
Sebuah pertanyaan yang dulu juga kerap kali menghantui pikiran Adachi. Sebuah pemikiran yang 'lumrah' untuk dipertanyakan oleh seorang ayah,karena menyangkut masa depan anaknya. Seseorang yang telah ia besarkan sepenuh hati dengan penuh kasih.
"Ano, mohon maaf sebelumnya. Tapi itu juga adalah hal yang dulu sering saya pertanyakan. Menjalani hubungan ini apakah saya mampu untuk menghadapi resiko yang akan saya terima,dan setelah menjalaninya selama ini saya sadar bahwa kami mampu jika kami bersama."
"Lalu bagaimana dengan kami."
Sebuah suara wanita menyahut dari arah samping Adachi. Adachi sontak berpaling pada sumber suara,yang dapat Adachi tebak adalah ibu dari Kurosawa,dengan Kurosawa disampingnya yang berusaha meraih ibunya namun sang objek sudah lebih dulu menjauh dan segera duduk disamping suaminya,didepan Adachi.
"Adachi-kun? benar?" tanya ibu Kurosawa yang diiyakan oleh Adachi. "Saat tadi Adachi-kun mengatakan kalian dapat bertahan dengan keberadaan satu sama lain,lalu bagaimana dengan kami? apakah kalian juga sudah memikirkan dampaknya untuk kami?."
Kurosawa dengan cepat menempatkan dirinya disamping Adachi,meski nada bicara sang ibu terdengar lembut namun Kurosawa tahu ibunya tengah berusaha mengintimidasi Adachi.
"Apakah pernah kalian memikirkan apa yang akan kami rasakan atau bagaimana nanti dunia akan memandang kami? karena bagaimanapun Yuichi adalah anak kami,apa yang ia perbuat akan berdampak bagi kami,orangtuanya."
Kali ini Adachi mampu merasakan kesedihan dari kalimat ibu Kurosawa,ia merasa bersalah karena tidak memikirkan hal itu. Karena saat ia berdiskusi dengan keluarganya,mereka tidak membahas hal ini. Seharusnya ia memikirkan hal ini sejauh itu.
Saat bibirnya membuka untuk mengucap maaf,seseorang telah mendahuluinya.
"Jika ibu dan ayah memang tidak sanggup menerima Yuichi dengan Adachi,maka kalian boleh memutus hubungan keluarga dengan Yuichi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumour
RomanceAdachi menemui ibu Fujisaki untuk menepati janjinya dulu. Tanpa sengaja ada rekan sekantornya yang melihat mereka bertiga ketika bertemu. Dan kesalahpahaman pun terjadi hingga membuat heboh hampir 1 divisi. Ditambah Urabe yang jadi lebih gencar menj...
