Nikah sama crush❎
Dijodohin orang tua❌
Kepergok di pesantren ✔
.
⚠️MAU JADI PENULIS HEBAT?, PASWORDNYA "DON'T PLAGIAT!!!"⚠️
♥╣[-_-]╠♥
Menikah dengan pacar sendiri adalah hal yang sangat didambakan oleh semua orang, tapi bagaimana jika kita...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini undangan buat kalian ya!
Jangan lupa datang! kadonya cukup vote sama komentar aja.🤭🤭
Untuk tanggalnya, ya ... menurut kapan kalian baca cerita ini.
Doain ya supaya pernikahannya berjalan lancar....😆
(๑˙YUK BERHALUSINASI!˙๑)
***
“Udah ... jangan kelamaan ngaca! yang namanya pengantin 'kan selalu tampan.”sindir Qisti kepada seorang pengantin pria yang bercermin setelah memakai pakaian pengantinnya.
Hari ini adalah hari tersial dalam sejarah kehidupannya. Menikah dengan orang yang sama sekali tidak ia kenal, gimana coba? trus setelah nikah mau ngapain?
“Nggak undang pacar lo gitu ke acara pernikahan lo.”tanya Qisti yang tentunya sebuah sindiran pedas untuk Aishan.
“Ck, diem lo!”marah Aishan sambil mengacak-acak rambutnya.
Aishan benar-benar frustrasi, seakan hari ini dirinya sudah layak menjadi pasien RSJ. Oh ayolah ... gimana caranya dia bisa menghindari pernikahan ini. Di satu sisi ada Ayah Malik yang mengancam akan mencoret namanya dari kartu keluarga, dan di sisi lain ada Listia, gadis yang sudah ia garis bawahi untuk menjadi istrinya nanti, tapi sekarang ....
Ternyata bukan harapannya saja yang pupus, tapi keberanian juga. Jangankan menemui Listia dan mengatakan kebenaran sepahit ini, mengetik chat saja seakan jarinya sudah mati rasa.
“'Kan udah gue bilang, pilihan sendiri itu belum tentu jodoh, udah mendingan lo siap-siap sekarang! semua orang pada tungguin lo di luar!”
Aishan masih terdiam. Sepertinya ia tidak menghiraukan apa yang Qisti katakan tadi.
“Lo mikirin apa lagi sih? soal mahar 'kan udah di tanggung sama kakek, jarang-jarang lho, ada yang seberuntung itu. Lagian nunggu beberapa jam lagi Lo bakalan SAH jadi suami orang, emang lo masih berniat buat kabur?”
Aishan menatap tajam sepupunya yang dari tadi ngomel-ngomel nggak jelas, nggak ngerti apa, orang lagi stress?
“Lo bisa diem nggak sih? mendingan lo keluar sekarang! keluar!”usir Aishan.
“Iya iya, gue keluar....”
“Eh, bentar, lo ... udah belajar cara ngucap ijab qabul belum?”