Rindu sosok Ayah?

61 9 0
                                        

Semoga suka,jika ada typo mohon di maafkan yahh.

Masih On Pov Jena

Arex baru saja menemukanku sedang berciuman dengan Jeandral dan tidak bisa ditenangkan.

"KAMU BOHONG! Dia adalah pacarmu!"

Menangis, Arex berlari ke kamarnya. Aku berbalik untuk melihat Jeandral dengan putus asa.

"Jena, haruskah aku bicara dengannya? Mungkin-"

"Tidak... aku yang akan bicara dengannya." potong Jena.

"Apa kamu ingin aku masuk ke dalam? Mungkin aku bisa membantu dengan ... ngg... situasi ini." raut wajah Jeandral terlihat tidak enak hati.

"Aku bisa melakukan ini sendiri Jean, aku tudak ingin menakut-nakuti Juna. Aku harus bicara dengannya sendiri."

"Tentu saja... tapi aku siap ditelepon, oke?" ucap Jeandral.

Aku mengangguk dan Jeandral pergi, lalu aku bergegas ke kamar Arex dan mengetuk pintunya.

"Juna? Sayang? Bolehkah aku masuk?" tanya ku dengan hati hati.

Tidak ada jawaban sehingga aku dengan lembut membuka pintu untuk melihat Arex duduk dengan tangan terlipat. Aku duduk di sebelahnya.

"Sayang, bicaralah pada bunda ..."

"Bunda bilang bunda dan pria itu bukan pacar." lontar Arex dengan mata sembab nya yang melihat ku dengan tatapan sulit di artikan bagiku.

"Memang tidak, sayangku. Ini agak rumit, tapi percayalah, bunda tidak berbohong kepadamu Juna."

Arex berbalik untuk menatapku dengan air mata tiba-tiba di matanya yang polos.

"B-bundaa ...? Apa bunda juga akan meninggalkan aku seperti ayah?"

Hatiku hancur mendengar kata-katanya,aku pun menariknya ke dalam pelukan. Air mata keluar dari mataku.

"Tidak akan, Juna. TIDAK AKAN! Bunda akan selalu bersamamu. Sampai tua dan keriput." Ucapku

Itu membuat Arex terkekeh, dan dia menatapku dengan sungguh-sungguh.

"Apa bunda ... menyukai pria itu, Bun?"

"Me-memang. Juna jika kamu mengenalnya, kamu akan melihat dia bukan orang jahat."

Arex menghela nafas dan membuang muka.

"Aku rindu ayah ..." lirih Arex.

"Perasaan ini pasti sangat sulit untuk dia pahami. Aku perlu menghiburnya." ucapku di dalam hati

"Aku juga, Juna. Setiap saat! Tapi, tahukah kamu apa lagi yang bunda rindukan?" tanya nya, Arex yang melihat itupun menggelengkan kepalanya dengan muka penasaran.

"Bunda rindu Menonton kartun bersama anak bunda yang tampan ini!" sambung ku.

Matanya tiba-tiba menyala.

"Bisakah kita menonton film Ape Man yang baru?! KUMOHON!" ucap Arex

"Tentu saja bisa! Aku akan membuat popcorn."

Tanpa waktu lama mereka berdua sudah duduk dengan tenang dan menikmati film yang ingin di tonton oleh Arex.
Tetapi beberapa puluh menit kemudian...

Arex tertidur saat menonton film, aku yang melihat nya tertidur dengan tenang pun tersenyum dan membawanya ke tempat tidur.

Setelah membaringkannya di tempat tidur, aku kembali ke kamar untuk berganti pakaian.

Saat itu, kamu mendapat telepon dari Jeandral.

"Hai, Ningning. Apakah Arex baik-baik saja?" tanya Jeandral.

"Dia baik-baik saja untuk saat ini." Jena

"Saya minta maaf atas apa yang terjadi... Tapi, saya sangat peduli padamu dan Arex." - Jeandral

"Kamu baik sekali telah mengatakan itu, tuan, tapi memenangkan hati Arex tidak akan mudah. Mungkin ... kita seharusnya tidak meneruskan ini." - Jena

"Jena, beri saya kesempatan untuk memenangkan hatinya. Saya bisa melakukan ini. Saya tahu itu." - Jeandral

Keyakinan pada suaranya tiba-tiba memenuhi ku dengan harapan.

"Kamu tahu? Baiklah kalau begitu! Mari kita lihat bagaimana kamu melakukannya!" - Jena

"YA! TERIMA KASIH! Semoga malammu menyenangkan, cantikku!" - Jeandral

"Sangat manis" pikirku.

Aku menutup telepon dan secara ajaib langsung tertidur.















_






Keesokan paginya, aku bangun dengan kejadian semalam masih berputar-putar di kepalaku.

"Aku tidak pernah merasa seperti ini tentang siapa pun sejak Damar .. tapi aku tidak ingin menyakiti Juna dalam prosesnya." pikir ku.

Mengesampingkan pikiran itu, aku mulai bersiap-siap mengantar Arex ke sekolah, sebelum berangkat kerja.

Aku perlu menambahkan sedikit keceriaan untuk hariku. Dan, tidak ada yang lebih baik daripada pakaian yang indah! Sangat membingungkan untuk hari ini. Apa yang harus aku kenakan ya? Jujur aku sangat plin plan karna kejadian kemarin masih saja melewat.

Tanpa berpikir panjang aku pun memilih Dress yang terlihat sopan tetapi terlihat bersinar dan berkarisma.

Off POV Jena (balik ke author)

Jena melangkah keluar dari kamar dan menemukan Arex di ruang duduk, menunggu Jena.

"Bunda! Kamu terlihat sangat baik!" ucapnya.

Kata-katanya meluluhkan hati Jena dan Jena mencium pipi lucu Arex.

"Baiklah kalau begitu! Ini waktunya sekolah. Ayo pergi!" Ucap Jena.

"Tunggu bunda, Aku ingin buang air kecil!"

Arex bergegas ke kamar mandi sementara Jena menunggu di luar.

Tiba-tiba, mobil Jeandral berhenti di depan Jena. Boss nya itu keluar membawa mainan, balon, dan permen yang tak terhitung banyaknya.

TBC.....

Selamat Hari Raya Idul Adha ....

Sehat sehat yah kalian,semoga suka sama update dari gue.

ini gue buat chapter dari dua hari sebelum tgl 28 Juni akan di publik pada 28 Juni 2023

Gue bakal double update.

Sorry banget baru di up sekarang, kemarin kemarin ada gangguan .

Cinta buat para readers❤️❤️❤️❤️❤️100000000000000000MT×

A young mother? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang