BAB 13: HOW COULD IT BE..

3K 399 259
                                        

~ Happy Reading ~








STRANGE MARRIAGE

Mereka sampai di rumah dalam keadaan hening. Rosé masih bungkam tak berani memulai pembicaraan saat melihat raut wajah suaminya yang memperlihatkan kalau emosi pria itu tengah memuncak. Dia tidak yakin apakah suaminya tidak akan memulai perdebatan tentang janin kembar yang tengah bersemayam di rahim nya.

Rasa takut akan buncahan kemarahan sang suami membuatnya berpikir tidak secara logis. Dia ingin pergi menghindari suaminya kalau bisa. Dia tidak mau hari ini menjadi hari yang akan membuatnya ingin berpisah dengan Jaehyun.

Dia tidak mau. Pernikahan ini ㅡRosé sangat menghormatinya dan dia tidak ingin sesuatu buruk membuat pernikahan ini hancur. Kalau kenyataannya mereka memutuskan tidak lagi mempertahankan pernikahan ini pun bukankah dia harus siap. Karena hubungan mereka di bentuk karena ketidak sengajaan yang aneh.

KLANG

Dentingan keras dari kunci mobil yang dilempar suaminya mengenai tepat meja kaca ruang tengah. Nyali nya kian menciut dan kertas hasil pemeriksaannya tadi sudah lecek karena ia jadikan bahan untuk melampiaskan kegugupannya.

"Jelaskan apa maksud dari pemeriksaan tadi." seru Jaehyun keras. Pria itu menopang kedua tangannya di pinggang. Wajah nya memerah karena amarah, tatapan yang memang sudah tajam itu semakin tajam saat melihat ke arahnya.

"Kenapa kau bisa hamil, Rosé Jeong?" Rosé menundukan wajah tak berani melihat suaminya. "Aku sudah memberikanmu pil pengatur kehamilan, kan? Kenapa kau masih bisa hamil?"

"Suamiku, ku mohon tenang dulu. Kita masih bisa bicarakan ini dengan kepala dingin."

Dengan tangan gemetar, Rosé membimbing suaminya duduk di sofa. "Dokter tadi bilang usia kandungan ku sudah jalan 6 minggu, kalau di hitung-hitung aku sudah lebih dulu mengandung sebelum kau memberikan pil itu."

Wanita itu memberanikan diri menghadapi kemurkaan suaminya. Pria itu perlu di sadarkan atahu kalau tidak kesalah-pahaman ini akan berlanjut sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

"Aku sudah lebih dulu mengandung sebelum kau bilang ingin menunda momongan. Dan aku juga tidak sadar sama sekali, gejala nya baru ku rasakan beberapa hari ini. Kita sama-sama tidak menyadarinya kalau kita sudah kebablasan, dan aku tidak bisa melakukan apapun karena semuanya sudah terlanjur terjadi." ucap Rosé. Dia tidak akan mengatakan tentang dirinya yang tidak meminum pil pengatur kehamilan itu. Tentu saja karena dia tidak ingin mendapat semburan emosi suaminya lebih dari ini.

Jaehyun beranjak dari duduknya dan berjalan keluar setelah sebelumnya mengambil kunci mobil yang tadi sempat ia lempar. Rosé ikut beranjak dan berlari kecil menyusul suaminya.

"Suamiku, kita harus membicarakan tentang ini." Ucapnya.

"Aku tidak ingin membahasnya dulu karena aku tidak tahu harus bersikap bagaimana untuk menghadapinya." kata pria itu dengan nada dingin yang semakin dingin.

"Kau tidak suka dengan kehamilan ku?" tanya Rosé pelan.

Wanita itu mendongak saat tidak mendengar jawaban dari suaminya. Hatinya mencelos saat pria itu melepaskan genggaman tangannya. "Aku tidak tahu." jawab suaminya yang langsung pergi meninggalkannya.

Suara mobil Jaehyun sudah menghilang bersamaan dengan kepergian pria itu. Rosé langsung menjatuhkan tubuhnya tanpa peduli kalau mungkin akan ada salah satu anggota keluarga Jeong yang melihatnya. Tubuhnya yang lemas ditambah dengan kenyataan kalau suaminya sendiri tidak menerima kehamilannya membuat hatinya remuk seperti di pukul palu godam.

[3] STRANGE MARRIAGETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang