Why did it happen?

76 13 0
                                        

Selamat membaca.
Maaf jika ada kata yang gak nyambung sama typo.

"Ketika suami ku meninggal, aku sendirian untuk waktu yang lama sampai ibuku pindah dari pedesaan untuk dekat dengan aku." ucap Jena yang membuat Leeba mengatakan.

"Astaga, kamu memang mengerti kami." Ucap Leeba dengan senyuman hangat.

"Memang. Dan, aku juga tau bahwa memiliki orang yang dicintai dapat mengubah segalanya." setelah mengatakan itu Jena memperlihatkan senyum manis nya dan lanjut mengatakan.

"Jadi, izinkan kami membantu kalian mengadakan pesta yang akan menyembuhkan kesepian kalian!" lanjut Jena dengan Mimik muka yang ceria dan penuh kenyamanan?Ucapan Jena tadi, mampu membuat Keluarga Abdullah terlihat senang.

"Yah, kalau begitu, kami ingin melanjutkan dengan LJen Carlton Events. Semoga ini menjadi pesta terbaik seumur hidup!" Ucap Seeyan penuh ke semangatan.

Seeyan dan Leeba menandatangani surat-surat dan Jena menonton dengan gembira.

20 menit kemudian, Jeandral dan Jena pamit kepada Seeyan dan Leeba tak lupa saling mengucapkan Terimakasih. Dalam perjalanan kembali ke kantor, Jeandral memberimu senyuman cerah.

"Terimakasih telah meyakinkan saya untuk makan siang! Itu adalah langkah yang tepat!" Ucap Jeandral dan sekilas melihat mu karna dia sedang menyetir,kalau lama lama gimana kalau terjadi sesuatu.

"Itu bukan hanya tentang kesepakatan. Itu adalah Idul Fitri pertama mereka jauh dari rumah. Mereka hanya ingin.... di temani." ucap ku tersenyum simpul. Mendengar itu, Jeandral terlihat sangat kagum pada Jena.

"Ini mungkin kesuksesan terbesar yang di capai karyawan pada hari pertama mereka!" ucap Jeandral.

"Hahaha terimakasih,tapi itu bukan apa apa Tuan." ucap Jena.

"Jangan meremehkan dirimu sendiri. Kamu memahami orang dengan baik dan itu adalah aset yang sangat besar." timpal Jeandral.

Tiba-tiba mobil berhenti dan mulai mengeluarkan asap putih. Jena menyadari bahwa dirinya dan bos nya berada di tempat terpencil.

"Ngg... Apa yang terjadi?." ucap Jena dengan mengerutkan alisnya.

"Saya tidak tau! Ini mobil baru!" Jawab Jeandral dengan keheranan.

Kalian berdua melangkah keluar, dan Jeandral membuka kap mobil. Tapi dia terlihat sangat bingung.

"Saya tidak tau apa-apa tentang mobil kecuali cara mengendarainya." Ucap Jeandral yang membuat Jena tertawa ringan.

"Hahaha! Untungnya bagimu, aku tau." Ucap Jena.

"Benarkah?! Saya tidak akan percaya sampai saya melihat nya!" Timpal Jeandral.

Dia memberi Jena seringai menantang.

"Dia pikir aku sok ya? Saatnya menunjukkan kepada bos gantengku bahwa aku lebih dari sekedar wajah cantik." gumam Jena dalam hati dan tersenyum seperti menerima tantangan itu.

"Minggir, Jeandral! Sudah waktunya bagi pro untuk mengambil alih!" timpal Jena menyuruh Jeandral menyingkir.

Jeandral tertawa dan dengan hormat melangkah mundur. Setelah diagnosis cepat, Jena tau masalah nya.

"Lihat cairan putih di sana? Pendingin bocor ke ruang bakar." ucap Ajena Laksamana kepada Jeandral CEO LJen Carlton Events itu.

"Aduh! Itu dia hal yang saya TIDAK mengerti." Ucapnya menekan kata 'tidak' dengan santai dan wajah polos nya,hahaha.

"Hahaha kita harus mengirim bayi ini ke bengkel. Bagaimana kemampuanmu mengoperasikan ponsel?" tanya jena.

"Kalau soal itu saya beritahu bahwa saya adalah seorang ahli, haha!" jawab nya dengan di akhiri tawaan.

A young mother? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang