9. Familiar

119 10 2
                                        

.............

Galaksi terdiam, lagu Nadin seakan menceritakan tentang gadis itu. Setahu Galaksi Nadin tidak pernah menyukai seseorang apa lagi dekat dengan laki-laki. Tapi kenapa Nadin menangis menyelesaikan lagunya. Bahkan gadis itu memanggil pelan nama seorang laki-laki. Galaksi berbalik untuk menghalang langkah Nadin.

"Nadin." Galaksi menangkap tubuh Nadin yang menangis bergetar.

"Lepasin gue!" Nadin mendorong Galaksi dan berlari di tengah keramaian orang yang menatapnya aneh.

Nadin yakin ia melihat sosok familiar itu. "Awas, minggir gue mau lewat!" Nadin berteriak sambil menangis.

"Nadin tunggu!" Galaksi ikut mengejar tanpa perduli pandangan para murid bahkan guru.

Caspian menarik dan memeluk tubuh Nadin dari samping, menangkap tubuh gadis itu yang menangis meraung. "Nadin tenang!"

"Lepasin cewek gue!" Galaksi melepaskan pelukan Caspian dari tubuh Nadin, Galaksi memegang kedua bahu Nadin dengan erat, sedangkan Nadin malah mengedarkan pandangannya. "NADIN DENGAR GUE!"

"Gala." Mata Nadin yang berlinang air mata membuat Galaksi dan Caspian menatap kaget.

"Nadin, tenang oke!" Caspian berkata dengan lembut.

"Enggak, enggak, enggak, gue gila. Iya gue gila." Nadin memegang tangan Galaksi lalu melepaskannya dan berlari ke arah seorang lelaki yang memakai jas biru navi.

"NADIN." Teriakan Galaksi dan Caspian secara bersamaan membuat lelaki berjas biru navi itu menoleh pada Nadin yang berdiri tidak jauh darinya. Lutut Nadin lemah, sebelum ia terjatuh Galaksi dan Caspian menahan tubuh Nadin secara bersamaan.

"Joseph nyata. Gue enggak gila, gue bisa kembali ke keluarga gue. Ke Bapak dan Ibu juga Nara. Kenapa gue sebodoh ini, jadi dari awal apa yang terjadi sama gue?" Nadin menangis terisak memikirkan segala kemungkinan yang terjadi pada dirinya.

"Kamu enggak apa-apa?" Suara familiar Joseph yang menghampirinya membuat Nadin mengangguk.

"Pacar saya enggak apa-apa, cuma shock aja." Galaksi membawa Nadin ke pelukannya. Caspian menatap tajam.

"Oh cinta segitiga ya?" Suara kekehan Joseph yang masih terdengar sama membuat Nadin mencengkram baju Galaksi.

"Maaf karena ganggu anda." Caspian berkata pada Joseph. Joseph tersenyum dan mengangguk.

"Dia yang nyanyi keren banget tadi 'kan. Saya kaget namanya sama dengan nama calon istri saya. Kalau gitu saya pamit dulu." Joseph pamit dan berbalik pergi.

"Queen." Galaksi berkata pelan. Caspian menghela napas dan menatap Nadin dengan sendu.

"Joseph, sudah selesai?" Nadin menoleh melihat wanita yang memanggil Joseph. Shasha, sahabat yang mengkhianatinya.

"Lo benar-benar harus istirahat Nadin. Gue antar pulang!" Caspian berkata.

"Enggak, gue enggak mau pulang!" Nadin mengeratkan pelukannya di tubuh Galaksi. Caspian memejamkan matanya menahan rasa kesalnya.

"Iya, kita enggak pulang oke, sekarang tenang dulu. Lo mau apa, gue kabulkan semuanya." Galaksi memegang kedua bahu Nadin. Lalu menoleh pada Caspian. "Dia sama gue!"

**

Nadin bisa menyimpulkan kalau ia merasuki tubuh gadis polos yang yang ia pikir ada di novel tapi nyatanya ini masih di dunia nyata. Caspian dan Galaksi bukanlah tokoh buatan tapi tokoh nyata dengan fakta-fakta menyeramkan yang ia baca di dalam novel. Nadin duduk di dalam mobil Galaksi setelah drama tangisannya. Pemuda itu meninggalkannya sendirian dengan buket coklat dan permen susu.

i'm the main carachterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang