terjadi lagi

714 33 1
                                        

Alen menatap Leon marah.

"Kenapa di buang, Alen masih setengah makannya " sentak Alen. Leon tak menjawab.

Leon menarik tangan Alen kasar sampai Alen terjatuh. Tapi Leon sama sekali tidak peduli. Leon manarik tangan Alen supaya Alen berdiri. Leon berjalan cepat menuju parkiran sekolah.

Alen berjalan sedikit berlari untuk menyeimbangkan langkah Leon . Alen sedari tadi meringis karena cengkraman Leon tak main main.

Leon memaksa Alen masuk ke dalam mobil. Leon menutupnya dengan kasar.

Di dalam mobil Leon kedua insan itu hanya diam tanpa berbicara satu katapun.

Alen memegang pergelangan tangannya yang lecet akibat kuku Leon. Alen ingin menangis tapi dia menahannya.

Leon memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya. Haahh mereka membolos sekolah.

Leon keluar dan membuka pintu mobil untuk Alen. Leon menarik tangan Alen tapi tidak sekasar tadi.

Leon mendudukkan Alen di sofa panjang ruang tamu. Leon pergi meninggalkan Alen untuk mengambil saleb.

Setelah mengambil saleb Alen menatap Leon sesal.

"Leon Alen minta maaf" lirih Alen dengan suara seraknya. Leon tak menjawab ia sibuk mengoleskan salep di tangan Alen.

"Minta maaf GK akan di ulangi lagi hiks" tangis Alen. Leon menghela nafas kasar. Ia ingin membicarakan sesuatu yang penting tapi keadaan Alen tidak memungkinkan.

Alen duduk di pangkuan Leon menyembunyikan wajahnya di dada lebar Leon. Leon berdiri berjalan menuju kamar tidur. Leon meletakkan tubuh kecil Alen pelan pelan.

"Tidurlah" Alen memejamkan matanya perlahan.

Leon meninggalkan Alen yang sudah tertidur. Leon berjalan ke ruang perpus pribadinya. Leon menyandarkan punggungnya di senderan kursi.

Leon tadi di telfon oleh ayahnya jika ia ingin mengangkat anak, Ayanya menceritakan apa yang terjadi pada anak itu. Saat ayahnya menunjukkan foto anak itu Leon sangat terkejut. Lein tau siapa anak itu.

Yah, dia Adalah Alen , Alen yang selalu manja padanya.

Huh Leon akan berbicara dengan Alen saat Alen bangun dari tidurnya.

.
.
.
.

Jane berjalan sendiri di koridor sekolah. Saat enak enak berjalan Jane di hadang oleh Zayn dan di sampingnya ada naken.

Jane mendongak melihat wajah tampan Zayn.

"Kenapa"tanya Jane.

"Nggk ada, cuma mau lihat wajah manis Lo"kata Zayn. Jane tersipu malu.

"Haha manisnya"

.
.
.
.

Jam menunjukkan pukul 04:00 Alen terbangun. Alen duduk di sandaran tempat tidurnya. Alen menatap langit langi kamar Leon. Ia bertanya tanya di mana Leon yah?.

Alen mengambil handphone miliknya di nakas . Alen membuka aplikasi chat di sana tertera nomor tidak di kenal. Alen memencetnya guna melihat vidio yang di kirim dari nomer yang tidak ia kenal. Alen memutar Vidio dan

PRANG

Alen melempar handphonenya di kaca lemari baju Leon. Alen sangat terkejut dengan vidio yang di kirimnya vidio yang memperlihatkan dirinya yang di periksa waktu itu.

Alen menarik rambutnya kuat. Dia juga bergumam tidak jelas.

Leon yang tadi sibuk dengan pekerjaan yang di kirim oleh kakeknya kaget saat mendengar suara pecahan. Leon lari menuju kamarnya.

Betapa terkejutnya Leon saat melihat Alen yang sedang kacau. Leon berjalan mendekati Alen tapi Alen berteriak padanya.

"Jangan mendekat  "teriak Alen dengan tangisan.

Leon tak mendengarkan teriakan Alen . Leon terus mendekati Alen , Alen tentu saja tak tinggal diam Alen melempar semua barang yang ada di dekatnya.

"PERGI HIKS PERGIII"teriak Alen.

Alen terus mundur saat Leon mendekat sampai punggung menabrak tembok. Alen masih berteriak tidak jelas sampai dia duduk di pojokan dengan tangannya yang masih memukul kepalanya.

"Alen ini Leon, Leon kakaknya Alen" ucap Leon lembut. Alen masih tak bergeming.

"Leon bukan orang jahat Leon anak baik kayak Alen" Leon menarik kedua tangan Alen lembut.

Alen melihat Leon yang sedang tersenyum padanya. Alen langsung memeluk Leon erat badan kecilnya masih bergetar takut.

"Leon, hiks dia jahat dia mau jahatin Alen lagi hiks "racau Alen.

"Oke Alen tenang dulu ya nanti Leon hajar orangnya"kata Leon sambil mengelus rambut Alen.

Alen kembali menangis . Leon tetap memeluk tubuh Alen untuk menenangkan adik kecilnya.

"Dia jahat Leon, hiks huuu " adu Alen.

"Iya dia jahat"

"Tidur ya Leon temenin" kata Leon.

Leon menidurkan Alen dan memeluknya. Alen menenggelamkan di dada Leon. Leon mengelus rambut Leon hingga Alen tertidur. Leon juga tertidur sambil memeluk Alen.

.
.
.
.

"JANE & ALEN"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang