Helga and Savian (heehoon)

2.7K 92 1
                                    

Tolong yang minor sadar diri
Ini isinya jorok🙏🙏🙏
Smutt warning 🔞⚠️











"Kak Savian!! " suara cempreng milik Jian menggelegar di apartemen sang kakak.

Remaja kelas dua SMA itu berlari kemudian memeluk tubuh tinggi Savian. Yang mana buat Savian tersenyum gemas dan balas pelukan ringan Jian.

"Kian mana? " tanya si tertua disana.

"Kamar mandi, " jawab Jian masih dengan memeluk Savian.

Helga mengangguk sembari melepas jas yang dikenakan.

"Aaa kakakkk!! " lagi satu teriakan berat milik Kian terdengar.

Lelaki tinggi itu dengan cepat menubruk tubuh Savian kemudian menciun pipi kakaknya. Yang mana buat Jian berdecak kesal.

"Ihh nggak boleh cium-cium nanti pipi kak Savian jerawatan tau! "

Savian tersenyum. Adik kembar tunangannya ini selalu heboh.

"Udah-udah kak Saviannya capek. Biarin duduk dulu, " Suara berat Helga terdengar.

Lelaki berambut ungu tersebut sudah duduk dengan punggung bersandar di sofa. Lengan kemejanya sudah digelung setengah menampilkan urat-urat hijaunya yang seksi.

"Ih abang nggak asik! " sungut Jian.

Meskipun begitu, keduanya giring Savian ke sofa panjang buat duduk. Setelah duduk pun keduanya tak biarkan Savian lega. Dua anak remaja itu masing-masing peluk Savian disisi yang berbeda. Tak lupa pundak Savian juga digunakan untuk menaruh kepala.

"Huhuhuhu aku kangen kak Savian~~" Jian merengek.

"Kenapa kemaren nggak ikut abang kesini, " mata sipit Kian memandangnya sangsi.

"Eumm itu-" ucapan Savian terpotong.

"Hushh kepo kalian ah, " sahut Helga.

"Apasih abang nyaut aja, " balas Jian sengit.

"Kemaren kakak ada photoshoot diluar kota jadi nggak kesini, " balas Savian.

"Kok abang nggak ikut?! " tanya Kian ngegas.

Savian tertawa. Cantik, cantik sekali.

"Ya kan abang libur kerjanya jadi harus istirahat, " balas Savian.

"Nanti kakak nginep kan disini? " tanya Jian lagi.

Savian mengangguk. Keduanya bersorak. Namun sedetik kemudian terdiam. Savian bingung. Semenit lalu mereka heboh. Tapi kenapa sekarang mereka diam dengan bibir cemberut.

"Kenapa hmm? " tanya Savian.

"Kalo nginep sini berarti nanti tidurnya sama abang kan? Nggak sama kita? " mata bulat Jian terlihat sedih.

Duh gimana ya Savian jawabnya. Ya memang sudah jelas sih bakal tidur sama Helga kalo nginep di apartemen tunangannya. Beda kalo nginep dirumah sang tunangan. Karena pertanyaannya sudah diwakilkan Jian, Kian peluk erat pinggang ramping Savian yang mana buat Savian meringis tertahan karena terlalu kencang.

"Ya... iya kan? Kan biasanya gi-"

"Ih ini tu nggak biasanya kak, " Savian tatap heran Kian yang melotot.

"Huh nggak biasanya? "

"Soalnya aku ada PR matematika! "

"Iya! Jian juga punya PR kimia, "

Kening Savian mengkerut. Terus masalah buatnya dimana? Kan yang punya PR mereka?

"Nanti kakak ajarin kita, " Ohhh Savian paham.

Sunghoon CentricTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang