Sebuah Circle pertemanan yang dimana di dalamnya terdapat 7 orang lelaki dengan sifat yang berbeda-beda, tapi segala perbedaan mereka yang membuat mereka menyatu dalam sebuah jalinan persahabatan, mereka memiliki keunikan dalam pertemanan. Maka dari...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mentari menampakkan dirinya yang masih belum terlalu terang. Tampak tiga orang yang sedang sibuk didepan kost milik Atuy, lelaki bersurai panjang menggunakan kaos dalam putih yang sedang berada dibawah pick up nya dan lelaki berparas teddy bear sedang memperbaiki pintu kandang Ayam kesayangannya. Serta lelaki berotot yang mencuci motornya.
“tok....tok....tok....” Benturan antara palu dan kayu belian menciptakan sebuah irama.
“humko hamise churalo......
Dil mein kahin tu chupalo....
Ham ankhe le.........
Hoo na jaaayeee...........” Musik india yang terdengar keras di spiker samping Pick up Atuy.
Tampak seorang lelaki berkaca mata raut wajahnya seolah hendak menelan bumi dengan surai berantakan seperti gulungan headset yang berdiri didepan mereka bertiga.
“woiii berissiikkkk” teriak mark
Ketiga Lelaki yang sedari tadi sibuk dengan urusannya pun menoleh ke arah Mark.
“Kenapa lu Bang?” Jeno sembari menggosok-gosok ban motornya.
“woii pliss lah gue baru aja tidur abis subuh tadi, pala gue sakit, nih orang-orang malah ribut kaya lagi acara sunatan”. Mark mengomel, Atuy mengecilkan speaker musiknya.
“hah? Apa gue kagak denger lu ngomong apa Mark?” Atuy mengelap keringat di lehernya.
“gue mau tidur, tolong kecilin musiknya, lu chan, ntar aja ketok ketokin kandang ayamnya, dan lu jen....”
“lah gue salah apa bang, gue gak ribut” Jeno mengerutkan alisnya kearah Mark.
“dah dah ahh Gue mau tidur” Mark melangkah menaiki tangga dan masuk kekamarnya.
“Oscar Aing teh kasep pisan hari ini euyy. Ntar aja ya aing betulin pintu na, nohh a'a Melk mau bobo” Haechan menyimpan pali dan perkakasnya dibawah kandang Oscar.
“petokk...... kokk..... kokk....”
“ohh Oscar teh lapar, nih makan yang banyak biar makin kasep” Haechan mengeluarkan bungkusan makanan ayamnya dan memberinya makan. - - - -
(di rumah Jaemin)
“dung....tak tak tak......dung.....tak tak tak dung”
“Yaa Nabi... Salam ‘Alaika
Yaa Rosul.... salam ‘alaika
Yaa Habib.... salam ‘alaika
Sholawatullah ‘alaika.....” Jaemin memainkan rolling di teras rumahnya sambil bersholawat.
“Kamu gak kuliah? Katanya sabtu ada tambahan jam buat ngabisin petemuan” Lelaki dengan setelan jas Abu-abu menghampiri Jaemin.
“engga Pak, udah selesai UAS jadi gak ada makul lagi.........., Bapak mau kemana sabtu kan libur kerja”
“mau nemuin investor dari singapur, mereka sempatnya hari ini, dan sorenya juga bapak rapat mungkin malam baru pulang, bapak pergi ya Assalamu’alaikum”
“oooo iya pak Wa’alaikumussalam”
“dung....tak tak tak......dung.....tak tak tak dung” Jaemin melanjutkan kegiatannya yang sempat terhenti. Tak lama pandangannya beralih pada motor Vario merah yang membawa dua orang, seorang lelaki berbaju lengan pendek yang memperlihatkan kulit putihnya dan di belakangnya lelaki memegang tongkat dan kaki di perban.
“woi bro....” sapa Chenle mendekati Jaemin
“ehh ngapain lu bawa anak orang lagi sakit?” Jaemin membantu Jisung duduk di kursi terasnya
“Bosen katanya dikamar terus ga bisa kemana-mana”
“Gue mau ajak Bang Haechan jalan sebenernya, ehh dia lagi bantuin bang Atuy benerin Pick up, Gue mau jalan sama Bang Jeno ngeri njir, ntar Gue mati” Jisung sembari membenarkan posisi kakinya.