Hi! Nggak nyangka aku bakal up setelah lama nggak up T___T maaf ya. Tapi ini udah update lagi hehe. Jangan lupa loh, tinggalin komen sama vote kalian, biar aku semangat!!
Kesan kalian sama cerita ini apa?
Happy reading!
15. DAKSA YANG DIRINDUKAN.
Sore ini Livya dan Mark masih betah duduk di sofa milik Mark. Livya yang terus menundukkan wajahnya membuat Mark sedikit pasrah atas apa yang Livya lakukan. Lelaki itu akhirnya membuang napas dan memalingkan wajahnya.
Kejadian 3 bulan lalu benar-benar membuat peristiwa itu terus melekat pada pikiran Livya. Terutama pada lelaki bernama Jaemin Fernandez. Lelaki brengsek dengan level tinggi, tetapi tidak bagi Livya sekarang.
Baginya, Jaemin adalah lelaki baik, perhatian, penyayang dan memiliki aura yang sangat kuat. Orang-orang mungkin berpikir bahwa Jaemin adalah lelaki berbahaya. Tidak, katakan itu tidak benar. Livya tahu, itu hanya karakter luarnya.
Jaemin dulu adalah orang yang sangat ramah kepada lingkungannya, dia juga sering sekali tersenyum pada orang yang melihatnya dengan tatapan hangat. Namun, semua itu hilang, ia berubah total saat mendapat informasi bahwa Ayah kandung Jaemin meninggal di tempat karena di bunuh.
Hal itu membuat Jaemin dipenuhi amarah dan tak peduli lagi pria ataupun wanita ia akan menghabisinya, jika orang tersebut mencari masalah. Ia menjadi pria gelap mata.
Tragedi pembunuhan tersebut terungkap saat Jaemin mendatangi kediaman ayah tirinya dan berencana membunuhnya sebagai pembayaran atas meninggalnya ayahnya.
Gagal! Rencana Jaemin gagal. Yang ada, ia malah terkena tembakan di bagian punggungnya. Membuat sekujur tubuhnya benar-benar lemas dan tak mampu lagi melakukan apa-apa. Tubuhnya seakan lumpuh, ia tidak bisa bergerak sedikitpun. Kecuali matanya, mata itu merekam jelas bagaimana raut wajah Thomas saat dirinya berhasil kalah di tangan pria biadab itu.
Sekarang, Livya tengah tinggal di Mansion milik Mark. Sahabat karib Jaemin.
"Ini sudah 3 bulan, Livya. Kau masih memikirkannya? Aku tahu kau pasti rindu. Tapi tidak seharusnya separah ini," ujar Mark memegang punggung tangan Livya dengan ibu jari yang bergerak menyapu lembut punggung tangan itu.
Livya menoleh dengan tatapan sedihnya. "Mark, maaf. Tapi aku masih belum bisa menerima ini. Apalagi dengan info tentangnya. Dia meninggal atau tidak, aku tidak tahu."
"Meninggal atau tidak aku juga tidak tahu. Nomor Jaemin juga tidak bisa di hubungi. Beberapa hari lalu aku melewati Mansionnya dan pertanyaan pada penjaga rumah. Dia mengatakan Jaemin tidak ada di dalam," jelas Mark yang membuat Livya menatapnya dengan lemas.
"Dan saat aku bertanya beberapa hal lain tentang Jaemin. Orang itu benar-benar tutup mulut. Tak mau mengatakan semuanya."
"Bawa aku pergi ke sana." Mark menggelengkan kepalanya. Baginya, tempat tinggal Jaemin dan apapun itu yang berhubungan dengan Jaemin, menjadi tempat yang berbahaya menurutnya. Mark tidak mau gadis yang sangat ia cintai dalam diam ini terluka.
"Tidak, tidak. Kau lupa waktu kita pergi ke sana bersama? Kau hampir tertembak. Sekarang itu menjadi tempat yang berbahaya untukmu. Kau tidak boleh ke sana."
"Mark.. tapi aku merindukannya. Aku hanya bertemu beberapa menit dengannya waktu itu," lirihnya.
Kalimat 'Aku merindukan' membuat Mark sedikit merasakan api cemburu. "Yeah, I know that. Tapi, kau juga harus mengutamakan keselamatanmu, Livya." Mark benar-benar serius, dia sangat mengutamakan keselamatan gadis ini. "Kita akan pergi berbelanja, lalu makan malam. Beli sesukamu yang ada di sana nanti. Dan beli keperluan untuk kita pergi ke Canada."
KAMU SEDANG MEMBACA
SIT DOWN! | JAEMIN
Mystery / ThrillerSeorang gadis yang tak sengaja berurusan dengan seorang lelaki mafia, membuat dirinya harus mengikuti semua perintahnya. Jika tidak, dia bisa mati. Jaemin Fernandez, itu namanya. Mafia muda yang mempunyai perusahaan besar serta kepala mafia 'Fernand...
