Kisah seorang bocah laki laki yang bernama Revan renanda, berusia 10 tahun, ia kehilangan ibunya saat dalam insiden penculikan.
Dan saat Revan berusia 18 tahun Revan bertemu dengan seorang wanita yang polos namun sangatlah nakal, dan menerobos masuk...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_____________________
Seorang gadis sedang duduk sembari bersenandung kecil. Tangannya sibuk merapikan buku-buku yang berserakan di atas meja.
Setelah semuanya rapi gadis itu segera berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri dua temannya yang sedang mengobrol di depan pintu"udah?"Tanya Clara
"Udah, yu balik"jawab Kirana
"Etssss tunggu dulu"
"Apalagi si lara?"tanya vlaca jengah
"ra besok kan Minggu, kamu sibuk gak? Tanya Clara pada Kirana
"enggak ko, kenapa emang nya?"
"aku sama vlaca boleh nginep gak?" Tanya Clara
"boleh dong boleh banget" sahut Kirana antusias
"oke dehz kalo gitu aku sama vlaca balik dulu, nanti kamu Sherlock aja alamat rumah kamu aku sama vlaca bakal ke sana jam tiga nanti"ucap Clara
"Boleh tuh tapi kira gak punya nomer Clara gimana ngirim nya?" Tanya Kirana
"oh iya lupa hehe, yaudah sini mana nomer kamu? Biar aku salin" ucap Clara
"Kira sebutin ya... 08xxxxxxxxxxxx
"oke aku udah chat kamu nanti kamu tinggal kirim aja ya"
"iya, Clara kira duluan ya mang Agus udah jemput kira di depan" ujar Kirana seraya menunjuk mobil mang Agus yang sudah menunggu dirinya di depan gerbang
"iya Ra hati hati" ucap mereka berdua sambil melambaikan tangannya ke arah Kirana
*****
Di sisi lain tepatnya di kelas Revan and para cs nya. lima anak remaja itu belum pulang dari tadi padahal kelas sudah kosong sejak 20 menit yang lalu. Mereka belum pulang Karna ingin menemani guntur dan Devan yang sedang terkena jadwal piket.
Rencananya sepulang sekolah nanti mereka berlima akan pergi ke markas untuk berkumpul bersama
"dev udah belum si nyapu nya, lama banget, Nih liat perut gua jadi kempes gara gara nungguin lo"teriak Guntur tak sabaran
"SABAR NYET INI JUGA MAU SELESAI" jawab Devan kesal. Devan memang termasuk tipe manusia yan sangat mudah sekali tersulut emosi, padahal hanya masalah sepele seperti sekarang saja bisa membuat Devan menjadi marah. Dan hal itu lah yang sering di manfaatkan oleh geng vagos untuk mengalahkan Revan.