09

1.9K 223 42
                                        

Sakura melipat wajahnya kesal, "Jadi saat ulang tahun ku nanti, kalian tak bisa pulang cepat?"

Mebuki tersenyum tak enak pada putri satu-satunya, "Maaf ya sayang. Sungguh, jika urusan kantor ini selesai, kami pasti secepatnya akan pulang."

Sakura menghela nafasnya mencoba mengerti pada pekerjaan sang Ayah dan Ibu sebagai pendamping Ayahnya, sebenarnya Ayahnya memiliki sekertaris serta kaki tangan dalam perusahaan H Company milik keluarga Haruno. Namun sang Ibu yang memang dari keluarga terpandang serta latar belakang pendidikan mengenai bisnis yang tidak main-main, Mebuki slalu ikut mendampingi Kizashi dalam perjalanan bisnisnya. Karena dari yang Sakura dengar, H Company akan membuka anak cabang di beberapa negara secara bersamaan.

"Baiklah. Tapi kalian harus berjanji agar membelikan aku kado yang sangat aku suka!" Sakura kembali tersenyum agar Ibunya tak lagi merasa bersalah.

"Tentu, nak. Putriku ini harus diberikan kado yang terbaik dari yang terbaik." Mebuki mengelus rambut Sakura yang semakin memanjang, "Kau sangat cantik dengan rambut panjang ini."

"Benarkah?" Sakura mirip seperti anak kecil yang sangat polos sekarang, "Tapi laki-laki yang aku sukai, tidak menyukaiku."

Mebuki bisa melihat raut wajah Sakura yang lesu, "Bukannya tidak. Tapi belum." ia mengelus pipi Sakura yang tampak berisi, "Putriku ini sangat cantik, pasti banyak yang jatuh cinta padamu. Hanya saja kau terlalu fokus pada satu orang yang kau kejar, sampai lupa dibelakangmu pasti ada yang mengikutimu."

Sakura kembali tersenyum cerah, bicara dengan Ibunya benar-benar membuatnya nyaman.

"Apa cinta-cintaan. Sekolah dulu, baru pikirkan soal cinta." dan Ayahnya melunturkan senyum Sakura yang sedari tadi mengembang.

"Seperti Daddy tidak pernah muda saja." balas Sakura sewot.

Kizashi meminum kopinya, "Tapi Daddy sekolah dengan tekun."

"Daddymu terlalu tekun sampai punya segudang nomor telpon perempuan saat masih sekolah."

Sakura menyemburkan tawanya mendengar sindiran sang Ibu, "Waw, ternyata yang Daddy tekuni di sekolah itu ternak perempuan..."

"Mereka hanya teman-temanku. Kenapa kau bahas lagi." Kizashi tampak kesal sekarang karena sindiran sang istri.

"Tapi mereka tak hentinya mengirimkan kau pesan, dan kau slalu bertemu mereka di hari-hari yang berbeda." balas Mebuki tak mau kalah.

Sakura hanya bisa terus tertawa mendengar perdebatan kedua orang tuanya, Kizashi dan Mebuki menikah karena saling mencintai sejak sekolah menengah. Mebuki pernah bercerita bahwa Kizashi sengaja membuatnya cemburu karena ingin tau apakah Mebuki punya rasa yang sama atau tidak, karena Mebuki adalah tipe perempuan yang acuh jadi Kizashi hanya dibuat kalang kabut sendiri. Sampai lulus sekolah dan kuliah, Kizashi slalu mengikuti Mebuki sampai dimana ia telah memegang kendali H Company barulah ia berani melamar Mebuki.

Sakura ingin kehidupan cintanya semanis itu, tapi disini Sakura lah yang mengejar sang pujaan hati.

Bukankah ia sudah bertekad untuk berhenti?

.

.

.

.

.

.

.

.

Motor-motor itu datang secara bergerombolan, slayer hitam bertanda mereka adalah sebuah perkumpulan yang cukup terkenal.

Sang ketua mengikat ujung slayer pada sisi celana, ia turun dari motor besarnya lalu langsung bertemu pandang dengan sepasang Emerald yang juga baru turun dari mobilnya.

F*ck(ing) LOVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang