vara datanga ke sekolah dengan wajah terterkuknya jelas tidak enak di pandang dia tengkulupkan wajahnya dengan sisi tanganya di meja.
dia harus ekstra sabar menghadapi sikap tak peka rafael mungkin hari ini dia its'okeh bisa mentoleransikan kesalahan dia, tapi kali kejadian ini terus terulang dia tidak akan memaafkannya.
vara, vara ih bangun." dita mengguncangkan tubuh vara agar dia terbangun dari tidurnya.
"apa?" menatap dita yang sedang mengatur napasnya.
"sumpah, lo tau?." dita menggantungkan ucapnya dan menatap keseliling kelas.
"vera berangkat bareng rafael?" wajah vara langsung berubah, "iya gue tau." membuat dita melotot padanya.
"OMG, SUMPAH DIA SELINGKUH SAMA PACAR SAUDARA SENDIRI???" Teriak dita tak percaya.
"lo ngapain teriak segala." vara membekap mulut dita, dia menatap keseliling kelas yang hampir ramai.
"emmpphh... emm..." dita memegangi tangan vara agar menyingkir dari mulutnya.
"apasih, sesak nafas nih gue." ujar kesal dita meusap bibirnya.
"ada yang namanya vara." dita, vara serta sisi kelas menatap asal Sura itu seorang pria berambut gondrong dengan tusuk gigi di samping bibirnya.
"tu siapa?" tanya dita berisik pada vara kepo menatap rumit.
"gue gak tau," ujar vara berdiri dan berjalan menju cowok itu dengan heran.
"ada apa ya?" tanya vara karena dia tidak mengenal cowok itu mungkin dari kelas sebelah.
"lo ikut gue, bos gue mau ngomong sama lo." ujar cowok itu menarik tangan vara agar ikut melangkah.
"eh sahabat gue mau bawa kemana!! Teriak dita buru-buru mengejar mereka berdua.
vara menentak tangan yang masih dipegang cowok itu hingga terlepas, "nih gue orang yang lo cari." vara menatap cowok itu dan bergantian menatap cowok yang membelakanginya.
cowok yang membelakai nya membalikan badanya lalu menatap vara dengan tatapan permusuhan, "tinggalkan kita berdua." cowok berambut gondrong itu mengangguk.
vara menatap tak percaya dia ingin kabur tetapi tanganya sudah di cengkram, "lepas bara sakit." ringis vara.
bara tak mempedulikan dia menarik tangan vara dan pergi menjauh dari area sekolah yang ramai.
sedangkan dita berlari kehilangan jejak mereka berdua,"sial mereka kemana lagi." dita menggigit kuku nya menatap keseliling koridor sekolah.
"dita lo lagi nyari siapa?" tanya rafael yang baru saja datang dengan vera di sampingnya.
dita menatap mereka berdua tak suka, "kepo!" ujarnya ketus dan meninggalkan mereka berdua yang terdiam tak mengerti.
dita menelepon vara, ponsel vara tidak aktif ternyata oh astaga vara membuatnya khwatir.
"sayang kamu kenapa gelisah gitu?" tanya kenzo menatap kekasihnya.
"aku lagi pusing." ujar dita memegangi kepalanya matanya terpenjam.
kenzo mengelus punggung dita, "kenapa cerita dong ke aku siapa tau aku bisa bantu." ujar kenzo kasihan melihat dita yang sepertinya frustasi.
"kamu tau tadi di jam pelajaran pertama mau masuk vara gak ada dia bolos di jam pertama, terus dia di ajak sama cowok aku gak tau dia siapa yang pasti mereka berdua pergi entah kemana." ujar nya frustasi.
"dan sampai sekarang vara belum juga balik ke kelas, aku khwatir dia kenapa-kenapa." kenzo memeluk tubuh kekasihnya untuk menenangkan.
"aku bakal bantu cari, mereka gak akan jauh dari area sekolah kan." dita menghapus air matanya lalu mengangguk dia cuma berpikir kalo vara iti orangnya ceroboh dan gampang percaya sama orang.
"em.. rafael udah tau masalah ini?" dita menggeleng dia tak peduli rafael tau atau tidak tau itu bukan urusan dia, lagian cowok itu sepertinya tidak khwatir.
"kamu ke kelas aja dulu, aku bakal cari vara sampai ketemu tenang aja." dita mengangguk lalu dia berdiri menju kelas.
*****
"rel makasih sekali lagi lo udah banyak bantu gue hari ini." ucap vera, mereka berdua ada di perpustakaan.
vera memanfaatkan waktu untuk alih-alih minta di ajaran oleh rafael, "sama-sama, kalo mau belajar lagi bilang aja nanti gue bantu." vera mengangguk senang.
"lo baik banget, pantes vara cinta banget sama lo rel." batin vera menatap intes rafael sambil tersenyum.
"udan yuk ke kelas, benar lagi mau masuk." rafael menatap jam tangahya.
"oke." ujar vera sambil membereskan buku-buku yang tadi berserakan.
di jalan menju kelas mereka bertemu kenzo lalu kenzo langsung menarik rafael tanpa menghiraukan vera yang berteriak menggali nama rafael.
"vara ilang." ujar kenzo setelah cukup jauh dari keberadaan vera.
rafael menyeringit bingung, "kok bisa." ujarnya.
"gue tau dari dita, kata dita dia tadi di ajak keluar sama cowok yang datang ke kelas pada dita mau ngikutin mereka berdua dita kehilangan jejak mereka." jelas kenzo.
rafael mencoba menelepon vara siapa tau dia mengangkat nya, "nelpon? tanya kenzo di anggukaan oleh rafael.
"ponsel dia gak aktif." tutur kenzo.
"sial!" rafael mengusap wajahnya frustasi, "kita mencar aja gimana, lo ke arah kanan gue ke arah kiri." kenzo menepuk pundak rafael.
"oke, kalo ada kabar hubungi gue." kenzo mengangguk.
dan mereka berpencar mencari di area sekolah siapa tau vara masih berada di sekolah.
*
*
*
*
haii samapaj sini dulu, gimana nih sama part nya??
KAMU SEDANG MEMBACA
VERA & VARA
Ciencia Ficciónsaudara kembar yang memiliki sifat berbeda masing-masing mempunyai kisah cinta tersendiri Vara yang selalu sabar dan berhati lembut juga penyayang tetapi sayangnya memiliki penyakit serius tidak ada yang tau soal penyakitnya dan vera berbanding terb...
