Jangan lupa vote ya 😊
Malam itu, ketika Naken pulang mengabtar dari rumah Alen setelah keluar bersama, suasana rumahnya terasa mencekam. Ibunya duduk di ruang tamu dengan wajah pucat, sementara ayahnya berdiri dengan rahang terkatup kencang.
"Duduk," perintah ayahnya dengan suara dingin yang membuat bulu kuduk Naken berdiri. Ia berfikir apakah ia membuat salah lagi tapi apa?.
"Ada apa, Pah?" tanya Naken.
"Jangan pura-pura tidak tahu!" bentak ayahnya.
"Rekan kerja papa melihatmu dengan laki-laki itu—Alen, benar namanya kan! Kamu... kamu..."
Kata-kata ayahnya terhenti, seolah lidahnya menolak mengucapkan kenyataan yang ia anggap memalukan itu. Apakah orang tuanya tau tentang hubungan nya dengan alen.
"Berapa lama?" tanya ibunya dengan suara bergetar. "Berapa lama kamu menyembunyikan ini dari kami?"
Naken menunduk.
"Dua tahun." Jawab ku sedikit santai. Ia tahu ini pasti akan terjadi.
"DUA TAHUN?!" ayahnya meledak marah bahkan ia pelempar berkas berkas yang ia kerjakan.
"Dua tahun kamu membohongi kami? Kamu adalah pewaris keluarga ini, Naken! Kamu punya tanggung jawab! Bagaimana kamu bisa melakukan hal yang—yang menjijikkan ini, bagaimana kamu mempunyai pewaris nantinya Hah?"
Kata-kata itu menusuk seperti pisau. Naken merasakan dadanya bergejolak ingin membela tapi, itu akan membuat papanya semakin marah, tapi bukan naken jika tidak melawan kedua orang tuanya.
"Pah, ini bukan pilihan. Aku tidak memilih untuk—" Perkataan naken di potong oleh ayahnya seolah perkataan naken tidak penting.
"DIAM!" ayahnya melangkah mendekat, wajahnya merah padam.
"Jangan berani-berani kamu membela diri! Kamu merusak nama keluarga kita! Dengan seorang laki-laki pula! Seorang gay!"
PLAK
Tamparan keras mendarat di pipi Naken. Kepala pemuda itu terhentak ke samping, meninggalkan bekas merah yang menyala. Ibunya menjerit, namun tidak bergerak untuk menghentikan suaminya. Ibunya hanya menonton tanpa mebela sang anak.
"Kamu, kamu pikir apa yang akan dikatakan orang-orang hah, bagaimana seorang pewaris aggrerat sof seorang gay ?" lanjut ayahnya, suaranya kini bergetar antara marah dan hancur.
"Rekan bisnisku? Keluarga besarmu? Kamu telah menghancurkan segalanya!"
Naken mengepalkan tangannya mendengar penuturan dari ayahnya,selalu reputasi dan reputasi.
"Aku mencintainya, Pah. Aku tidak bisa—"
"CINTA?" ayahnya tertawa sinis. "Ini bukan cinta! Ini penyimpangan! Kamu sakit, Naken! Kau gila naken !"ancam ayah naken serius.
"Papa, tolong dengarkan—"
"Tidak ada yang perlu didengarkan!Mulai sekarang, kamu putus hubungan dengan anak itu. Kamu tidak akan bertemu dengannya lagi. Kamu tidak akan menghubunginya lagi. Kamu akan melupakan dia dan hubungan tidak wajar ini"
"Tidak akan" ucap naken tegas. "Aku lelah selalu menuruti kemauan papa, papa egois selalu mementingkan diri sendiri, aku akan menolak permintaan papa saat ini" Ujar naken tidak mau kalah dengan ayahnya, tapi ia sedikit khawatir tentang apa yang akan di lakukan oleh ayahnya selanjut.
"Baiklah jika kau tidak mau, lihat saja besok apa yang akan terjadi dengan anak tidak tahu diri itu" Ancam ayahnya, naken kaget dengan perkataan ayahnya, ini bukan hanya sekedar ancama. Tapi tindakan, ia tahu ayahnya bagaimana. Apakah ia akan menuruti ayahnya atau tidak ia di landa kebingungan saat ini. Khawatir akan alen terjadi sesuatu karena ayahnya, khwatir akan bayi dan bagaimana jika menjauh dari alen.
KAMU SEDANG MEMBACA
"JANE & ALEN"
Ficção Adolescente"Jane suka sama Zayn" Zayn tersenyum bahagia •••••••••••••••••••••••••••••• "Gw itu gk suka sama elo , gw jijik sama Lo homo sialan"teriak Alen marah naken "Terserah lo ,Kalau lo emang jijik sama gw ,gw GK akan bantu...
