***
Nadin mendongak ke arah jendela besar yang menghadap langsung ke parkiran sekolah, Nadin bisa melihat Joseph menatapnya dari arah jendela itu, angin menerbangkan helayan rambut Nadin dan membuat gadis itu memejamkan matanya. Nadin merasakan sebuah tangan menyentuh rambutnya, Nadin membuka matanya dan menatap Caspian yang menyelipkan rambutnya di telinga. "Lo bilang enggak ingin pacaran, tapi lo bilang lo punya pacar. Yang mana yang benar Nadin?"
"Caspian, Galaksi memang berbahaya tapi lo jauh lebih berbahaya. Apa bisa lo melindungi gue dan enggak melibatkan gue dengan semua hal berbahaya?"
Caspian terdiam, ia tahu kalau menjadi ketua geng motor berbahaya, ia punya banyak musuh di jalanan.
"Enggak 'kan. Galaksi memang berbahaya tapi dia support gue dengan caranya yang beda." Nadin berkata.
"Dengan ngasih materi? Lo tahu Princess, lo bisa jadi gold digger kalau terus bergantung sama dia."
"You don't know anything about me. Terus kalau gue jadi gold digger kenapa lo masih suka sama gue? Caspian, gue mencoba realistis. Gue tahu lo mampu bahkan sangat mampu, tapi hubungan itu bukan cuma sekedar materi dan perasaan, hubungan yang gue tahu tentang saling perduli dan melindungi, komitmen. Lo sempurna Caspian, bahkan lo lebih sempuna dari pada Galaksi. Tapi kali ini gue bukan mau kesempurnaan."
"Jawab gue, lo pacaran sama Sky? Gue cuma mau tahu itu Nadin." Caspian berdecak kesal.
Nadin tidak tahu kenapa Caspian sangat menyukainya, Caspian memang sempurna tapi Nadin butuh sosok yang mengerti dan bisa menjadi partnernya bukan cuma sekedar saling mencintai dan bersama. Caspian belum mengerti hal itu, Caspian masih memaksakan kehendaknya, mungkin Galaksi juga memaksakan kehendaknya tapi Nadin tahu kalau Galaksi juga punya sifat yang mendukungnya dan bisa menjadi partner hidupnya, entah itu bisnis, cinta dan hal lainnya.
"Kenapa lo suka sama gue? Dari banyaknya cewek yang mendekati lo, kenapa gue? Kalau lo sudah tahu jawabannya maka akan gue jawab juga gue pacaran atau enggak sama Galaksi." Nadin berkata lalu berbalik dan masuk ke dalam mobilnya.
Galaksi dari jendela perpustakaan lantai dua tersenyum miring melihat Caspian yang terdiam di tinggalkan Nadin. Galaksi menjaga Nadin dengan caranya, Nadin ingin mereka tidak terlalu menempel di sekolah, maka Galaksi akan menurutinya dan Nadin juga berhasil meyakinkan dirinya agar tidak perlu khawatir kalau Caspian mendekat. Yang membuat Galaksi lebih waspada bukan Caspian tapi Joseph, kepala yayasan baru yang sementara ini menjabat. Entahlah, tapi Galaksi lebih tidak menyukai Joseph.
***
"Welcome home."
Galaksi menghentikan langkahnya saat mendengar suara Nadin menyambutnya yang baru datang di apartemen. Galaksi melihat gadis itu melambaikan tangannya sambil merebahkan diri di sofa dengan satu tab yang di pegangnya. Galaksi tersenyum miring melihat Nadin yang masih mengenakan seragam.
"Queen. " Galaksi melangkahkan kakinya mendekat lalu menindih tubuh gadis itu dan memeluknya.
"Gal, berat!" Nadin berkata dengan datar tapi satu tangan gadis itu mengusap rambut silver Galaksi. "Gimana tadi di perpus?"
"I saw you with Caspian." Galaksi memainkan rambut Nadin. "Dia sentuh rambut ratu gue."
"Oh, dia tanya gue pacaran sama lo atau enggak, dia sebut gue gold digger karena mobil lo yang gue pakai. gue bilang dalam hubungan bukan cuma tentang cinta dan perdulu, tapi tentang komitmen dan saling menjaga. Gue butuh cowok yang mendukung gue dan bisa jadi partner gue di segala bidang." Jawaban Nadin membuat Galaksi tersenyum.
"That's me." Galaksi tertawa pelan.
"Bisa jadi, bisa engga." Nadin menahan tawanya melihat Galaksi yang mendengus kesal. Nadin kembali fokus pada tab nya yang menampilkan harga-harga saham.
KAMU SEDANG MEMBACA
i'm the main carachter
RomanceNadin, gadis berusia dua puluh lima tahun yang memandang hidupnya sempurna dan serba bisa. pintar, cantik, serba bisa. Nadin yang lulusan universitas Oxfort dan punya lisensi sebagai pilot pesawat, pemegang sabuk hitam karate dan lihai muangthai kar...
