HAPPY READING
09
Sudah pukul sembilan malam dan pria itu belum turun dari perpustakaan dan ruang kerjanya, Felix menunggu dengan sabar di meja makan jika saja pria itu turun. Ia rela memundurkan jadwal makannya meski perutnya sudah minta diisi.
Ia mencoba memastikan kesana mungkin pria itu tertidur atau memang sibuk, dia akan minta izin makan lebih dulu.
Sesampainya di depan pintu berwarna coklat itu ia menelan salivanya gugup, apalagi Hyunjin habis memarahinya. Bagaimana jika pria itu masih marah dan tidak suka dia disini.
Terjadi pergolakan batin.
Tapi ia lapar, dan Felix tahu betul semenjak ia hamil makan menjadi prioritas utamanya.
Ia mengetuk pelan tiga kali sebelum akhirnya membuka pintu itu sedikit, ia memiringkan tubuhnya mengintip ke dalam mencari sosok itu dari kejauhan.
Matanya menangkap jika Hyunjin tertidur pulas di atas meja kerjanya. Felix bernafas lega karena pria itu benar-benar tertidur dan tidak marah lagi.
Ia mendekati meja itu sesekali melihat ruang kerja yang begitu asing baginya ia belum pernah memasukinya karena selalu terkunci ketika ia berusaha membersihkan.
Baru saja ia ingin menyentuh punggung pria itu, matanya menangkap kotak cincin beludru yang tidak asing, dan juga selembar foto. Dengan spontan ia menarik foto itu pelan dan melihatnya dari dekat.
Dua sosok yang sedang berdiri berdampingan dengan senyum lebar mereka. Felix mengenal pria itu karena wajahnya tidak jauh berbeda dari Hyunjin sekarang, tapi ia tidak pernah melihat wanita itu. Apa perempuan itu datang ke acara pernikahan mereka?
"Apa yang kau lakukan?!" Hyunjin tiba-tiba saja bangun mengejutkan Felix hingga terjungkal ke belakang.
Ekspresi Felix terlihat begitu ketakutan dan Hyunjin merasa bersalah ia beranjak dari kursinya hendak menolong Felix tapi pemuda itu lekas berdiri mengambil langkah seribu.
Ia terpaku dengan adegan apa yang baru saja ia lihat.
Bukankah seharusnya ia yang marah karena pemuda itu masuk begitu saja dan menyentuh barang-barang miliknya.
.....
Setelah mendinginkan kepala beberapa menit Hyunjin berniat mencari Felix menanyakan keadaan pemuda itu karena ia sempat jatuh dan dirinya merasa bersalah. Lagipula pemuda itu sedang hamil.
Ia langsung berjalan menuju kamar dimana Felix dan ia biasanya tidur, ia tidak mengetuk pintu dan langsung membukanya.
Nihil.
Felix tidak ada disana tapi ia masih melihat tas pemuda itu terletak di atas tempat tidur.
Ia mencari di tempat lain, dapur dimana biasanya pemuda itu menghabiskan kebanyakan waktunya, ia tidak menemukan apapun kecuali makanan yang terhidang rapi dan dingin. Seperti sudah disana selama beberapa jam.
Melihat itu Hyunjin semakin merasa menjadi penjahat, mungkin saja Felix mncoba memanggilnya makan malam dan membangunkan dirinya ketika ia tertidur kemudian melihat foto itu.
Ia juga akan melakukan hal yang sama jika diposisi Felix, dan ia malah menuduh pemuda itu masuk begitu saja dan menyentuh barangnya.
.....
YOU ARE READING
Cherry Blossoms after Winter
Fiksi PenggemarHYUNJIN-FELIX ⚠⚠WARNING⚠⚠ Rated: R-Restricted [17+] Genre: Fanfiction, Romance, Drama, Tragedy Tags: #singleparent, #agegap, #nanny, #boss-employee, #mpreg, #pastmemories, #angst, #mentalhealth Hyunjin adalah seorang single parent, membesarkan seora...
