kabar buruk

1.5K 105 7
                                        

"Zoya!! Kenapa sayang?" Tanya Gracia panik

______________________________________

"Permisi nona muda saya ingin mengabar kan bahwa nona besar zean,zaya,Gaby,zoa, lalu nyonya zuha dan juga tuan zier meninggal......" Ucap seseorang di seberang sana seketika Shani yang mendengar itu tak percaya ia menjatuhkan handphone nya lalu menutup mulutnya sembari berteriak

"Gk! Gk! Mungkin! Hikss!!! Kamu bohong kan!!!" Balas Shani mengambil handphone nya lagi

"Mungkin berat bagi nona muda menerima nya tapi itu kejadiannya nona besar Ara tidak tau keadaan nya bagaimana jenazah nya belum di temukan karena ia terpental cukup jauh dari pesawat milik tuan" ucap pria itu lagi Shani semakin schok dia menangis tersedu-sedu Gracia yang khawatir pun bertanya lalu memeluk Shani

"Ci kamu kenapa ada apa?" Tanya Gracia yang belum tau apa yang terjadi Gita,Chika,Adel,dan Ashel pun ikut menenangkan shani

"Gee hiksss mommy ge hikss!!" Ucap Shani susah berbicara karena menangis

"Mommy,mami zaya,Buna Gaby, mommy zoa meninggal gw hiksssssssssssss!!!" Ucap Shani lagi membuat semuanya menjawab sembari membekap mulutnya masing masing

"Cici bohong pasti gk mungkin kan hikss jangan bercanda ci gk lucu hikss" jawab Ashel yang tak percaya

"Kamu gk percaya cel yang lain juga gk percaya? Kalian tanya sendiri ke orang nya hiksss" ucap Shani pada yang lain ternyata memang benar yang di katakan Shani mereka semua menangis histeris mereka tak sadar jika Zee yang mereka kira tidur ternyata hanya berputar pura tidur

"HIKSSS!!! MOMMY!!! HIKSSS!!" Teriak Zee mencabut infusan dan segala yang ia pakai membuat Gracia yang berada pas sekali di sebelah blankar Zee memeluk Zee dengan erat

"Zoy,zoy!!! Dengerin cici okey hikss!!! No jangan buka sayang hikss tenang ya hikss semua nya baik baik aja sayang hiks!!" Ucap Gracia memeluk erat Zee dengan terus ia kecup karena Zee yang terus memberontak tak lama dokter datang langsung menyuntik kan obat penenang lalu membenarkan alat alat yang tercabut.

"Sebaiknya adik Zee tidak boleh terlalu stres dulu agar tak menghambat pengobatan nya" ucap dokter elin dokter yang sama ketika menangani Zee saat operasi pasca kecelakaan sebelumnya

"Baik dok hikss!" Lirih Gracia yang masih memeluk Zee yang mulai melemah lalu dokter pun keluar dari ruangan Zee

"Gimana ini gre hiks?!" Ucap Shani yang sudah hilang akal karena terlalu banyak masalah datang di waktu yang bersamaan

"Hikss! Aku juga dapet kabar hiks! Dari kak zenya kalau mobil Daddy sama kak Aztec hiksss! Rem nya blong saat menuju rumah sakit tempat jenazah mommy dan yang lain hikss! Berkurang lagi anggota keluarga kita HIKSSSS" kali ini Chika memberi kabar juga,kabar yang tidak baik dari daddy dan kakak laki laki nya

"Daddy dan ka Aztec meninggal di tempat ci" tutur Gita, Gita tak menangis ia menahan tangis nya sedari tadi bahkan itu sangat terlihat oleh Shani

"Hikss!!! Apalagi ini ya tuhan!!!!" Teriak Shani dengan penuh penekanan

"Yaudah gini aja ci hikss! Kalian berlima pergi hikss aja ke rumah sakit tempat jenazah mommy dan yang lain  sampein salam aku sama mommy dan yang lain dan titip juga dari Zee hikss bilang aku gk bisa Dateng karena Zee lagi sakit hikss" ucap Gracia memberi arahan pada Shani yang sudah tak tau arah

"Tapi Gee kamu beneran gk papa??" Di satu sisi Shani ingin melihat orang tua dan Tante Tante nya tapi di satu sisi dia juga khawatir pada Zee

"Yaudah ci,acel tinggal sama ci gre aja hikss" akhirnya Ashel memutuskan untuk tidak ikut agar kakak sepupu pertama nya itu tak semakin stres menghadapi nanti histeris nya dia padahal di hatinya dia sangat ingin pergi melihat ibunya untuk terakhir kalinya

"Jangan udah ayo kita pergi!" Ucap Shani menarik lengan Ashel dan Gita lalu mereka semua pun pergi ke rumah sakit itu.

