Happy reading
¤¤¤
Sekarang eros tengah berada di rumahnya.
Eros kerumah hanya untuk mengambil berkas2 yg tak sengaja ia lupakan.
Setelah membawa berkas itu langsung saja eros turun ke lantai bawah.
Tapi saat dia mau keluar rumah dirinya di cegat oleh wanita jalang itu, yg sialnya adalah ibunya sendiri.
"hey anak bodoh dimana suamiku!" dengan emosi yg membara lidia membentak eros.
Dia tau pasti eros lah yg telah membawa dion, karena saat lidia ingin mengantarkan bekal ke kantor dion.
Dion tidak ada disana dan karyawan disana ppun memilih diam. Karna mereka takut lebih takut eros daripada lidia.
Itu membuat lidia kesal.
"what?" dengan tampan sok bodoh atau lebih tepatnya mengejek, eros bertanya.
"jangan sok tak tau kau, dasar gay menjijikan!!" mendengar itu eros malah terkekeh.
Gay menjijikan katanya, emang lidia suci?.
Tidak.
Bahkan sebelum menikah dengan dion, lidia sudah tak suci.
Menjijikan.
Lalu eros menatap sinis lidia.
"sebaiknya anda mandilah, bersihkan dulu tubuhmu yg jauh dari kata suci itu, baru kau bisa menghinaku" kata2 pedas eros berhasil membuat lidia terdiam.
"sadarlah kita sama2 mahluk hina" setelah mengatakan itu eros pun pergi.
Meninggalkan lidia yg tengah mengepalkan tangannya.
Tak bisa dibiarkan.
Dia harus membunuh eros bagaimanapun caranya.
Kenapa dia tak membunuh eros dari kecil saja.
Ck, menyebalkan.
•••
Eros sekarang tengah berada di mobil.
"ck, aku harus secepatnya melenyapkan wanita itu"
Eros bersumpah, dia akan segera membunuh wanita pengganggu itu.
"menyusahkan"
•••
Sesampainya di apartemennya, eros dapat mendengar dion yg kembali memberontak.
"EROS LEPASKAN PAPA!" dion terus memberontak sampai2 sprai ranjangnya berantakan.
Lalu eros masuk kedalam kamarnya.
Sebenarnya eros sudah membeli apartemen ini tanpa dion dan lidia tau.
Itu saat usianya baru menginjak 12 thn, dia mencari uang dengan menciptakan robot2 yg canggih dan menjualnya.
Hey, jangan lupakan dengan eros yg keburu dewasa sebelum waktunya.
Apalagi eros di lengkapi dengan iQ di atas rata2 anak seumurannya bahkan melebihi otak dion sendiri.
Otak eros menurun dari kakek nya yg sudah tiada, kakek dari mamanya atau jalang murahan itu.
Meskipun eros tak menyukai mamanya bukan berarti eros tak menyukai keluarga mamanya.
Eros menyukai keluarga mamanya apalagi kakeknya.
Eros menyukai kakeknya karna, kakek nyalah yg selalu mengajarinya saat umurnya menginjak 5 thn.
Tapi sekarang kakeknya sudah tiada, eros tak bersedih.
Apakah harus menangis hanya karna sedih?
Tidak bukan?
Kita hanya perlu menghadiri pemakamannya dan memberikan doa saja sudah.
Tak perlu menangis, untuk apa menangis? Sangat tak berguna.
Menangis karna sedih ditinggalkan? Hey, itu sudah takdir.
Dengan kau menangis dan memintanya kembali kau sama saja tak menghargai malaikat pencabut nyawa dan tuhan.
Kan tuhan sudah pernah bilang, semua manusia pasti mati.
Dan seharusnya kalian mendengarkan apa yg tuhan katakan.
Hah, bodoh.
"EROSS LEPASKAN TALI INI!" melihat eros yg datang triakan dion semakin kencang.
Dan dion memberontak tambah keras.
Sampai tangannya lecet dan sedikit berdarah.
Saya hanya bilang eros melepaskan rantainya, tidak menutup kemungkinan eros kembali mengikat dion dengan tali.
"stttt, kau berisik papa" lalu eros mengelus pipi dion.
"eros lepaskan papa" dion sudah hampir menangis.
Eros membenci orang yg menangis menurutnya itu menjijikan.
Beda halnya kalau yg menangis itu adalah dion atau papanya.
Itu malah membuat adik eros terbangun, rasanya eros ingin setiap hari melihat papanya menangis dan memohon padanya.
Gila.
Itulah eros.
¤¤¤
Tbc
Maaf telat up nya.
120 vote dan 10 komen tanpa spam lanjut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Psycho Crazy [END]
Rawaktentang eros yg mencintai ayah kandungnya sendiri. atau lebih tepatnya obsesi. entah hanya dia yg tau. CERITANYA AGAK EKSTRIM DAN GAK MASUK AKAL YG GK SUKA JANGAN BACA CERITA BXB YG GK SUKA JANGAN BACA. NO PLAGIAT. ADA SEDIKIT ADEGAN KEKERASAN DAN 1...
![Psycho Crazy [END]](https://img.wattpad.com/cover/333114597-64-k909176.jpg)