Tak ada cerita tentang perang di kerajaan Joseon. Raja dan Ratu mereka amat dicintai oleh rakyatnya. Tetapi semua berubah saat Jaemin harus turun tahta dari posisinya sebagai Ratu. Huang Renjun menggantikan Jaemin dan bersanding bersama Jeno yang sa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Cantikkan ?"
Mark mengangguk. Jaemin benar, kupu-kupu yang kini terbang di depan keduanya memang cantik. Tetapi bagi Mark, sang ratu lah yang tercantik. Senyuman sang ratu pada kedua kupu-kupu itu merebut seluruh atensi mata Mark. Ia pandangi Jaemin cukup lama sambil menarik seulas senyum.
Mata Jaemin beralih dari kupu-kupu tersebut. Ia menoleh untuk melihat Mark. Jaemin mengulum senyum.
"Esok, rumah kita harus banyak bunga agar kupu-kupu bisa hidup disana."
"Akan aku buatkan taman yang indah untuk yang mulia."
"Janji ?"
Mark mengangguk. "Janji. Tapi yang mulia juga harus berjanji."
"Janji apa ?"
"Yang mulia tidak akan meninggalkanku."
Senyum di wajah Jaemin hilang sekejap. Matanya menatap nanar pada Mark. Ia tak tahu apakah bisa menempati janji itu atau tidak. Dengan kondisinya sekarang, Jaemin merasa tak akan bisa menemani Mark selamanya. Akan ada satu waktu dimana ia harus pergi.
Namun tetap akan ia habiskan seluruh waktu yang tersisa bersama Mark. Sesuai janjinya dulu. Kedua ujung bibir Jaemin pun bergerak perlahan mengulas senyum.
"Iya. Janji."
Tanpa Jaemin dan Mark tahu, dua orang berdiri di kejauhan memperhatikan mereka cukup lama. Renjun menoleh dan melihat dengan jelas raut wajah Jeno yang masih memandangi Jaemin disana. Terpancar amarah bercampur kecewa dari manik mata sang raja.
"Kamu mencintai Jaemin ?"
Pertanyaan Renjun membuat sang raja berkedip. Jeno menunduk, menarik nafas dalam sambil memejamkan mata sejenak. Berusaha ia redam rasa marahnya. Tak dapat berbohong, tentu saja Jeno tidak suka melihat ratunya bersama orang lain.
"Kamu mencintainya atau hanya merasa tersaingi karena Mark ?"
Deg!
Jeno terdiam. Kalimat Renjun seolah menamparnya hingga membuat Jeno sadar. Ada sesuatu yang aneh dengan perasaannya pada Jaemin. Jeno tidak tahu dimana kesalahan antara mereka hingga perasaan ini tumbuh tak karuan kemana.