On Point
[ SoL]
~ I Have See You More Than You Imagine ~
Sepertinya aku harus membuka suara sejenak setelah sekian lama mendiamkan beberapa hal ini.
Aku tidak peduli jika kalian ingin menggunakan karya ini sebagai referensi cerita kalian, setidaknya jika kalian memiliki akal sehat kalian pasti akan mencantumkan nama penulis asli.
Namun sepertinya satu hal ini benar benar membuatku tak nyaman-
Menggunakan gambar atau art yang bersumber dari karya ini sebagai cover book kalian? Apakah kalian semalas itu dan hanya mengandalkan insting copy paste? Oke mungkin diriku berlebihan lagipula art yang ada dikarya ini tidak pernah kujelaskan source nya tapi satu hal yang pasti, diriku juga tidak mengambil karya orang lain tanpa izin mereka.
Dan tentu saja diriku tak perlu izin jika art itu dari hasil tanganku sendiri.
Copot art itu dari book kalian, tak peduli apapun alasanya.
Jika kalian masih ingin ada art di setiap penggalan kisah Teaser star atau OXL bantu diriku.
Aku bebas meng unpublish dua Book ini jika ada sesuatu yang membuatku tak nyaman.
....
Senja merangkak perlahan, menyaput langit Universitas Antariksa dengan sapuan warna jingga, ungu, dan merah marun yang memudar. Di balik siluet gedung-gedung perkuliahan yang menjulang, matahari seolah enggan menuntaskan tugasnya, menyisakan kerlip terakhir yang memantul di jendela-jendela kaca. Namun, keindahan magis itu sama sekali tak mampu mencuri perhatian Solar. Mahasiswa kedokteran tahun pertama, yang begitu mengagungkan citra dirinya, kini memfokuskan seluruh inderanya pada satu titik tunggal siluet
Halilintar.
Kakak tingkat dari jurusan Saintek itu adalah sebuah anomali yang berjalan—misteri yang membalut kepopuleran tak terjangkau.
Bagaimana tidak? Dengan wajah datar yang nyaris tanpa ekspresi, seolah diukir dari pahatan es, rambut hitam- yang selalu tertata sempurna seperti disentuh tangan seorang seniman ulung, dan aura dingin yang menguar, seolah membangun dinding tak kasat mata yang mengusir siapa pun yang berani mendekat, Halilintar adalah magnet berjalan.
Di mana pun ia menjejakkan kaki—dari kantin yang hiruk pikuk seperti sarang lebah, lapangan basket yang riuh rendah dengan sorakan, hingga perpustakaan yang senyap dan sakral—ia selalu menjadi pusat bisikan dan tatapan kagum. Barisan mahasiswi dan tak dapat dimungkiri, beberapa mahasiswa, Solar mengakui itu dengan terpaksa yang pura-pura ingin bertanya soal tugas selalu mengular di dekatnya, seolah ia adalah oase di tengah gurun pengetahuan.
"Apa yang membuat manusia itu begitu diagungkan?" gumam Solar pada dirinya sendiri, menyandarkan dagu di telapak tangan, berpura-pura serius membaca jurnal medis setebal kamus. Ia kini bersembunyi di balik pilar besar di koridor utama, mengamati Halilintar yang sedang berbicara dengan seorang dosen, raut wajahnya tetap tenang, seolah tak terpengaruh oleh ribuan pasang mata yang mengaguminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teaser Star - Halisol
FanfictionKarena tidak peduli apa kata astrologi-bagi Halilintar, hanya satu bintang yang menggoda cukup dalam untuk menghancurkannya. Dan itu adalah Solar. Disclaimer - Oneshoot - bxb - Ship Halisol -🍋🔞
