Juangga Maganta Namanya (11)

5 2 0
                                    

Happy Reading
(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)

Happy Reading(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••••

Hari ini Kala berangkat ke sekolah sendiri ya kan semalam Syahdan kena demam. Sesuai dengan perintah Ibu tercinta sepupunya Kala sedang berjalan menuju kelas sepupunya untuk memberikan surat izin sakitnya.

Sebenarnya Kala bisa saja berangkat sekolah dengan Khasa yang masih satu sekolah dengannya, hanya saja si bungsu Yunanda ini sangat tidak mau berangkat dengan abangnya di karenakan Khasa pernah meninggalkannya beberapa kali di sekolah gara-gara ia melupakan Kala dan malah membonceng gebetannya.

Semenjak itu Kala memilih berangkat bersama Syahdan walaupun menggunakan motornya.

"Pagi ku cerah, matahari bersinar

Ku gendong tas ungu ku di pundak." Kala bersenandung ria menuju kelas Syahdan.

Mood paginya sedang baik tanpa alasan dan tolong jangan ada yang mengusiknya karena itu membuat mood nya jadi rusak.

"Mau kemana Kal?" Tanya Gita sedikit berteriak.

"Mau nganterin surat Syahdan, kenapa? Mau ikut?" Kala menoleh kebelakang menatap Gita.

"Gak, gue duluan ke kelas."

Jarak antara kelas Kala dan Syahdan lumayan memakan tenaga untuk berjalan di tambah lagi Kala harus melewati kelas kakak tingkatnya, sangat membuatnya tidak percaya diri.

"Untung ini sekolah gak tingkat, kalo tingkat gue gak bisa bayangin gimana otot kaki punya gue nanti." Monolognya.

Fyi, SMK N 78 adalah salah satu sekolah terluas di daerah tersebut, memiliki tujuh jurusan yang menampung satu sampai tiga kelas per jurusan dalam satu angkatan merupakan angka yang menakjubkan.

Sedangkan tiga saudara itu mengambilkan jurusan yang berbeda-beda.

Dari yang paling tua yakni Khasa, dirinya memilih mengambil jurusan Otomotif Kendaraan Ringan, katanya suatu saat nanti ia ingin mempunyai usaha bengkel yang bisa terkenal kita amin kan saja.

Di lanjut dengan Syahdan yang sedikit lebih tua dari Kala, ia memilih mengambil Teknik Komputer dan Jaringan untuk alasannya sendiri biar saat Ibu nya bertanya tentang per aplikasian ia bisa menjawab tanpa di cemooh Ibunya.

Dan terakhir tokoh utama kita Aniskala, memilih mengambil jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga karena itu kemauannya sendiri dan sedikit termotivasi oleh kakak tingkat yang dekat dengannya.

Takdir CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang