9- Sakitnya

1.4K 132 11
                                        

Jangan lupa voment juseyo 🥰❤️✨
————————————————————

Jangan lupa voment juseyo 🥰❤️✨————————————————————

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Jaemin berdiri di tepi danau sendirian. Angin malam berhembus menggerakkan dedaunan dan ranting pohon cherry di atas kepalanya. Ia biarkan daun-daun dan bunga jatuh menghujaninya. Jaemin hanya diam, menatap bayangan yang terpancar dari atas permukaan air danau.


Pikiran Jaemin terus berpusat pada Mark. Lelaki itu satu jam yang lalu sudah diusirnya pergi. Bukan karena suatu masalah atau apa. Jaemin mengatakan pada Mark bahwa bersembunyi di istana seperti kemarin juga berbahaya. Ia tak ingin Mark dalam masalah lagi. Ia meminta Mark untuk kembali ke rumah Taeil sembari menunggunya menemukan solusi.


Namun kini masalahnya, bagaimana cara Jaemin bisa membantu Mark untuk menjadi pengawalnya lagi. Mengingat betapa marahnya Jeno, terlihat sulit mengembalikan Mark ke posisi semula. Jaemin sedih.


Ia menghela nafas.


"Apa yang kamu pikirkan ?"


Jaemin berbalik badan saat mendengar suara itu. Mata sang ratu membulat menyadari Jeno berdiri tak jauh darinya. Ia segera membungkuk, memberi hormat kepada lelaki yang telah menjadi suaminya sejak lama.


"Maaf yang mulia. Saya tidak tahu bahwa yang mulia berdiri disana."


"Aku juga baru datang."


Jaemin kembali berdiri tegap. "Ada apa yang mulia kemari ?"


Jeno menoleh ke belakang dan menggerakkan tangannya. Ia beri isyarat kepada seorang pemuda yang akhirnya berani melangkah mendekati ratu dan raja. Pemuda berseragam seperti Mark ini, membungkuk di hadapan Jaemin.


"Izinkan saya memperkenalkan diri Yang Mulia Ratu. Saya adalah Lucas Wong. Saya yang akan bertugas menjadi pengawal Yang Mulia Ratu mulai hari ini."


Raut wajah Jaemin langsung berubah. Keningnya mengerut. Sang ratu langsung melihat ke arah Jeno dengan wajah bingung sekaligus kesal.


"Kenapa Yang Mulia tiba-tiba mencari pengawal baru tanpa persetujuanku ?"


"Untuk apa aku meminta persetujuanmu ? Mark pun dulu kutugaskan tanpa persetujuanmu."


Jaemin kembali melihat ke arah Lucas. "Bisakah kamu pergi ke pavilliunku dan menunggu disana ? Aku harus bicara dengan Yang Mulia Raja."


Lucas melirik ke arah sang raja untuk meminta persetujuan. Jeno mengangguk sebagai jawaban. Lucaspun pamit undur diri dan pergi ke paviliun Ratu sesuai perintah. Tersisalah Jeno dan Jaemin saja di tepi danau ini.


"Sebenarnya apa hubunganmu dengan Mark ?"


Jeno sudah tak tahan. Pertanyaan yang selama ini menghantuinya setiap saat sejak kejadian Mark dihukum, akhirnya keluar. Jeno ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Jaemin dan Mark. Mengapa bisa Jaemin sepeduli itu pada seorang pengawal. Bahkan Jaemin yang dikenalnya selalu lembut, tiba-tiba membentak Jeno dengan berani.


Your Majesty : MarkminCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang