4- Mana Ada Sempurna

1.5K 143 38
                                        

Jangan lupa voment juseyo ❤️🥰✨
———————————————————————

Jaemin terkejut melihat semua kunang-kunang terbang di tepian danau

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jaemin terkejut melihat semua kunang-kunang terbang di tepian danau. Seseorang datang. Ia menoleh ke belakang. Jeno berdiri di hadapan Jaemin. Belum sempat Jaemin memberi hormat, sang raja tiba-tiba memeluknya.


Jaemin membeku di dalam dekapan Jeno. Otaknya berputar menelaah kemungkinan apapun yang menyebabkan sang raja kemari. Tidak ada jawaban apapun. Jaemin tak mengerti mengapa Jeno yang amat membencinya tiba-tiba memeluknya seperti sekarang.


"Jeno-ya..."


Jeno merapatkan pelukannya. Ia tenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Jaemin yang hangat. Waktu berjalan terus dan Jeno mempertahankan posisinya selama beberapa saat.


Jeno membuka mata. Ia menyadari bahwa posisinya sekarang berada di kamar. Ia terbaring, berselimut, dengan kehangatan cahaya mentari masuk lewat jendela. Ia bangun dan duduk. Ternyata ia hanya bermimpi. Jeno menyentuh dadanya. Ada perasaan sesak dan kecewa.


"Apa aku sedih karena itu hanya mimpi ?" Gumannya.


***

Mark tak tahu apakah harus senang atau sebaliknya. Ia terus menatap cemas kepada Jaemin yang melangkah di depannya. Sang ratu tampak senang-senang saja melintas di jalan setapak pedesaan ini. Sesekali Jaemin berhenti untuk melihat kegiatan para rakyat yang sedang bercocok tanam di kebun. Ratu tersenyum melihat hasil panen di desa ini melimpah.


Sedangkan Mark berjalan mengekor di belakang Jaemin dan mengikutinya. Kemanapun Jaemin pergi, Mark melangkah ke arah yang sama. Lelaki itu sangat cemas. Takut keputusannya mengijinkan Jaemin untuk ikut ke desa adalah ide buruk. Ia terus melihat ke sekeliling, mendeteksi bahaya yang mungkin saja muncul dan berniat menyakiti ratunya.


"Mark."


Mata Mark beralih dari perkebunan menuju dua manik mata coklat indah milik Jaemin. Ia bisa melihat sang ratu mengulum senyum.


"Aku tahu kamu khawatir. Tapi tenanglah... sikap waspadamu itu justru akan membuat orang lain curiga."


"Tapi kita harus waspada. Seseorang bisa saja muncul dan mencelakai yang mulia."


Jaemin menggeleng. "Tidak. Mereka tidak akan bisa mencelakaiku. Kan ada kamu."


Jaemin terkekeh. Ia berbalik badan, melanjutkan perjalanan sambil melompat kecil. Mark masih berdiri di tempatnya. Ia memandangi sang ratu dengan pipi memerah. Mark tersipu.


"Yang mulia !"


Mark berteriak menyadari ratunya terlalu jauh. Ia berlari menyusul. Jaemin sempat menoleh ke belakang sambil mendelik saat Mark memanggilnya dengan sebutan itu. Orang lain bisa tahu kalau mereka sedang menyamar. Tapi Jaemin kembali tertawa melihat Mark yang mengejarnya tersandung.


Your Majesty : MarkminCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang