ketahuan?

909 27 4
                                        



POV alen

PLAK

aku memegang pipi kanan yang di tampar olèh kakak ku sendiri, aku tidak menyangka kakak yang selalu membelaku kini bermain tangan, biasanya hanya bentakan, tapi sekaran berbeda. Apakah aku membuat salah, siapapun tolong beri tahu aku.

"K ,Kak.... " Panggil ku lirih, aku ingin bertanya pada nya Ada Apa dengannya, tapi aku urung saat melihat kakak ku yang menahan amarah.

"Apakah setelah aku selalu di sisi mu sekarang kau menjalang HAH " Aku terkejut dengan bentakan kakak ku yang yang membuat ku mengeryitkan dahi. Apa maksud nya.

"Apa yang kakak bicara kan aku tidak mengerti"

"Kau berpura pura tidak tahu? Ohh baik lah, dengan siapa kau melakukan perbuatan seperti ini, dan siapa anak yang kau kandung itu" Tanyakakak ku,

Apa kakak sudah tau jika aku hamil, tapi siapa yang memberi tahunya, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan saat ini aku hanya bisa diam tanpa mau menjawab, apakah aku harus jujur tapi aku takut, tapi, dia adalah kakakku.

POV END

aiko berjalan mendekati alen menatap pria kecil yang hanya diam menunduk dan menangis. Aiko memegang kedua bahu alen kuat sampai membuat alen meringis kesakitan tapi alen tidak mau menatap sang kakak yang berada di depannya.

"Lihat aku alen" Alen hanya diam menunduk tanpa menatap sang kakak.

"LIHAT AKU ALEN" Bentak aiko dan semakin meremas kedua pundak alen. Alen mendongakkan kepala perlahan dia melihat wajah sangat kakak yang menahan amarah. Alen menatap manik sang kakak meneteskan air mata dan itu membuat alen merasa sangat bersalah.

"Jawab pertanyaan ku, siapa yang menghamili mu " Tanya aiko. Alen hanya diam menatap mata kakaknya yang penuh dengan kekecewaan.

"A, a, aku hiks" Tangis alen pecah yang sedari ia tahan.

Dunia ini sangat kejam terhadap alen. Berjuang untuk tidak ada yang tahu bahwa dia hamil. Tapi sekarang apa , orang yang selalu alen puja dan sayangi kini sudah tahu bahwa saat ini dia hamil. Ayolah kenapa takdir tidak ada yang memihaknya.

" Kenapa kau melakukannya alen, apakah kau tidak tahu jika kau mempunyai rahim? , bagaimana jika papa mama tahu tentang ini? " Mendengar kata mama papa alen tersentak.

"Tolong jangan hiks beritahu mama dan papa alen mohon kak hiks " Pinta alen, ia menggenggam tangan aiko sebagai permintaan.

"Aku, aku akan menjawab pertanyaan kakak tapi aku mohon jangan bilang mama dan papa kak aku takut, aku akan pergi dari rumah ini secepatnya Kak, kakak tidak ingin melihat ku kan, baik aku akan segera pergi, maaf alen Mengecewakan kakak, maaf jarene alen pembawa sial,selalu membuat repot kakak, maaf maafin alen " Ujar alen

Ia menggenggam salah satu tangan sang kakak dengan kedua tangan yang sudah gemeteran. Alen bingung di mulai dari mana dia bercerita, ia bingung asal muasal masalah ini semua dia tau awal yang akan ceritakan pada sang kakak.

Alen meremas rambut kepala saat di landa kebingungan, ia sangan benci dengan situasi saat ini. Ayolah bantu alen ujar alen dalam hati.

Aiko menatap sang adik yang kebingungan seperti orang gila, dia menangis melihat keadaan adiknya saat ini dimana fisik dan mental yang jauh dari kata baik. Aiko menarik sang adik dalam dekapan nya lalu mencium kening sang adik.

Aiko menghapus air mata sang adik lalu mencium sayang kedua tangan sang adik. Sedangkan alen masih menangis sesenggukan. Aiko memegang kepala aiko untuk menatap nya. Disana ia melihat seberapa sulit keadaan adiknya ini.

"JANE & ALEN"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang