15- See you

1.8K 142 24
                                        

Jangan lupa voment juseyo ❤️
——————————————————

Sorak gembira para penduduk terdengar hingga di istana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sorak gembira para penduduk terdengar hingga di istana. Mereka semua senang setelah membaca pengumuman mengenai pajak ladang yang baru saja ditempel di dinding oleh petugas istana. Di kertas tersebut tertulis bahwa 90% hasil panen menjadi milik rakyat. Hal ini sangat jauh berbanding terbalik dengan peraturan sebelumnya.


Penduduk bahagia karena merasa sejahtera. Dengan peraturan yang baru, maka mereka bisa menikmati hasil panen lebih banyak dan layak. Mereka semua berseru, berteriak mengucapkan terima kasih sembari bersujud. Beberapa menari sangking tak terkira senangnya.


Di istana juga demikian. Para dayang tersenyum sumringah mengetahui peraturan baru bahwa mereka tak harus bekerja pada pejabat. Mereka hanya melayani para ratu, selir, dan anggota kerajaan perempuan saja. Anak-anak juga dibebaskan dari tugas sebagai dayang. Mereka akan bersekolah di tempat yang istana sediakan.


Semua keinginan sang ratu telah menjadi nyata. Tuhan mengabulkannya. Mimpi-mimpi yang sudah dibangun Jaemin lama, terwujud begitu indah. Terealisasikan dengan sempurna.


Tetapi kegembiraan itu berbanding terbalik dengan keadaan hati Mark. Pemuda itu tak mampu tersenyum setelah melihat dan mendengar semua kabar baik yang ada. Ia hanya bisa menangis sembari menggenggam tangan Jaemin.


Sang ratu terlihat sedang tidak dalam kondisi baik. Ia terbaring lemah dengan wajah sangat pucat. Namun bibirnya tak berhenti mengulum senyum pada Mark yang selalu menunggunya.



"Mark, bukankah harusnya kamu pergi ?"


Pemuda itu menggeleng berulang kali. Mana bisa kakinya melangkah menjauh disaat orang yang dicintainya sedang terbaring sakit. Bahkan Taeil berkata, kondisi Jaemin sudah dibatas hidup dan mati.


Penawar yang dewan Jung punya memang berhasil Mark dan Jeno rebut. Tetapi waktu yang dimiliki Jaemin sudah tak banyak. Racun itu terlalu menyebar jauh sehingga penawarnya bahkan tidak cukup menyembuhkan keadaan Jaemin sekarang. Setelah meminumnya, sang ratu tidak membaik sedikitpun.


"Yang mulia tidak boleh pergi meninggalkanku... tidak... aku mohon."


Mark terus meminta dan meronta di sela-sela tangisnya. Hati Jaemin sama sedihnya melihat itu semua. Andai saja ia bisa, sang ratu juga ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama Mark sesuai janjinya. Namun apa daya, Tuhan punya jawaban lain.


Dengan tenaga yang tersisa, Jaemin mengusap airmata yang membasahi pipi Mark tanpa henti.


"Mark... maaf ya. Aku tidak bisa menemanimu lebih lama."


Butiran air bak kristal bening meluncur semakin deras di wajah Mark. Pemuda itu semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Jaemin yang menempel di pipi. Mark terus menggelengkan kepala, menolak apapun yang Jaemin katakan.


Your Majesty : MarkminTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang