Epilog

99 13 1
                                        

Happy reading

































Hembusan angin menerpa tubuh ramping milik Anandira..dengan angin sedikit sedikit..Anandira sedang duduk di depan teras rumahnya sambil melihat pemandangan di depannya..tanpa ia sadari tangannya menunjuk langit yang biru..dan tersenyum kecil...

"Eh"

Tubuh Anandira tersentak karena ada tubuh kekar yang memeluknya..dan wajahnya mengusel di leher mulus milik Anandira..

"kenapa?"tanya Anandira sambil menggenggam tangan milik pria itu..

"bosen" ucap pria itu sambil duduk di samping Anandira..

"kenapa sih Tante Cindy bawa Jian pergi?"

"maklum sayang kan mama Cindy neneknya"..ucapanya lembut..

"kan jadi sepi ini rumah"..

Jayden hendak pergi tapi Anandira lari dan melompat ke arahnya..

"astaga Ra untung aja gak jatuh..kalo kita jatuh udah nyium lantai.." omel Jayden

"turun Ra nanti jatuh"

"ga mauu"ucapny sambil goyang sana goyang sini..

Lalu Jayden menghempaskan tubuh Anandira kekasur..dan Anandira tersentak apa yang di lakukan Jayden..

"kamu ngeyel sihh..dari pada bosen mending kita main".. tanyanya sambil menaik turunkan alisnya dengan sengaja yang ingin menggoda Anandira yang sudah tegang di bawa sana

"main? Main apa?" Anandira bertanya dengan ragu..dengan tangan yang menyangga tubuh kekar di atasnya biar tidak terlalu nempel di tubuhnya

"main kuda kudaan biar Jian punya adik" sambung nya nakal

"jayd-hmpprt"

Anandira kalah cepat sih kan dia udah duluan di bungkam oleh bibir kenyal milik Jayden..sudah biar mereka bersenang-senang kita keluar mencari angin segar saja..

______

"mama" teriak anak kecil itu..

"ehh Jian udah pulang ,loh nenek mana?"

"itu di bawah lagi bicara sama papa"

Usia Jian sudah memasuki usia tiga tahun,cepat sekali bukan? Jian menjadi anak yang aktif dan memiliki wajah seperti ayahnya Alan,ah ngomong-ngomong soal Alan Anandira jadi rindu akan kehadiran sosok itu,sudah sangat lama dia tidak mengunjungi ke rumah indah milik Alan berada..

"loh biasanya kalo Jian kemana mana nenek selalu ikut"..

Jian tersenyum lalu mengangguk Ki ucapan sang ibu nya..

"aa lucu banget sihh anak siapa sih ini" tanya Anandira kepada Jian..

"anak mama,papa,dan ayah dongg"ucapnya bersemangat..

"ma,kita kerumah ayah kapan?..Jian udah kangen" dapat Anandira lihat Jian langsung menampilkan tatapan sendunya.segitu rindunya kah?Jian terhadap ayahnya..

Anandira tidak mau lama lama anaknya sedih..dia langsung menghukumnya dan tersenyum..

"gimana kalo sekarang? Mumpung ada nenek di sini" tanya Anandira dan langsung di anggukin oleh sang anak..

______

"hai ayah Jian kangen loh" ucapnya..

"ayah tau gak..nenek kalo datang selalu bawain Jian mainan yang banyak..beda sama mama,mama suruh Jian harus jadi anak hemat gak boleh boros boros kata mama"

Jian asik berclote ria di atas pusaran batu nisan yang tertulis nama Alan Ardiansyah di atas tubuh kecil Jian berjongkok lucu menyamakan tinggi dengan pusaran batu nisan itu,tangan pendeknya terulur mengusap lembut hamparan tanah yang mulai di tumbuhi oleh rumput-rumput liar,matanya berbinar merasakan senang yang sangat teramat..

Ya nyawa Alan tidak tertolong waktu itu dah sudah sekarat saat di larikan kerumah sakit, kecelakaan itu membuat nyawa seorang Alan melayang,miris sekali bukan?

"meskipun begitu Jian sayang banget sama mama dan papa Jayden juga"ujarnya sambil terkekeh kecil,kakinya melangkah ke tiga orng dewasa disana..

“mama Jian haus”

Jian merengek tiba tiba membuat Anandira dan yang lain gelagapan Dengan penuh kelembutan Cindy berucap “kita beli sama nenek yuk? Biar mama sama papa ngobrol sama ayah” bukan semata mata Cindy melakukan ini...

Anandira dengan lesunya mendekati pusaran itu dan di susul oleh Jayden..

“apa kabar lan?”

Kalian menyangka bahwa yang berbicara itu Anandira bukan? Tapi kalian salah besar yang berbicara adalah sosok Jayden..

“lo baikan di sana” sambungnya dengan tersenyum manis..

“jangan khawatir ya,disini gue sama yang lain baik baik aja,bahkan gue udah ngejalani permintaan lo” tangannya terulur mengusap batu nisan itu,matanya memancarkan kesakitan yang sendu...

“dan sekarang gue juga udah nikah sama istri Lo lucukan,akhirnya Lo kalah juga lan gue yang menang” Jayden terkekeh sumbang..

“gue janji jaga Anandira dan jiandra sepenuh hati gue,tentang kecelakaan yang Lo alami gue udah nemu dalang di balik semua ini,Lo enggak bakal percaya tapi ini nyata, Amelia temen terbaik Lo yang berakhir jadi musuh Lo adalah pelakunya”

Helah nafas panjang Jayden keluarkan dan lanjut berbicara..
“dia yang udah ngerusak mesin mobil Lo dia tega?..iya dia tega banget! Buat Lo kecelakaan dan ga bisa lihat anak Lo Jian yang sekarang udah tiga tahun Lo penasaran gak nama anak Lo siapa?..jiandra nama anak Lo,yang dulu udah buat perjanjian sama Anandira..dia tampan kaya Lo enggak ada yang enggak mirip dari Lo,gue kalo lihat Jian serasa liat Lo tau gak?..
Suara Jayden sedikit memburu saat mengatakan setiap kalimat itu..

Waktu itu Jayden masih ingat kejadian kecelakaan yang Alan alami...Alan masih sempat nya tersenyum manis saat melihat Jayden menangis histeris melihat ke adaannya..

Dia sudah sekarat dari kepala nya banyak darah yang mengalir deras..ya akhirnya nyawanya tidak tertolong..dan dia tidak bisa melihat kehadiran anaknya..

“ya udah gue cuma mau ngomong gitu aja..maaf kalo jarang jenguk Lo..gue janji jaga Anandira sama Jian”...

Akhirnya mereka pergi dari pemakaman besar di kota..

Hujan adalah segalanya bagi aku..kalo aku lagi sedih hujan selalu membuatku tenang..

“kalo kamu kangen aku..hujan pasti akan turun..lihat lah hujan pasti membuat kamu tenang”kata kata terakhir sebelum Alan meninggalkan dunia ini..

“selamat tidur ayahnya jiandra..love you”















































Udah epilog aja nih hueee gak kerasa yaa..moga kalian tidak bosen dengan cerita ku ini..sampai jumpa di cerita selanjutnya

Bye see you later..I love you guys😘

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 06, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

RAVEGAS♡ [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang