"kesel banget tau gue tuh, Rafael selalu begitu," ucap vara pada dita.
"Ya Lo sabar aja, mungkin maksud Rafael tuh baik dia gak mau lo sakit perut gara-gara makan pedas!" Dita mencoba menjelaskan maksud Rafael.
Mereka sedang berjalan di koridor sambil bercerita. "Ya tapi gue kurang suka aja, soalnya gue udah lama gak makan pedas!" Jawab vara.
disaat mereka melewati arah pojok kamar mandi vara juga dita berhenti berjalan karena mendengar suara ribut-ribut di dalam kamar mandi.
"Ra Lo denger kan suara itu?" Tanya dita menatap vara, vara merespon mengangguk.
dengan penasaran vara dan Dita mendekati arah sumber suara itu. "Eh Ra itu suara kaya familiar deh, iya gak sih?" Vara mengangguk setuju.
Ketika mereka berdua ingin menguping tiba-tiba saja pindah toilet masuk ingin terbuka langsung saja vara menarik tangannya Dita untuk bersembunyi pada balik tembok.
Vara menempelkan jari telunjuknya pada bibirnya ke arah dita untuk tidak bersuara, vara mengintip di balik tembok.
bisa dilihat itu vera juga ara yang keluar dari toilet tersebut dengan rambut vera yang acak-acakan disusul olehnya ica dan kawan-kawannya, ica adalah Kaka kelasnya mereka.
"Ikuti mereka!" Titah vara, mengikuti mereka dari belakang.
*****
"Woi, anjing gue belum selesai ya sama lo!" cewek yang bernama ica itu menarik rambut vera hingga vera ingin terjungkal ke belakang.
vera berusaha menarik tangan ica untuk melepas jambakannya, setelah terlepas Vera langsung menjambak balik rambut Kaka kelasnya.
"Mau lo apa sih bangsat ha! Lo di kamar mandi Jambak gue terus ngomel gak jelas, lo ada masalah sama gue iya!" Sentak vera.
"Ra, udah Ra gak enak dilihatin." ara berusaha menarik Vera untuk tidak berantem lagi. "Diem ara gue mau bales nih Kaka kelas yang sok!" Teriak vera.
"Plak"
Bunyi tamparan yang diberikan oleh teman Ica pada Vera. Sampai muka vera menoleh ke arah samping. "Lepas anjing, adik kelas sok banget sih loh!" Marah teman Ica.
Ara yang melihat vera di tampar tak terima, ara mendorong teman Ica hingga terjatuh. "Satu lawan satu, gak usah keroyokan!" Ujar ara.
Disisi lain vara juga Dita yang melihat itu bergedik ngeri. "vara itu gimana kita bantu aja apa gimana?" Tanya dita. "Nanti aja kalo situasi mencengkram," ujarnya.
Masih berlanjut vera yang tak terima di tampar menjambak rambut teman Ica. "Maksud Lo apa ha!" Teriak vera, ia tak peduli orang-orang melihat keributannya.
"Gue gak terima teman gue nangis karena elo bangsat!" Tak terima teman Ica yang bernama Nara ikut menjambak.
ica menarik vera dan mendorongnya. "Ingat iya ra, gue peringati sama elo jangan ganggu pacar gue lagi! Lo itu perempuan murahan tau gak," ucap ica. Vera kembali mendorong ica, "Lo tau apa tentang gue ha! Denger cowok Lo dulu yang gatel sama gue, gue gak mempermasalahkan itu." Ujar vera meredakan emosi.
"Gue gak Takut sama Lo,Lo dan elo. mau Kaka kelas gue selaki pun, gue GAK TAKUT!" vera menunjuk Ica dan teman-temannya.
"sok banget sih nih anak" sinis putri teman ica.
"Lo benar-benar ya bikin emosi gue naik!" Nara maju ingin menampar vera hingga vera siap untuk menerima tamparan itu sambil merem tetapi vera tak merasakan pipinya panas.
vera membuka matanya lihat vara yang menahan tangan nara. "Tangan elo dijaga!" Peringkat vara.
Semua yang berada di situ terdiam hingga suara tawa Ica terdengar. "Haha yang satunya datang lagi, awas guys yang punya pacar nanti direbut sama dua ular ini!" Tunjuk Ica.
"Juga mulut lo!" Dita ingin maju tetapi ditahan oleh vara. "Denger ya jangan nyamain sama orang yang gak ada sangkut pautnya ngerti, atau Lo gak ngerti bahasa manusia iya! Oh iya Lo kan hewan gak ngerti bahasa manusia UPS!" Tegas dita.
Ica mengepalkan tangannya tak terima, ingin menyerang Dita langsung dihalangi oleh vera. "Urusan Lo bukan sama dia." Ujar vara.
"Lihat aja gue akan balas perbuatan Lo pada!" Sebelum pergi Ica mendorong vara tetapi tak jatuh untungnya ada Rafael di belakangnya yang baru saja datang.
Rafael membalikkan badan vara dan menyelipkan anak rambut vara ke telinga. "Hey kamu gak papa kan, gak ada yang luka?" Rafael mengecek tubuh vara.
hingga vara menjauhkan diri pada Rafael. "Aku gak papa, tapi kembaran aku yang luka." Ujar vara.
Vara ingin memegang tangan vera tetapi vera menghindar. "Lo gak usah peduli sama gue!" Vara terkejut dengan ucapan vera.
"Pasti lo, akan ngadu ke mamah kan soal gue berantem dan Lo gak usah sok pahlawan ngerti!" Sentak vera.
Vara menggeleng tak mengerti apa yang di ucap vera. "Kamu kok ngomong gitu?" Tanya vara, menunggu jawaban.
Vera tak menjawab ia langsung pergi dan menerobos kerumunan diikuti oleh ara, vara terus memanggil nama vera ingin mengejar tetapi tangannya di tanah oleh Rafael.
Hello? jangan lupa vote iya and komen biar Halah gak butuh pembaca gelap nih, follow yok biar tau kelanjutannya gratis loh...
KAMU SEDANG MEMBACA
VERA & VARA
Science Fictionsaudara kembar yang memiliki sifat berbeda masing-masing mempunyai kisah cinta tersendiri Vara yang selalu sabar dan berhati lembut juga penyayang tetapi sayangnya memiliki penyakit serius tidak ada yang tau soal penyakitnya dan vera berbanding terb...
