untuk bab flashback ini bakal ada beberapa bab ya! hope you enjoy the story!
----------
pagi pagi sekali Doyoung datang ke sekolah untuk melaksanakan jadwal piketnya walaupun kepagian sekitar jam 6 kurang, padahal jam masuk masih 1 jam lagi. sangat rajin wajib dicontoh tapi ya ngga kepagian juga - author.
dimulai dari merapikan meja dan kursi, menyapu kelas yang terlihat seperti sudah 5 tahun tidak dibersihkan, selanjutnya membersihkan jendela serta papan tulis. setelah selesai ia tak langsung duduk menunggu jam masuk itu akan membuatnya bosan setengah mati.
Doyoung mengeluarkan ponselnya dari saku celananya ( jangan dicontoh takutnya hilang ponsel kalian nanti - author ) ia berjalan jalan ke taman sekolah yang menjadi pertemuan pertamanya dengan adek kelas tinggi itu.
"kok dia ngga chat ya? maybe lupa sih keknya"
aku menyukai taman ini karena cantiknya mengingatkanku pada bunda yang saat ini sedang bekerja dengan papah ke luar negri, herannya kenapa aku enggak diajak ya? takutnya pulang pulang bawa anak nanti.
hush ngga boleh gitu Doyoung ngga baik berpositif thinking - author
bercanda oke lanjut --
aku memandangi keindahan taman dengan merenung bagaimana jika aku tidak bisa mendapatkan pasangan? aku iri dengan Yedam, tapi apa gunanya mempunyai pasangan? hanya membuang waktu saja. Doyoung sering kali melamunkan hal yang tidak logis sama sekali, kadang ia bertanya mengapa dia tak pernah di sukai orang padahal dia udah nolak 15+ human ish ish ish ngga bersyukur.
Doyoung berjalan menyusuri taman itu dan ia menemukan ada orang yang tampak familiar baginya, setelah dilihat lebih dekat ternyata itu Haruto orang yang mengajaknya berkenalan kemarin.
"hai, Haikal kan?"
"aa- ah Dobby hyung halo"
"nee, kenapa kamu kemarin tidak menghubungiku sama sekali?"
"aishh, gomenasai aku lupa"
"ouhh, daijobu"
mereka saling bercerita banyak hal tentang diri mereka, hobby, tempat asal, bahkan hal random yang sama sekali tidak masuk akal. setelah berbincang lama sekali bel masuk berbunyi, Haruto dan Doyoung berpisah karena berbeda tingkatan.
***
hari ini sangat melelahkan dari harus datang pagi sampai pulang kesorean karena masih mengurusi masalah eskul yang kedatangan banyak adek kelas sampai Doyoung pusing harus bagaimana sebagai ketua eskul ia harus bekerja keras demi meningkatkan kualitas eskulnya sebelum kelas 12. di kelas 12 nanti murid yang mengikuti eskul harus berhenti demi memfokuskan diri pada pembelajaran.
Doyoung pulang dengan keadaan yang benar benar pucat, ia merasa badannya tidak enak apakah ia demam tapi ia malas untuk membeli obat karena apotek sangat jauh dan juga ia tak mau merepotkan siapa pun. Doyoung masuk ke kamarnya dan membanting tubuhnya ke kasur ia menarik selimut mencoba untuk tidur tidak bisa, sungguh kali ini sakit yang ia rasakan berbeda tak seperti biasanya. tiba tiba ada notifikasi masuk siapa dia? Haruto?
Haikal
: hallo, sudah pulang?
ahh memang benar itu Haruto, Doyoung menamai kontaknya tadi saat berada di taman jadi kontaknya tak bernomor lagi.
sudah :
setelah Doyoung mengirim pesan itu tiba tiba Haruto menelponnya bukan telpon biasa melainkan video call
Haikal is calling
halloo? Dobby Hyung apakah kamu baik baik saja?
i-iya aku- *haccuh*
kamu seperti tidak baik baik saja, kamu demam? sudah minum obat?
ahh yaaa, belum aku tidak kuat untuk membeli obat
aku belikan ya?
tidak, tidak usah repot repot
tidak apa aku matikan dahulu yaa, aku akan kesana. ahh jangan lupa share locatian ya
tidak-
Doyoung ingin menjawab tidak tapi panggilan video itu dimatikan sepihak oleh Haruto, setelah itu Doyoung share locatian ia tak tega jika Haruto sudah membelikan obat tapi tak tau dimana rumahnya.
setelah menunggu selama 20 menit Haruto pun sampai di rumah besar milik Doyoung, ia membunyikan klakson motornya dan Doyoung turun ke bawah untuk membukakan pintu, Haruto kaget melihat wajah Doyoung yang sangat pucat seperti mayat hidup
"Dobby Hyung kamu baik baik saja kan? sudah makan?"
"eeung?? belum"
"aishh kenapa tidak bilang tadi dan kenapa aku tidak tanya juga ya"
Doyoung hanya tertawa kecil setelah itu ia pingsan ditempat, Haruto bergegas menopang tubuh Doyoung agar tidak jatuh ke tanah. ia mengangkatnya dan membaringkannya di sofa ruang tamu, karena ia tak tau kamar Doyoung yang mana saking besarnya :).
ia menunggu Doyoung sadarkan diri, lihat itu wajahnya sangat cantik bukan? apakah kamu tersepona eh terpesona dengan kecantikannya? ahh apa yang kamu pikirkan Haruto. Doyoung pun akhirnya membuka matanya Haruto sangat lega dengan sigap ia memberikan air putih kepada Doyoung.
"kepalamu pusing?"
"hemm" jawab Doyoung sambil mengangguk kecil.
"makan dulu ya? dikit aja biar bisa minum obat" Haruto mendapatkan makanan darimana? ia membelinya tadi saat Doyoung masih dalam keadaan pingsan, membeli online sih karena tak mau meninggalkan Doyoung yang masih pingsan takutnya tiba tiba bangun.
Doyoung hanya menurut saja perkataan Haruto, ia memakan makanan itu hanya sedikit sekitar 5 suapan dan meminum obat yang Haruto berikan.
"besok tidak usah masuk saja jika masih sakit"
"tapi aku masih mengurusi eskul"
"kamu ini, nanti jika pingsan lagi bagaimana?"
perkataan Haruto benar yang ada aku hanya merepotkan mereka saja, aku tak enak jika sering merepotkan orang lain.
"iya iya, ini sudah sangat malam kamu tidak ingin pulang?"
"benar sudah jam 10 malam, baiklah aku pulang dulu jaga kesehatanmu besok pagi akan aku jenguk lagi" ucap Haruto sambil mengelus kepala Doyoung. wajah Doyoung bagaimana? sudah pasti memerah seperti tomat.
"humm, tidak usah repot-repot"
"bye bye bubby"
"kok bubby?"
"bunny Dobby" jawabnya dengan melangkah keluar rumah.
ahhh apa yang dia lakukan tadi? dia mengelus rambut ku?? ohh yang benar saja, dan kenapa wajahku memerah tadi akhhhh jinjja.
SIAPANIH STAN HARUBBY
CEE U NEXT CHP BYE BYE
THANKS FOR VOMENT 💗💗💗
KAMU SEDANG MEMBACA
my world ( Hwanyoung )
Jugendliteratur"so, can i have you" .... Multi language. semuanya hanya fiksi saja, jika ada kesamaan mungkin kebetulan saja. 100% dari otak author gracias por leer - author
