"Tapi kamu udah dewasa sayang? Udah bukan waktunya main² lagi." -rossa
"Maa!! Dengerin fey ya? Fey masih 26 tahun, fey masih mau fokus sama karir fey. Kalo pacar fey nggak tahan sama fey ya udah mendingan putus aja, fey males ribut." -fey
"Tapi kamu juga nggak bisa semena² sama pacar kamu fey." -rossa
"Fey nggak semena² ma, merekanya aja yang nggak bisa terima fey apa adanya. Suatu saat fey pasti dapet orang yang bisa menerima fey apa adanya ma?!! Lagian kadang² laki² tu suka aneh!! Bukannya seneng kalo punya pacar kerja eh ini malah kebanyakan protes." -fey
"Ya wajar dong sayang!! Mereka itu minta waktu kamu? Wajar kalo mereka protes, kamunya terlalu sibuk." -rossa
"Fey kasih kok waktu fey ma!! Mereka ajak ketemu kalo pas lagi nggak ada meeting ya kita ketemu." -fey
"Emang ya anaknya bagaskara diwanto keras kepalanya sama kayak bapaknya." -rossa
"Biarin wlee." Ucap fey menjulurkan lidahnya
"Berani ya sekarang sama mamanya?" Ucap rossa menggelitiki fey.
"Ampun maa ampun ampun geli maa!!!" -fey
"Hahaha." Suara tawa ibu dan anak itu menggema memenuhi ruangan.
"Udah sekarang istirahat, udah malem." -rossa
"Okay my lovely mom. Fey ganti piyama dulu." -fey
Fey menutup laptopnya lalu berjalan menuju walk in closet untuk mengambil piyama.
Fey memiliki kebiasaan harus memakai piyama saat tidur, fey tak bisa sembarangan memakai baju saat tidur.
Selesai mengganti bajunya menjadi piyama fey berjalan kembali menemui mamanya di dekat ranjangnya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.