Sebuah Circle pertemanan yang dimana di dalamnya terdapat 7 orang lelaki dengan sifat yang berbeda-beda, tapi segala perbedaan mereka yang membuat mereka menyatu dalam sebuah jalinan persahabatan, mereka memiliki keunikan dalam pertemanan. Maka dari...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Orang-orang berjalan keluar dari masjid, selesai menunaikan shalat Isya, terfokus pada seorang Lelaki berjubah putih menuruni tangga masjid, tangannya menenteng seuntai tasbih yang hendak ia masukkan ke kocek. Tiba tiba seorang Lelaki tan menarik tangannya, sehingga membuat lelaki berjuah putih itu hampir terjatuh keinjak jubahnya.
“Lu ngapain lagi, gak solat lu” Jaemin menatap kesal Lelaki tan didepannya.
“udah solat lu ga liat Gue Jama’ah di belakang lu”
“nohh Jeno mau balapan, kita harus disana Renjun ama Jisung udah di sono tuh, Chenle otw katanya”
“Astagfirullah Echan Istigfar ga lo, Gue abis shalat Isya loh lu suruh nonton orang balapan”
“ini demi temen lo nohh ntar takunya kalau dia menang digebukin ama lawannya, lu tega”
“yaudah Gue ganti baju dulu”
“kelamaan lo ganti baju balik lagi, udah udah cepetan” Haechan merampas kunci motor Jaemin dan menaiki motornya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- - - -
“Anjaaayyyy.... rame juga temen lu Jen, mana pake bawa Ustadz segala, mau ruqiyah massal lu hahahaha” Ucap Jungwoo yang merupakan lawan balapan Jeno
“Bacot banget lu bunga bangke...... tampang kek sarang semut sok soan ngatain orang” serang Renjun tubuhnya yang hendak maju dengan tangan terkepal namun di tahan jisung.
“heh lu masih bocil kagak boleh kesini” ucap temen Jungwoo
“Anjihmmmppp” Jaemin menyekap mulut Renjun yang hendak mengumpat.
“udahh jangan di ladenin Njun” ucap Jeno
“kita buktikan aja nanti siapa yang menang, kalau lu kalah, lu harus siap kita gebukin” ujar Jungwo semari memutar mutar kunci motornya.