RAGA-11

1.1K 72 26
                                        

Hallo ketemu lagi!!

Jangan lupa vote dulu ya!

Kalian bisa tandai jika ada typo, makasih!

Kalian bisa tandai jika ada typo, makasih!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Hahahaha!"

"Pr apa?"

"Matematika bego!"

"Ih mulut lo minta gue sumpel?"

Pandangan Aila lurus menatap meja. Gadis itu tak mengindahkan segala celotehan yang Rengga dan Sabrina katakan. Pikiranya sangat kacau sejak pulang dari rumah Raga kemarin. Tentu saja karena pembicaraan tentang Devan yang telah Raga mulai.

Bisik-bisikan dari Raga masih terngiang jelas ditelinganya.

'Lo bilang gue musuh Devan kan? So? Gue tentu bakal bantu lo buat lihat sifat asli Devan. Kenapa harus ragu? Devan sama sekali gak ragu buat selingkuh dibelakang lo.'

Harus berapa kali Aila katakan pada cowok itu? Bahwa Devan belum tentu selingkuh. Ya Devan belum tentu selingkuh darinya. Aila menyandarkan tubuhnya ke tembok, termenung.

Ini sudah hampir bel masuk, dan Raga belum juga datang. Aila lebih leluasa duduk dibangku cowok itu, tentu rasanya sangat enak kala bisa menyadarkan tubuh ditembak dengan leluasa.

"Ai ai, lo udah kerjain pr matematikanya?" Sabria duduk dibangkunya, dengan heboh bicara dengan Aila.

"Gue kemarin bolos kan?" Gumam Aila.

"Kemarin mah nggak ada mtk, pr nya udah dari Minggu lalu."

Aila mendongak, terbengong sebentar untuk mengingat-ingat. "Udah," jawabnya. "Cari aja di tas."

"Ah Aila lo emang kesayangan gue deh," ujar Sabria semangat sambil mengobrol abrik isi tas milik Aila.

Bel masuk berbunyi bersamaan dengan Raga yang datang bersama dengan Geisyara dari arah pintu kelas. Mereka tampak berbincang santai. Raga dengan tas yang menyampir di lengan kanannya dengan Geisyara yang tampak membawa beberapa tumpukan buku. Sepertinya buku dari perpustakaan untuk materi hari ini.

Kedatangan mereka tentu menjadi atensi seluruh anak kelas. Termasuk Aila, Rengga, dan Sabrina. Jangan lupakan bahwa Raga menjadi artis dadakan disekolah ini karena kasusnya yang bertengkar dengan Devan di hari pertama. Tak lupa Geisyara yang sangat cantik, pendiam, dan lembut itu yang menjadi idaman para anak laki-laki di kelas. Mereka mulai berbisik-bisik disusul dengan suara teriakan menggema Rengga diseluruh penjuru kelas.

"LO BABI! BISA-BISANYA BARU DATENG BANGSAT!" umpatan Rengga terdengar keras. Raga terkekeh mendengarnya, cowok itu mengedikkan bahu acuh sambil berjalan kearah mejanya bersama Aila.

"Bel nya baru aja bunyi ya anjing," balas Raga kemudian. Cowok itu menatap Aila yang masih anteng duduk di kursinya. "Minggir," ujarnya sambil menampilkan senyum manis.

Bagi Aila, senyum manis itu sangat menyebalkan. Senyum itu juga terkesan memaksa dan lebih kearah mengejek. Mungkin Raga tau bahwa Aila pasti sedang memikirkan perkataannya semalam.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 11, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

RAGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang