1| terlambat masuk

110 65 38
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

Prang.

Suara pecahan kaca itu terdengar jelas di pendengarannya. Laki-laki itu diam, menundukkan kepalanya menahan semua caci makian dari sang ayahnya─Devandra.

"Sudah saya bilang, jangan pernah kamu berani-berani makan bersama kami! Saya tidak napsu makan gara-gara kamu. Dasar pembunuh!"

Suara laki-laki bertubuh bongsor menggelegar di ruangan makan bernuansa putih dengan empat orang yang duduk di kursi rotan saling berhadapan. Tidak ada yang berani bersuara, bahkan ibu tirinya diam tak berkutik ketika anak sulungnya di bentak oleh ayahnya sendiri.

Semenjak sang ibu kandung Gerald meninggal karena melahirkan, sejak itu juga mulailah penderitaannya. Ayahnya sendiri mengatakan ia adalah pembunuh.

Tangan laki-laki itu mengepal dengan kuat menahan semua rasa sakit yang teramat dalam di hatinya. Wajahnya yang indah itu sedikit lebam sebab semalam ayahnya mabuk dan memukuli dirinya dengan brutal.

Gerald meneguk saliva dengan kasar, lalu berdiri dari tempat duduknya. "Maaf, Yah. Gerald tidak bermaksud begitu, Gerald─"

"Saya tidak butuh penjelasan kamu! Sekarang lebih baik kamu pergi sekolah, jalan kaki! Kalau berani membantah lihat saja nanti, sepeda butut kamu itu akan saya buang ke tepi sungai!" Sarkas Devan.

Sebegitu emosinya pria itu, sampai menampakkan urat-urat lehernya dengan mata tajamnya seperti elang menatap Gerald penuh kebencian.

Devan begitu mencintai Vara─ Ibu kandung Gerald, sampai-sampai tidak rela wanita itu meninggal dunia. Maka dari itulah Devan selalu saja menyalahkan anak yang dilahirkan wanita tercintanya dengan penuh kebencian dan kesal.

Sering kali pria itu berminat membunuh Gerald, hanya saja Devan tidak ingin mengingkari janjinya pada Vara.

"Devan ... Kalau aku udah gada, tolong jangan sampai anak kita kenapa-kenapa. Aku ga mau anak kita sampai terluka. Jaga dia baik-baik, dan t-tolong, namai anak kita seperti rencana saat dia masih di dalam kandungan."

"Aku janji, Var."

Jauh sebelum hari Gerald dilahirkan, sepasang suami istri itu sudah memilih-milih nama yang bagus untuk anaknya. Jika Vara melahirkan seorang anak perempuan, mereka akan menamainya dengan Syifa Veranda. Dan jika anaknya laki-laki akan di namai Gerald Vernando.

Pria itu sebenarnya tidak tega, hanya saja rasa sakit, amarah, dan juga benci kepada anak sulungnya itu lebih mendominasi kepada dirinya. Menjadikan anaknya harus belajar arti dari kehidupan yang sebenarnya sebelum waktunya tiba.

Gerald vernando | ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang