Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
Raya tersentak kaget mendengar suara dentuman keras dari arah samping rumah hantu, tempatnya berteduh sekarang. Mata yang terpejam kini terbuka dengan lebarnya, jantung berdebar kencang dengan sendirinya, perasaan pun jadi tak karuan dibuatnya.
Melirik ke arah Rara yang tak bergeming sama sekali dengan suara keras itu. Masih dengan posisi awal menutup mata rapat seraya memeluk salah satu lengannya dengan erat.
"Ra, kamu denger suara barusan gak?" Tanyanya pelan pada sang teman.
Di pundak Raya serasa ada yang menggelengkan kepala, lalu gadis itu membuang nafas beratnya.
"Ra, aku mau cek keluar sebentar, bisa tunggu disini?" Kali ini Rara mengangkat kepalanya, menatap Raya bingung.
"Kamu mau kemana, Ray? Ini masih hujan," ucapnya pada Raya.
"Udah gak terlalu lebat kok, Ra. Aku cuman mau cek suara tadi, ga jauh kok." Jawabnya menyakinkan.
"Janji, ya, jangan lama-lama? Ntar sakit kena hujan malam-malam begini." Ujar Rara memperingatkan.
"Iya, iya. Ga lama kok," balasnya.
Raya itu tipe gadis yang mudah sakit jika kedinginan. Apalagi sekarang cuaca sedang tidak mendukung. Rara berat hati mengizinkan temannya itu untuk pergi.
Mau tak mau Rara mengizinkannya, sebab Raya itu keras kepala. Jika dia ingin ini, maka tak ada yang bisa menghalanginya.
Raya menitipkan tas kecil berukuran mini itu berwarna merah muda pada Rara, dan juga ponsel miliknya.
"Hati-hati," teriak Rara pada Raya.
Gadis itu berlari kecil keluar dari rumah hantu yang hanya terbuat dari tenda-tenda putih berjejer panjang nan berliku jika di lihat dari luarnya saja.
Raya acuh tak acuh mendengar ucapan dari Rara. Ia terus berlari ke samping parkiran yang sudah ada beberapa orang berpayung warna warni mengerubungi pinggir jalan.
Pakaian Raya sudah hampir basah kuyup. Kakinya terhenti seakan-akan tercekat untuk mendekati jalanan. Jantungnya semakin berdebar tak karuan, nafasnya tersengal-sengal sebab berlarian.
Meneguk saliva dengan kasar, berjalan penuh kekhawatiran melihat kejadian di depan sana. Kakinya berjalan sangat pelan, serasa jarak diantaranya begitu sangat jauh untuk di jangkau.
"Kasian banget ya, anak itu."
"Tadi sudah saya telepon ambulans. Mereka sedang dalam perjalanan."