Nineteen

1.3K 110 8
                                        

4 jam kemudian

Di Bandara

Fort sudah menunggu noeul dari 15 menit yang lalu, hatinya tidak karuan. apa benar noeul ini adalah noeul yang sama ia temui di Pattaya atau bukan.
semua pertanyaan itu memenuhi kepala fort.

Tetapi...

Fort melihat laki-laki mungil dan imut membawa koper berjalan menuju pintu keluar, yang ia yakini benar itu adalah noeul yang ia temui di Pattaya.

"Noeul?"
fort menghampiri noeul

"Tuan fort"

"Apa benar kamu noeul yang alan maksud?"
bingung fort yang masih memandang wajah noeul tidak percaya

"Iya benar itu aku tuan"
senyum noeul, seketika fort memegang kepalanya kuat

"Ya Tuhan bagaimana bisaaaa, kenapa dunia ini sempit sekali"
kata fort

"Tuan fort maafkan aku"
kata noeul

"Tidak tidak, jangan meminta maaf. kau tidak salah apapun noeul, aku hanya bingung sedari tadi, ternyata kau adalah orang yang boss tunggu, aku yang bodoh tidak memberitahumu bahwa boss adalah saudaraku waktu itu. jika saja aku tau mungkin tidak akan seperti ini noeul, keadaannya sangat tidak baik-baik saja"
fort terlihat sangat sedih

"Tuan semua terjadi adalah takdir, aku bertemu denganmu juga takdir"
jawab noeul tersenyum yang diikuti fort tersenyum melihat noeul

"Baiklah, kita harus segera bertemu anak nakalmu itu"
kata fort, noeul tersenyum

-
-
-
-
-

Putih pucat terlihat sangat lemah diruang perawatan, boss belum sadarkan diri sejak operasi hingga sekarang. ia terlihat sangat tenang dengan matanya yang tertutup rapat, wajah itu tetap terlihat sangat tampan seperti biasanya, hanya saja kali ini ada kesedihan disana. orangtua boss setia menunggunya bahkan alan selalu mengecek keadaan boss setiap saat. nyonya jane tidak terlihat baik-baik saja, ia sangat mencintai anak semata wayangnya. nyonya jane sangat tidak tega melihat keadaan boss seperti sekarang, baru-baru ini boss cerita tentang apa yang ia rasakan, yang nyonya jane pahami, boss sangat mencintai noeul. boss tidak pernah seperti ini sebelumnya. semua orang menunggu kedatangan noeul, orangtua boss sangat berharap noeul bisa menjadi obat untuk anak semata wayangnya.

noeul dan fort berjalan menuju ruang perawatan boss, ibu dan ayah sudah menunggu noeul dan fort di depan ruang perawatan.

"Ibu jane, ayah noeul sudah datang"
orangtua boss langsung menengok ke arah suara

"Selamat malam tuan dan nyonya, saya noeul"
noeul memberi salam pada orangtua boss

"Nak, tolong anak kami, dia tidak bisa hidup tanpamu tapi kami tidak bisa hidup tanpanya"
nyonya jane menghampiri noeul sambil menangis dan memegang tangan noeul

"Nyonya maafkan noeul, gara-gara noeul tuan boss menjadi seperti ini maafkan aku"
noeul menangis meminta maaf

"Tidak..tidak nak kau jangan meminta maaf, kau tidak salah apapun, kami hanya berharap kedatanganmu bisa memberi kekuatan untuk anak kami"
ibu jane menangis memeluk noeul

"nyonya..tuan boss sangat kuat, aku yakin ia bisa melewati ini"
yakin noeul memegang lembut tangan nyonya jane

"Maafkan anak kami nak. kami mohon padamu untuk tidak menjauh dan pergi dari anak kami lagi. kami tidak sanggup melihatnya tersiksa seperti ini lagi, apa kamu bisa?"
kata nyonya jane yang masih menangis

"Baik nyonya, aku berjanji akan bersamanya"
noeul tersenyum, lalu nyonya jane memeluk noeul lagi

"Panggil aku ibu nak, aku juga ibumu"
nyonya jane mengelus punggung noeul lembut, noeul baru ini merasakan pelukan tulus dari seorang ibu, noeul tidak bisa menahan rasa senang dihatinya

Storm and Silence.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang