Twenty🔞

2.1K 106 14
                                        

Kisah hidup noeul diibaratkan seperti awan mendung yang menunggu waktu hujan, awan mendung yang suatu saat akan menteskan air hujan, membasahi bumi, mengairi permukaan, menumbuhkan pepohonan dan berbagai keindahan-keindahan lain. Walaupun ada suatu masa awan mendung itu belum meneteskan air hujan tapi setidaknya orang-orang merasakan teduhnya.

-

Mungkin ini saatnya awan mendung itu menteskan air hujan dan membuat keindahannya.
----------------------------------------------------------

Boss sudah pulang kerumah tapi bukan dirumah utama ayah dan ibunya tapi dirumahnya sendiri, orangtua boss mempercayakan anaknya pada noeul. noeul sudah berjanji akan merawat boss, noeul membersihkan rumah, memasak, dan merawat semua kebutuhan boss dari mandi hingga pakaian yang dikenakan, noeul sudah mengisi isi kulkas dengan sayuran, daging, ayam, ikan, dan minuman sehat karena boss hanya mengisi kulkasnya dengan wine dan minuman mahal lainnya yang noeul tidak tau apa saja. noeul menjelma layaknya istri yang mengurus segalanya dirumah besar ini.

Noeul merasa bersyukur berada di tengah-tengah keluarga boss, keluarga yang terlihat sangat hebat dari luar ternyata sangat hangat didalamnya, nyonya jane sangat baik, untuk pertama kalinya noeul merasakan pelukan hangat dan kasih sayang dari seorang ibu, keluarga boss sangat sempurna. noeul sangat mengaguminya dan ingin bertahan lama ditengah-tengah keluarga ini.

Noeul menjalankan apa yang tidak pernah ada dibenaknya, noeul sangat menghormati dan menghargai boss, terkadang noeul merasa tidak pantas untuk bersanding dengan orang yang sangat disegani dan dihormati semua orang, noeul hanya orang biasa dengan kisah hidup yang biasa dan sangat sederhana. noeul tidak tau apa yang ia jalani sekarang, tanpa status apapun noeul merasa nyaman asalkan bersama boss. noeul tau jika boss mencintainya itu sudah cukup baginya. Apapun yang terjadi kedepannya noeul sudah siap.

-

Hari ini masih pagi tapi hujan turun sangat deras, belakangan ini Bangkok diguyur hujan membuat suasana semakin dingin dan hening dirumah besar yang hanya ia dan boss tempati, seperti sekarang boss masih tidur terlelap tapi noeul sudah turun kebawah untuk mencuci baju dan membuat sarapan sederhana untuk boss. noeul tidak suka memakai piyama saat tidur, ia hanya menggunakan kaus kebesaran dan celana kain berbahan tipis panjang yang menambah kesan imutnya.

noeul naik kelantai atas menuju ke kamar yang bernuansa hitam pekat dan beraroma khas milik boss.

"Phiii"
noeul membangunkan boss dengan suara lembutnya, tapi boss belum juga bangun

"Phiii....mm sayang"
dengan malu

"Eunghhhh"
lenguh boss

"Ayo sarapan, aku sudah membuat nasi goreng"
kata noeul

"Aku ingin ke kamar mandi sebentar"
kata boss

"Ayooo"
noeul membantu boss untuk bangun dari tempat tidurnya dengan hati-hati

"Kepalaku pusing"
kata boss tiba-tiba

"Pelan-pelan phi"
noeul dengan sangat hati-hati menuntun boss kekamar mandi

"Phi ingin cuci muka dan sikat gigi?"
tanya noeul

"Iya, aku ingin mandi juga"
jawab boss singkat

"Baiklah sini"
noeul mengambil kursi dan membawa boss untuk duduk

"Tolong cukur ini"
boss menunjuk kumis dan dagunya

"Emm baiklah"
noeul mengambil shaver dan cream

"Kemari"
noeul mendekatkan wajah boss dan mengoleskan cream di wajah boss, boss memperhatikan noeul

Storm and Silence.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang