"Rafael tumben pagi-pagi gini." tanya vera melihat rafael sudah ada di depan gerbang rumahnya.
"iya, gue nungguin vara." ujarnya memasukan ponselnya ke dalam saku sergamanya yang baru saja menghubungi kekasihnya.
"oh, bentar gue panggilin dulu ya tuh bocah nya." rafael mengangguk.
"nyebelin banget, harusnya dia jemput gue bukan vara." gerutuknya sambil masuk ke dalam rumah.
"enak banget ya di jemput sama ayang, biasanya yang suka romantis itu gak tahan lama." sindir vera melihat vara yang ingin keluar rumah.
"apa gue pura-pura telat aja ya ada urusan penting, dan itu buat mereka gak jadi berangkat bareng." gumamm vera memikirkan ide licik.
"ya, dengan begitu gue bisa berangkat bareng rafael." vera tersenyum miring dan menggendong tas sekolah menuju mereka.
sedangkan vara menatap rafael datar sejak dirinya marah pada dia, tidak membalas pesan satu kata pun dari kekasihnya.
"kenpa?"
rafael turun dari motor dirinya harus ekstra keras untuk membujuk kekasihnya ini yang sedang merajuk.
"aku mau jemput kamu lah, nih." sambil nyodorkan helm, vara menerimanya tanpa banyak bicara.
"kenapa chat sama telpon aku ga kamu bales?" tanya rafael.
vara yang ingin bicara tak jadi karena suara vera yang tiba-tiba saja, "eh, gue boleh nebeng ga? atau emm gue boleh di anter ama lo gak ini darurat banget sumpah." ujarnya datang-datang.
vara menatap vera kesel dan matanya bergantian menatap kembaranya dan kekasihnya, "plise boleh ya, hari ini gue di suruh ke kantor guru, di suruh pak mamat katanya sebelum bel gue harus em.. bersih-bersih, kan kemaren gue ketauan bolos jadi gue dihukum." jelas vera.
"Rafael cuma pake motor ra, gak bisa." ujar vara kesal.
"ya kan bisa rafael nganter gue dulu baru elo gimana." usul vera memohon.
apa katanya, dia duluan sedangkan rafael kesini ingin membujuk nya agar dirinya tidak marah lagi dan ingin menjemput ke sekolah tapi akh sial! dia malah mengganggunya.
"sama aja ga--- "yaudah gak papa kali, kasian dia takut hukumnya bertambah." rafael memotong kalimat vara.
vara menatap rafael tak percaya, dirinya di jadikan pilihan ke dua gitu? ha serius dan siapa sebenernya kekasihnya coba.
"kamu serius?" tanya tak percaya.
"ya aku serius dia aku anter abis itu kamu, gak papanaku bulak-balik." ujarnya.
vara menghela nafas panjang, "rafael dia bisa diantar supir dirumah ngapain ribet sih." ujar vara.
"vara tetap aja gue gak bisa, nanti kejebak macet." vera terus mencari alesan.
rafael mengelus pundak vara, "gak papa aku bawanya cepet kok," vara mengepalkan tangannya dirinya bisa melihat tatapan kemenangan kembaranya.
"bukannya lo punya pacar? kenapa gak pacar lo aja yang jemput lo." ujarnya dengan nada kesal.
"dia udah putus sama pacarnya." bukan vera yang ngomong melainkan rafael.
vara mengkerut kening, "kamu tau?" dianggukan oleh rafael.
"kemaren aku nolongin dia yang lagi di kasarin, dan mereka di situ putus." jelasnya.
"em.. jadi gimana lo mau anter gue kan?" ujar vera gerget melihat sok bucin mereka.
"ayok, aku anter vera dulu ya." ujar rafael, dengan kasarnya vara melepas helm dan memberikanya pada kembaranya.
"gak usah jemput aku, aku naik mobil aja." ujar vara dan pergi masuk kedalam rumah.
"duh sorry ya, lagi-lagi gue ganggu kalian." ujar bersalah.
"santai aja, dia cuma kesel kayanya, udah ayo berangkat." ucap rafael dan vera tersenyum miring rencananya berhasil.
*
*
*
*
-tbc-
gimna sama part ini.... jangan lupa votee yaa besst
KAMU SEDANG MEMBACA
VERA & VARA
Science Fictionsaudara kembar yang memiliki sifat berbeda masing-masing mempunyai kisah cinta tersendiri Vara yang selalu sabar dan berhati lembut juga penyayang tetapi sayangnya memiliki penyakit serius tidak ada yang tau soal penyakitnya dan vera berbanding terb...