"Ci...mommy ada di sini kan? mommy di mana dedek kangen!" Ucap Zee riang membuat Gracia tambah menangis lalu memeluk Zee dengan erat,Zee yang tak mengerti pun langsung bertanya pada Gracia

"Ci kenapa katanya ada mommy mana dedek kangen mommy ci hikss!" Tiba Zee mengeluarkan air mata Zee teringat setengah dari yang ia dengar tadi yaitu 'mommy dan yang lain meninggal' itu kata kata yang dia ingat,Zee langsung menangis terisak dalam dekapan Gracia yang juga menangis

"Kita tunggu Cici pulang ya sayang,sekarang kita kabarin kak cinhap sama ka Jinan dulu" ucap Gracia mengambil hp nya berniat menelfon cinhap dan Jinan.

"Ka cin,Nang kalian lagi di mana"tanya Gracia tersenyum namun dengan mata sembab melihat Jinan dan cinhap yang sedang berbahagia menikmati hari libur semester nya

"Lagi piknik gre kok mata kamu sembab gre?" Tanya cinhap khawatir

"Kak cin Nang ada yang mau aku omongin hikss sama Zee juga" ucap Gracia mengarah kan kamera hp nya pada Zee yang mendekap nya erat dan masih mengeluarkan banyak air mata

"Lho Zee kenapa gre kok bisa nangis ada apa gre?!" Tanya cinhap panik Jinan pun ikut panik melihat itu

"Kak cin ka inang hikss! Mommy,bunda,Buna,mami, mommy zoa, beoji meoni udah gk ada hikss!!" Sambung Zee terisak keras membuat cinhap menjatuh kan hpnya Jinan juga schok berat setelah mendengar itu

"Kalian gk bercanda kan?!" Tanya Jinan yang panik nya minta ampun

"Kita serius,apa guna nya kita ngeprank kalian dengan nyawa momm kami sendiri" ucap Gracia yang sudah berhenti nangis cinhap dan Jinan tak bisa berkata kata lagi setelah mendengar ucapan Zee

"Kita flight ke Indonesia hari ini!!" Ucap cinhap langsung mematikan handphone nya.

"Mami hikss!!! Adel nanti sama siapa mih hikss!! Adel mau ikut mami aja hiks!" Kata Adel memeluk erat jenazah ibu kandungnya Ashel pun sama bedanya dia hanya menatap nya saja dengan air mata yang terus mengalir.

"Mommy hikss!! Chika mau ikut mommy Chika gk mau di sini kalau gk Ada mommy hikss!" Lirih Chika tak kalah histeris dari Adel, Gita hanya menatap dengan mata yang sulit di artikan Shani yang sadar akan hal itu pun menarik Gita ke pelukannya

"Nangis aja sayang hikss jangan di tahan hikss sakit Cici ngeliat kamu nahan nangis hikss!" Ucap Shani pada Gita tak lama muncul Isakan yang begitu menyayat hati muncul dari Gita adik yang ia tau tak pernah terlihat menangis kini hancur sehancur hancurnya, Isak tangis Gita semakin cepat karena sesak yang terlalu banyak ia tahan selama ini membuat Shani mengerat kan pelukannya pada Gita, mereka semua sudah kembali lagi ke rumah sakit mereka menunggu sampai besok saat pemakaman tiba dan seluruh anggota keluarga berkumpul.

"Nona muda saya di titipkan kotak ini dari nona besar zean sebelum dia pergi meninggalkan kita semua" ucap pria itu membungkuk lalu Shani membalas nya dengan terima kasih.

"Ini kotak apa ya yang di titip mommy" ucap Shani di dalam ruangan Zee di situ juga sudah ada teman teman dari JKT tapi cuman 16 orang dari sekian banyak member,ada seorang wanita yang masuk tanpa mengucap kan salam lalu langsung memeluk Zee yang terduduk

"Lho kak Anin kok ada di sini bukanya kak Anin ada di Jepang?" Tanya flora yang memang sangat dekat dengan Anin, namun Anin tak membalas nya sangking erat nya ia memeluk Zee, Zee pun sama erat nya memeluk Anin awalnya Zee kaget karena tiba saja Anin masuk langsung memeluk Zee tak lama pelukan itu terlepas

"Hi Shani kenalin aku kakak sepupu kamu cucu pertama meoni kara Aninthea Kim asadel" ucap Anin menjabat tangan Shani sembari tersenyum membuat Shani kaget bahwa Anin adalah keluarga nya

"Hah Anin keluarga?" Tanya Shani yang bingung

"Iya, sekarang buka kotak nya sekarang okey" ucap Anin namun sebelum Shani membuka kotak nya Anin terlebih dahulu berkata

"Jesslyn kamu bisa duduk di sebelah Zee dulu gk? Dengerin baik baik okey" ucap Anin membuat Shani beserta yang lain bingung kenapa jesslyn.
















Uhuhuhuhhhuh ada bau bau ini hahahahahah🦖🙂







TBC.

Zoya adalah Venus• {END}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang