nilai

66 7 0
                                        

"vara hari ini lo pulang?" ucap dita dengan nada sedikit kesal.

vara mengangguk sambil menali sepatu, "iya lah, nanti nyokap gue nyariin lagi." ucap vara berjalan keluar rumah dita.

"baru juga kemaren, lo main sebentar banget sih."

"yaudah nanti gantian aja, kamu yang main ke rumah giman?" tanya vara serai berkacak pinggang.

"ga, bosen main di rumah lo terus." ucap dita.

vara berjalan keluar gerbang, "jemputan gue dateng tuh, gue duluan ya.. makasih ditaa." Teriak vara berlari kecil.

"ga ah.. pokoknya gue ngambek ama lo." Teriak dita dari dalam.

vara tertawa kecil, kakinya melangkah ke arah mobil jemputanya, "sudah pak jalan." ujar vara.

Sesampai dirumah vera langsung menghadang jalan vara dengan muka tidak bersahabatnya.

"pintar banget ya loh, ngindarin nyokap terus gue dengar lo dipanggil guru ngapain? oh atau jangan-jangan masalah nilai lo kan." sentak vera.

vara terdiam menunduk bukan karena takut dia hanya ingin menghindari masalah dengan kembarannya ini.

"bukan urusan kamu." Ujar vara ketika ingin melangkah terjatuh, dengan sengaja kaki vera menghalangi jalan vara.

"ups, sorry kaki gue emang ga bisa ke kontrol." ucap vera san pergi dari vara yang meringis kesakitan.

vara menatap kepergian vera, tangannya terkepal keras. "kenapa kamu jadi gini ver." ucap dalam hati.

"vara kamu dari mana saja?" vara berbalik badan tubuhnya menegangkan.

"aku abis dari rumah dita mah." ujar vara takut.

"dengan ga bales telpon mamah iya? mamah khawatir sama kamu loh vara, kenapa headphonen kamu ga aktif?" ucap mamah.

vara menunduk, "ehm headphonen aku lobet mah, maaf ya." jawab vara sambil memainkan tangan.

"aku keluar." ujar vera dengan jaket hitam dan celana kulit. "mau kemana vera?" vera berhenti dan membalikan badanya.

"aku mau main." ucap vera.

sang mamah menggelengkan kepalanya
"kerjaan kamu main aja ya mamah lihat, gimana sama belajar kamu vera, mamah ga ak ngizinin kamu main." ujar sang mamah.

"ayo lah mah, vara main dan dia ga mgabarin kita, mamah ga marah dan aku mau main mamah malah ngelarang aku." ujar vera kesal.

"vera kurangin main kamu, dan belajar seperti vara, ngerti kamu." sentak sang mamah.

"belajar, belajar dan belajar itu yang mamah omongin aku capek mah, otak aku butuh istirahat." ucap vera.

"ya bagus dong mamah ngomong gitu, biar otak kamu berjalan dan terlatih, dan Nilai kamu naik, ga ngcewain mamah."

"terserah mamah." vera berjalan tanpa  mendengarkan ucapan sang mamah.

vara yang dari tadi diam, dia berbicara  "mah udah biarin aja vera main." ujar vara.

"diam kamu, sekarang  masuk kamar kamu dan belajar biar kaya kakak kamu cepat naik ke atas."

vara ternunduk lemas dan berjalan menaiki tangga kamar. "oh ya, mamah dapat laporan nilai ulangan kamu udah keluar, abis makan malam kamu temui mamah di ruang tamu, sama vera juga." vara terdiam tubuhnya menegang, dia harus berbicara apa nanti.

sampai ini dulu ya guys...
-tbc-

VERA & VARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang