Child and Parents
[ Family ]
~ Mau dijitak pakai tangan atau ini? ~
Pssshhh~
Suara desiran pintu terbuka dari sebuah pesawat angkasa baru saja terdengar setelah beberapa menit yang lalu mendarat di dek khusus kapal.
Para anggota TAPOPS yang baru saja menyelesaikan misi keluar dari pesawat tadi.
"Kalian boleh kembali biarkan aku yang pergi melapor"
Sorot mata ruby yang tajam memindai anggota tim miliknya dengan seksama, memastikan tidak ada yang tertinggal maupun terluka lagi selepas misi tadi.
"Siap kak" Orang yang mengenakan topi hitam dengan logo kobaran api menyahut dengan semangat, dia lalu merangkul kedua pria yang ada disamping kanan kirinya dengan antusias.
"Baiklah Kak Gem, Thorn ayo balik let's goo"
"Let's goo~" Balas Thorn, pria yang mengenakan pakaian hitam dan hijau, sedangkan Gempa hanya pasrah ditarik oleh Blaze pemilik topi hitam dengan logo kobaran api tadi.
"Apakah dia tidak lelah sama sekali? Seberapa banyak energinya", pria dengan netra Ruby tadi mengalihkan pandangannya kearah belakang dan menemukan orang dengan rambun raven dan netra merah crimson mengotak ngatik jam miliknya.
"Aku ikut, ada hal yang harus kusampaikan pada kapten" Pria dengan netra ruby itu mengangguk.
Kelima orang itu menjauhi pesawat angkasa milik mereka dengan arah yang berlawanan, namun sebelum mereka menjauh satu sama lain terdengar panggilan dari jam pria bernetra ruby tadi.
Semuanya langsung menatapnya, dan berhenti sejenak mendengarkan seksama panggilan dari jam miliknya.
"Halilintar, jika kau sudah sampai ke stasiun segera pergi ke dek utara dan urusi anakmu yang mengamuk"
"Apa??? "
"Hah?? "
°•°•°
"Ggggrrr kau sialan beraninya kau! "
"Kau pikir aku takut denganmu?! "
"Berhenti kalian sudah tolong hentikan!! "
Taufan selaku kakak kedua, selaku orang yang bertanggung jawab setelah kakak pertamanya tampak acak acakan, bahkan topi kesayangannya sudah hilang entah berantah.
Dia sedang menahan seorang anak berusia tujuh tahun yang mengenakan turtleneck hitam dan kemeja putih, dengan celana pendek hitam sedang menangis meraung-raung disertai kobaran kemarahan yang intens diwajahnya.
Jujur Taufan kualahan menghadapi ini, disebrangnya ada anak lain yang berusia tujuh tahun juga setengah badanya sedang terkurung dalam bongkahan es. Dia juga sedang menangis dan marah dalam waktu bersamaan, netra jingga kebiruan itu tampak kalut dalam kemarahan, tubuhnya terus memberontak dalam bongkahan es itu hingga beberapa kali bongkahan itu retak dan kembali seperti semula.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teaser Star - Halisol
Fiksi PenggemarKarena tidak peduli apa kata astrologi-bagi Halilintar, hanya satu bintang yang menggoda cukup dalam untuk menghancurkannya. Dan itu adalah Solar. Disclaimer - Oneshoot - bxb - Ship Halisol -🍋🔞
