Tak ada cerita tentang perang di kerajaan Joseon. Raja dan Ratu mereka amat dicintai oleh rakyatnya. Tetapi semua berubah saat Jaemin harus turun tahta dari posisinya sebagai Ratu. Huang Renjun menggantikan Jaemin dan bersanding bersama Jeno yang sa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari telah berganti. Matahari mulai naik menempati langit. Cahayanya masuk menyelinap dari jendela dan menyinari kamar sang ratu. Si pemilik kamar masih nampak tertidur lelap di atas matras sutra. Wajahnya disinari oleh mentari. Tetapi wajah pucatnya tak bisa disembunyikan.
Perlahan, Jaemin mulai terbangun. Kedua matanya berkedip pelan beberapa kali. Pupilnya menyesuaikan cahaya yang masuk sembari mengumpulkan kesadarannya. Setelah benar-benar terbangun dari tidurnya, Jaemin menghela nafas panjang. Entah mengapa, tubuhnya terasa amat lelah pagi ini. Kekuatan di tubuhnya seolah lenyap ditelan malam.
Ia merubah posisinya menjadi duduk dengan susah payah. Tangan Jaemin bergerak menuju dadanya. Sedikit ia remat sambil menarik nafas dalam. Rasanya sesak seolah tertimpa suatu beban.
"Dayang Kim.."
Suara yang Jaemin keluarkan amat lirih terdengar. Dayang Kim diluar sana pasti tidak bisa mendengarnya. Ia tak tahu harus bagaimana lagi. Berteriak rasanya amat melelahkan. Untuk bernafas saja sudah susah payah.
"Yang mulia."
Jaemin mendongak lemah saat Mark baru saja masuk ke kamar dan memanggilnya. Bibirnya sudah hendak bicara untuk meminta bantuan Mark. Tetapi Mark sudah mengerti tanpa perlu penjelasan. Si pengawal langsung menghampiri Jaemin dengan wajah panik setelah melihat keadaan sang ratu.
"Yang mulia sakit ? Dimana yang sakit ?"
Jaemin menunduk, menghirup udara sebanyak yang bisa. Ia ingin menjawab Mark tetapi tak bisa. Tangannya hanya mampu mencengkram hanbok Mark cukup kuat tanpa sadar.
Kepanikan Mark semakin menjadi saat melihat sesuatu muncul di pergelangan tangan Jaemin. Matanya tanpa sengaja menangkap sebuah bercak membiru berbentuk akar. Nampak seperti pembuluh darah yang menghitam di bawah permukaan kulit Jaemin.
***
Taeil datang seusai dayang Kim menjemputnya. Begitu sampai di kamar Jaemin, ia langsung menghampiri sang ratu yang telah berbaring tak sadarkan diri di atas tempat tidur. Tangannya mencoba melihat ke arah bercak yang Mark ceritakan. Mata Taeil membelak melihatnya.
"Ini pasti karena racun bunga nerium."
Mark semakin cemas. "Bagaimana hyung ? Apa benar-benar tidak bisa diobati ?"