Aku memberinya tatapan bingung saat dia menyeringai. Aku tidak bisa menahan wajahku yang memerah. Aku berbalik menghadap Pria tadi.
"Dia.... adalah... Jeandral?" gumamnya di dalam hati dan menatap pria itu dengan tatapan shock tapi lucu.
Dia berbalik membalas tatapan Jena yang menurut nya kelihatan lucu. Pria itu tersenyum, dia menoleh kembali ke arah Caroline.
"Kamu menjalani pertemuan pertama yang cukup menarik. Sekarang, bisakah kita membawa nya ke kantor saya, Jena?" ucap nya dan tersenyum kembali yang membuat mata indah nya melengkung.
"AAAAAA DIA PRIA YANG MANIS, LIHAT MATANYA YANG MELENGKUNG INDAH DI SAAT DIA TERSENYUM KEPADAKU??? SEPERTI BULAN SABIT" gumam Jena di dalam hati, sebenernya Jena ingin saja berteriak tapi dia masih punya rasa malu.
Jeandral mengajak ku ke kantor nya. Tak lupa aku pamit terdahulu kepada Caroline. Setelah pamit aku mengikuti arah Jeandral, saat aku mengikuti nya dengan gugup, hanya ada satu pikiran di kepalaku.
"Bagaimana aku bisa menahan diri untuk tidak Jatuh Cinta padanya??" gumam ku di dalam hati, aku mengigit bibir bawah ku,benar benar gugup.
Aku dengan gugup mengikuti bosku yang sangat ganteng itu ke ruangannya.
"Jena, klien kita, Keluarga Winston, Sangat Istimewa. Mereka menyukai manajemen mikro." ucap Jeandral
"Yahh, mereka berhak menentukan semuanya karna mereka berdua yang akan menikah." ucap ku tersenyum yang membuat Jeandral senang.
"Ya, Klien selalu di dahulukan. Sikap yang baik." ucap Jeandral dengan tersenyum senang.
"Saya ingin kamu membaca semua tentang Keluarga Winston. Mereka adalah klien kita yang paling terkenal." sambung Jeandral.
"Oh, siapa yang tidak mengenali mereka?" timpal ku.
"Blaire Edwards, putri industrialis, Omar Edwards akan menikah dengan taipan bisnis, Paul Winston. Mereka pasangan kuat selebriti."
"Wow, kamu mengikuti berita selebriti rupanya. Itu penting bagi perusahaan kita." ucap Jeandral dengan senyum manis nya terhadap ku.
Saat itu, pintu terbuka menampakan Blaire dan Paul masuk ke ruangan Jeandral.
"Nona Edwards, Tuan Winston. Kalian datang lebih awal." ucap Jeandral
"Kami harus ke suatu tempat, sayang. Jadi, mari kita selesaikan ini dengan cepat?" ucap nona Edwards.
"Bisakah kita menyelesaikan sampel serbet nya?" ucap tuan Paul kepada Jeandral.
"Tentu saja. Tim saya telah mengumpulkan beberapa sampel untuk kalian lihat." ucap Jeandral membalas. Dan menunjuk sampel yang dia bilang tadi. Blaire pun melihatnya.
Blaire membolak-balik map nya, tapi aku bisa melihat ketidak sukaanya tumbuh setiap kali membalik.
"Dia jelas membencinya." gumam Jena di dalam hati dengan raut wajah sedih melihat itu semua.
"Mengerikan, mengerikan, dan MENGERIKAN! Mengapa semua sampel ini begitu norak?" ucap blaire marah. Matanya tiba tiba menatap diriku.
"Apa aku terlihat norak bagimu?"
"Tidak, kau sangat berkelas." ucapku tersenyum.
"Tepat! Lalu mengapa sampel ini begitu.... Mencolok?" ucap blaire dengan raut wajah kesal nya.
Kamu langsung menyadari apa yang dia butuhkan dan memberinya senyum kemenangan.
"Tunggu di sana Nona Edwards, saya akan segera kembali." Aku berlari ke lemari persediaan lagi dan melihat semua kain di bagian serbet.
KAMU SEDANG MEMBACA
A young mother?
Storie breviNingning feat Jeno or Jaemin [SLOW UPDATE] "Aku tau ini berat, tapi sungguh sampai akhir masa hidup ku saja aku tetap mencintaimu Ajena Laksamana. Aku akan terus memeluk mu istriku walau nanti aku tiada duluan!" - Damar Alander. "Kamu telah menjadik...
