........
Diana melirik Nadin yang sudah memakai baju tentara bersama Viona, Tasya dan Tina. Berjalan beriringan ke lapangan untuk bermain paintball outbound.
"Silahkan ambil kertas di dalam kotak, yang kena warna biru berkumpul disisi kiri dan berwarna kuning di sisi kanan. Permainan akan di bagi dua kelompok. Setelah itu, kalian akan berada di tim yang sama dan menjadi rekan untuk merebut bendera lawan, dan menjadi pemenang." Jelas Joseph.
Nadin maju untuk mengambil kertas di dalam kotak. Nadin mengambil kertas berwarna biru. "Hadiah yang menang apa Pak?"
"Hadiahnya, jalan sama saya mau?" Joseph tertawa pelan. "Bercanda, hadiahnya bbq an enak, dan yang kalah yang bersih-bersih dan cuci piring, yang menang santai dong."
"Nadin." Viona menunjuk warna yang sama dengan Nadin. Tina dan Tasya juga di tim yang sama.
"Berpisah sama pacar enggak masalah 'kan." Nadin mendengus mendengar Shasha berkata pada Galaksi yang dapat warna kuning.
"Enggak sebagai Nadin Xavienna dan Nadin anak SMA, lo masih mau punya gue. Dasar munafik." Nadin menghujat dalam benaknya.
"It's oke, saya akan jadi pengkhianat untuk dia." Galaksi membalas.
"Sky ...." teman setim Galaksi merengek. Caspian maju dan tersenyum miring karena mendapat warna biru. Diana dan kedua temannya maju dan mendapat warna kuning. Dion dan Zayn satu tim dengan Caspian sedangkan Leo dan Arga satu tim dengan Galaksi di tim kuning.
Semua murid bersiap dengan senjata berisi cat mereka. Nadin mengedipkan satu matanya pada Galaksi yang nampak gagah memakai baju loreng-loreng itu.
"Pak Joseph akan di tim biru dan saya akan berada di tim kuning. Sesuai warna terakhir yang kami ambil." Shasha berkata.
"Saya satu tim sama kamu dan yang lainnya." Joseph tersenyum pada Nadin. Galaksi menembakkan senjatanya ke atas membuat semua orang menatapnya kaget.
"Tes percobaan." Galaksi berkata.
"Kamu sepertinya bisa di andalkan tim." Shasha menepuk bahu Galaksi dan itu membuat Nadin mengarahkan tembakannya dan menembak Shasha tepat di dadanya.
"Aakhh ...." Shasha memekik saat cat biru menempel di rompinya.
"Udah mulai atau belum sih?" Nadin mengerjapkan matanya. Galaksi terkekeh pelan.
"Bu Shasha ganti rompi dulu, kita mulai lima menit lagi." Joseph berkata. "Siap-siap! Saya akan jaga benteng kita bersama siswi-siswi."
"Saya lebih suka menyerang pak." Viona menyahut. "Biarin saya jadi tim penyerang sama Caspian."
"Gue enggak pengen satu tim sama cewek." Caspian berkata dengan tajam.
"Biar Nadin yang satu tim sama Kak Viona." Nadin mengeluarkan nada imutnya dan senyum manis lalu berbisik. "Kita serang Diana."
Caspian berdehem. "Ya sudah Pak Joseph, kami di tim penyerang."
Joseph menepuk pundak Caspian dan mengangguk lalu berbisik. "Kamu suka dia ya? Selama janur kuning belum melengkung dia masih bebas di miliki. Semangat."
"Ngapain dia bisik-bisik sama Caspian. Dia masih sama kayak dulu." Nadin berkata dalam benaknya.
"Gue enggak mau bersih-bersih, kita harus menang!" Viona berkata.
"Tapi di tim sana ada Sky, dia 'kan juga perwakilan Indonesia sebagai atlet menembak."
"Kolongmerat emang hobby nya beda ya. Caspian juga jago menembak, dia juara dua. Kita enggak kebanting lah. Terus untungnya kita, Nadin di tim kita, Sky sayang pacar ya otomatis ngalah dong."
KAMU SEDANG MEMBACA
i'm the main carachter
RomanceNadin, gadis berusia dua puluh lima tahun yang memandang hidupnya sempurna dan serba bisa. pintar, cantik, serba bisa. Nadin yang lulusan universitas Oxfort dan punya lisensi sebagai pilot pesawat, pemegang sabuk hitam karate dan lihai muangthai kar...
