Tanks ya guys buat 1,43 RB read nyah 🙏
Happy reading
_____________________________________
"Ya enggak lah Azizi Shafa asadel cici gak bakal ninggalin kamu, kalo gk ada kamu rasanya hampa gitu" ucap Shani memeluk Azizi di susul Gracia.
Siangnya ketika imo, mommy,Gita,dan Chika sedang pergi membeli camilan dan bumbu dapur yang habis mereka menyempatkan untuk segera melepas engkel Zee yang di saran kan dokter tadi pagi dan sekarang kaki Zee sudah mulai membaik, tak bengkak lagi
"Oky Zoya denger kan kata dokter tadi jangan lari lari yah walaupun kaki Zoya udah membaik tapi Zoya belum sepenuhnya membaik jadi nurut kata kata Cici dan ci ge oke cantik...muach" ucap Shani memperingati lalu mencium pucuk kepala Zee yang ada di depannya sedang berada di kursi roda
"Iya ci bawel ih" kata Zee tersenyum lucu,
Chup...
Zee dapat ciuman dari Gracia di pipi kanan nya karena ia tak tahan lagi dengan muka Zee yang begitu lucu ketika tersenyum
"Lucu banget sehh pipi nya embul banget jatuh jatuh gitu, kayak dumpling dek pen di makan rasanya..... gherrrrrr" gemas Gracia mencubit pipi Zee setelah mengucap kan kalimat itu
"Iiihhhh Cici mah jangan cubit cubit cukup cium ajah sakit taokk" rengek Zee
"Iyah Iyah dede embulll" ucap Gracia lagi.
Mereka sampai terlebih dahulu di rumah,Zee sudah berada di kamar Shani karena tidak mau tidur sendiri, Gracia menemani Zee di kamar Shani, kalau Shani sedang membantu mommy dan imo nya memasak makan siang untuk mereka semua.
Setelah semua selesai makan Gita dan Chika baru sadar jika mereka tak melihat Zee dan Gracia sejak tadi pagi mereka pergi membeli camilan dan bumbu dapur
"Ci..... Cici liat ci ge Sama Zoya gk?" Tanya Chika di angguki Gita, Shani bingung harus menjawab apa tapi muka bingung nya Tak terlihat oleh mereka semua
"Emm zoy sama Gracia tadi izin pergi keluar buat beli es cream, tenang aja nanti Cici bakal ambilin makanan buat mereka biar pada makan di kamar aja" ucap Shani tersenyum lembut
"Oh gitu ci emm... Ci kata mommy nanti malem kita semua bakal berangkat ke Korea" kata Gita
"Hah!, Serius my?" Tanah shani syok
"Iya kalau bukan malam ini kita semua bakal kelewat eventnya mommy" jawab zean di angguki zoa
"Oh yaudah my aku packing deh habis ini, oh ya my baju zoy udah mommy masukin semua ke koper? Gracia kemaren siapa yang packing in?" Tanya Shani panjang
"Belum semua mommy packing in mommy udah ketiduran duluan pas packing" jawab zean santai
"Kalo baju gre mommy baru masukin ke satu koper belum dua lagi" ucap zean kembali menunjuk arah salah satu koper Gracia yang terisi penuh
"Yaudah baju gre biar aku aja yang packing in" ucap Shani
"Shan kamu emang tiap mau bepergian keluar kota atau negri bareng mereka kamu yang packing in baju nya" tanya zoa yang berada di samping Shani
"Gk juga mereka berdua kadang bisa sendiri kadang minta tolong karena pada mau sekolah, kecuali Gracia kalo Gracia aku usahain untuk dia sendiri yang packing karena udah dewasa juga, kalau zoy emang harus aku yang packing in gk pernah dia yang packing sendiri aku gk bolehin" jawab Shani panjang
"Wow bagus banget ajaran mu Shan, apa karena zoy anak bungsu jadi di gk di bolehin packing sendiri?" Lanjut zoa
"Salah satunya juga itu, tapi aku lebih prepare aku yang masukin barang barang zoy, dia itu anak nya sensitive jadi aku harus over protective sama dia walaupun aku ke adik adik ku yang lain juga protective tapi buat Zee aku gk bisa kasih ke siapa siapa emang harus aku sendiri,contohnya harus nyiapin obat obat nya Zee yang suka rewel kalo lagi di pesawat, dan yang bisa bikin anteng zoy juga cuman aku jadi susah kalo ada orang lain dan aku juga gk mau ada orang lain" ucap Shani zean dan zoa pun tercengang seprotective itu kah Shani pada adik adik nya, Gita dan Chika hanya menikmati salad buah yang di hidang kan tadi karena mereka sudah biasa di protective oleh Shani dan banyak larangan darinya dan mereka juga terima saja karena bagus untuk mereka
"Kalian berdua pernah risih gk di protective in ci Shani" tanya zoa yang bingung karena Gita dan Chika hanya menikmati salad buah dengan santai
"Gk malah kita pikir itu bagus untuk perkembangan kita aturan aturan yang ci Shani buat gk pernah keluar batas malah kita suka tapi kadang kita kesal karena cuma dapat satu kali makan mie instan dalam satu bulan tapi aku tau itu baik buat aku, ya kan ci Shani" ucap Gita mengembangkan senyumnya yang menampakan gigi rapi nya itu ke arah Shani, di balas ciuman dari Shani Chika pun dapat
"Aku ke atas yah mau nganterin makan buat gre sama Zoy,Gita Chika tidur ke kamar belajar satu jam habis itu tidur 3 Jam lalu mandi siap siap ke airport,nanti bajunya Cici taro di lemari kalian kali udah selesai di gosok" ucap Shani.
"Ge Zoya ayo makan yok Cici siapin" ucap Shani
"Iya ci" ucap mereka, akhirnya Shani selesai menyuapi mereka berdua makan
"Gre mau Cici yang packing in atau mau sendiri" tanya Shani lembut
"Aku minta tolong Cici aja yah hari ini aku ada jadwal showroom" jawab Gracia
"Yaudah gapapa, gre shalat dulu ya sebelum showroom" ucap Shani yang di angguki Gracia.
"Zoy bajunya yang mana yang mau di bawa, terus pisahin yang mau di pake ke airport biar Cici bisa gosok sekalian sekarang" ucap Shani lalu Zee pergi mengambil baju baju yang akan ia bawa ke Korea nanti
"Oh ya zoy tolong ambil, obat,minyak telon segala macam perlengkapan kamu di meja rias kamu semuanya yah" ucap Shani dan Zee pun menurut
"Ci, mau tidur" ucap zee dengan mata sayu
"Yaudah ayo tidur bentar habis itu bantuin cici gosok baju bareng mbak ya" ucap Shani lalu membawa Zee masuk ke dekapannya supaya ia tertidur
Okeh guys tunggu Kamis lagih yah xixixixixuxi✌️
KAMU SEDANG MEMBACA
Zoya adalah Venus• {END}
Fanfiction"ci ge,Cici"-zee "ada apa cantik" - Gracia dan Shani menoleh secara bersamaan "aku boleh capek dan nangis gk sih ci,jujur aku capek banget tapi mommy bilang gak boleh capek harus kuat anak cewek kok sering capek dan nangis gk boleh lemah, terus hab...
