Konten hun bp, so kalo nggak suka balik aja
Adegan dewasa dan jorok lainnya i guess? 🙏🙏🙏
Yang bocil balik aja"Huhhh capek banget rasanya, " leader Enhypen itu bersungut sambil duduk di sofa.
Disebelahnya ada Sunoo yang menganggukkan kepalanya sambil menghela nafas. Sementara Riki, member termuda itu sudah menguasai satu sofa panjang dengan berbaring disana. Tanggalkan segala atribut ditubuhnya sembarangan. Pokoknya dia ngantuk dan capek. Mau tidur.
Sementara para hyung sudah nangkring dimana saja. Seperti Jay dan Jake yang sudah kedapur untuk sekedar memuaskan dahaga. Heeseung yang berkutat dengan ponselnya mengecek semua tugas kuliah yang masuk dan Sunghoon dengan kegiatan melamunnya.
"Capek mau tidur, " Sunghoon tiba-tiba bergumam lirih.
Buat atensi ketiga orang yang masih melek itu terkejut total.
"Kebiasaan, " geleng yang paling tua heran.
Tak lama pemuda berkulit pucat itu beranjak meninggalkan ruang tengah asrama. Berjalan kearah belakang membawa barang miliknya. Sunghoon sudah capek. Rasanya ingin berendam di air hangat sebentar saja. Membuka pintu kamar, ia mengernyit melihat dua bule membernya dengan santai menenggak wine di sore hari.
'Ih aneh. Orang minum kalo udah malem. Mereka minum masih sore-sore begini, ' batinnya.
"Kenapa Hun? Mau minum wine? " tawar Jake.
Sunghoon menggeleng.
"Agak rancu si kalian minum wine sore-sore gini, " balasnya cepat.
Duo J itu cuma terkekeh.
"Ya bebas aja sayang. Tadi haus si, " alibi Jay buat Sunghoon mendengus.
"Ya air putih kan ada. Emang dasar sinting aja kalian, "
"Sayang~~~ kamu ngatain aku sinting gitu? " Jay merajuk kala pacarnya itu mengoloknya.
"Nyenyenyenye, " Sunghoon tinggalkan duo J itu masuk kedalam kamar.
"Susul sono pacarnya, " Jake mendorong bahu kekar kawannya.
"Lah ngapain si, " Jay kebingungan.
"Kayaknya si Sunghoon capek banget tuh. Nggak mau manjain pacarnya gitu? " Jake memasang wajah meledek.
"Dateng kali dia makanya keliatan capek banget, " Jay masih cuek.
"Iiii si goblok. Pacar lu tuh capek. Kalo capek maunya dimanja. Terlepas dia lagi dapet apa enggak! " pemuda Aussie itu menoyor kepala yang lebih tua santai.
Jay mengelus kepala belakangnya yang ditoyor. Ekspresi sengit ditujukan buat yang lebih muda.
"Ngungsi sono lu kekamar bocil. Gue mau pacaran sama Sunghoon malem ini, " lidah Jay terjulur dan tak lupa balik toyor kepala Jake.
Lelaki Amerika itu tinggalkan teman sebayanya menyusul sang pacar.
"Sayang, " panggil Jay mendayu.
Bisa dia lihat Sunghoon tidur membelakangi pintu masuk. Aduh Jay meleleh melihat lekukan tubuh Sunghoon didepan sana. Pinggangnya benar-benar terlihat ramping dan melekuk.
"Hmm, " Sunghoon berdehem pelan membalas panggilan Jay.
Jay berjalan kearah ranjang kemudian ikut berbaring di belakang Sunghoon. Dengan enteng tangannya melingkar dipinggang kecil itu. Sunghoon hanya diam penjamkan matanya. Dia capek.
Mula-mula Jay cuma diam dipinggang itu sesekali hidung bangir dan bibirnya mencium kecil tengkuk dan selangka Sunghoon yang tertutup kemeja. Lama-lama tangannya mengelus pelan pinggang dan cubit pelan perut rata si cantik.
